9 Desember 2010

HT Pakistan : Dokumen Wikileaks Membuktikan Pengkhianatan Penguasa Sekuler

Terungkapnya berbagai dokumen rahasia dalam situs Wikileaks membuktikan pengkhianatan penguasa negeri-negeri Islam termasuk Pakistan. Naveed But , juru bicara Hizbut Tahrir Pakistan menyatakan dokumen yang berisi memo diplomat Amerika itu merupakan tamparan di wajah penguasa Pakistan . Selama ini penguasa Pakistan selalu menolak dan menyebut ‘hanya’ teori konspirasi ketika mencul kepermukaan berita tentang kehadiran pasukan Amerika di Pakistan, dukungan pemerintah atas pesawat-pesawat tidak berawak dan campur tangan Amerika atas program nuklir Pakistan.

Menurutnya, dokumen-dokumen itu telah memperjelas berapa banyak pengaruh Amerika dalam mengatur urusan dalam negeri Pakistan.” Meskipun kami tidak menganggap benar bahwa kebocoran itu tidak dibuat di bawah pengawasan pemerintah AS, bukti dokumenter dari Wikileaks telah menyatukan pendapat rakyat Pakistan mengenai aliansi kotor antara para penguasa berbahaya mereka dan Amerika,” tegas Naveed dalam pernyataan persnya (5/12).

Wikileaks telah mengguncang seluruh dunia karena menerbitkan memo para diplomat Amerika. Baik Holbrooke maupun Hillary Clinton tidak mempertanyakan keasliannya. Mereka juga tidak menyatakan memo-memo itu sebagai tidak berdasar atau merupakan kebohongan.

Menurut bocoran itu, para penguasa Pakistan telah meminta nasehat dari para Duta Besar Amerika , bahkan dalam hal-hal paling kecil sekalipun. Presiden Zardari mengatakan akan melakukan apapun yang disarankan menurut nasihat Amerika. Demikian pula, Nawaz Sharif meyakinkan Amerika bahwa dia adalah “pro-Amerika”.

Dokumen itu juga mengungkap Komandan Korps ke-11 mengundang pasukan komando Amerika untuk memantau operasi di Waziristan yang banyak menimbulkan korban umat Islam . Selain itu, Kepala Angkatan Darat Pakistan meminta Amerika tidak memperlakukan militer Pakistan dengan cara yang memberikan kesan militer Pakistan “untuk disewa”.Menurut Naved But ,dokumen-dokumen ini telah membuktikan bahwa Amerika adalah negara kolonial tiran, yang menggunakan kekuatan, ketakutan dan taktik ilegal untuk menundukkan dunia.

Naveed But juga mempertanyakan klaim Amerika sebagai negara yang mengklaim jawara  kebebasan berekspresi. Kenyataannya, negara Pam Sam itu justru  memaksa Amazon.com untuk menutup website Wikileaks. Mike Huckabee, yang ikut dalam bursa pemilihan presiden Amerika dari Partai Republik menuntut untuk mengeksekusi pemilik Wikileaks.Amerika telah menyatakan sebagai kejahatan bila mengakses website ini, membaca atau mendownload isinya.

Namun di sisi lain dengan alasan kebebasan  berekspresi Amerika melindungi penghujat Islam  dan menganggap sebagai kejahatan bila membunuh seorang penghujat. Negara sekuler Barat juga menolak untuk menutup situs web yang menghujat Islam . “Dimanakah menguapnya slogan-slogan praktis yang mereka miliki  “kebebasan berekspresi” dan “liberalisme?”, tanya But

Lebih lanjut Naveed But menyatakan pengungkapan Wikileaks harus memotivasi semua kaum intelektual dan para analis politik untuk memikirkan kembali anggapan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik dan bahwa mereka punya harapan dalam partai politik yang demokratis. Kediktatoran dan demokrasi adalah dua sisi mata uang yang sama yang digunakan Amerika menurut kemauannya.

Hizbut Tahrir Pakistan selama ini gigih mengungkap pengkhianatan para penguasa pengkhianat Pakistan. Gerakan Islam yang berjuang non kekerasan ini menyerukan tentara Pakistan tidak membiarkan para penguasa pengkhianat yang telah menghancurkan rakyat Pakistan. “Bangkitlah dan tumbangkan para penguasa yang tidak tahu malu itu dan berikan nusrah (dukungan) bagi Hizbut Tahrir untuk mendirikan Khilafah,sesungguhnya tindakan Anda akan membuat Anda berhasil di dunia dan di akhirat,” seru Naveed But (RZA).( hizbut-tahrir.or.id )

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites