Pandangan Islam Tentang Asuransi

Asuransi syariah dikampanyekan sebagai alternatif bagi kaum muslim untuk menjalankan akad asuransi. Sesuai dengan fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) tentang Pedoman Umum tentang Asuransi Syariah disebutkan bahwa asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Yang Teristimewa Bagi Wanita

"...Wahai pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita. Tak usah jemu kau kabarkan bahwa mereka adalah lambang kemuliaan. Sampaikanlah bahwa mereka adalah aurat ..."

Sistem Pemerintahan Islam Berbeda dengan Sistem Pemerintahan yang Ada di Dunia Hari ini

Sesungguhnya sistem pemerintahan Islam (Khilafah) berbeda dengan seluruh bentuk pemerintahan yang dikenal di seluruh dunia

Video: Puluhan Ribu Warga Homs Suriah Berikrar, Pertolongan Bukan dari Liga Arab atau Amerika Tapi dari Allah!

.

Analisis : Polugri AS di Asia Tenggara

Secretary of State Amerika Serikat Hillary Clinton 21 Juli 2011 lalu berkunjung ke Indonesia. Sebelumnya, dia melawat dua hari ke India untuk ambil bagian dalam konferensi tingkat menteri ASEAN yang diselenggarakan di Bali 22 Juli.

Khilafah: Solusi, Bukan Ancaman

Berbagai macam dampak destruktif akibat penerapan sistem kapitalis-sekular telah mendorong manusia untuk mencari sistem baru yang mampu mengantarkan mereka menuju kesejahteraan, keadilan, kesetaraan dan kemakmuran. Dorongan itu semakin kuat ketika kebijakan-kebijakan jangka pendek dan panjang selalu gagal mencegah dampak buruk sistem kapitalis.

MIMPI PARA ULAMA BUKAN SEMBARANG MIMPI

Apakah Anda tadi malam bermimpi? Apa mimpi Anda? Kata orang, mimpi hanyalah kembang (bunga) orang tidur. Maksudnya, mimpi tidak bermakna signifikan. Tapi, sebenarnya tidak semua mimpi tak ada artinya.

Nasehat Imam Abdurrahman bin Amru al-Auza’iy :Empat Tipe Pemimpin

Ada nasihat berharga yang disampaikan Imam Abdurrahman bin Amru al-Auza’iy kepada Khalifah Abu Ja’far al-Manshur, ketika ulama besar itu dimintai nasihat.

18 September 2010

Tolak Minta Maaf, Terry Jones Ingin Terus Kampanye Bakar Alquran

_Ats@, FLORIDA--Penggagas ide membakar Alquran kembali angkat bicara. Kali ini, Terry Jones secara terang-terang menolak minta maaf  dan tetap teguh bahwa apa yang digagasnya merupakan cara untuk menekan radikalisme Islam. "Kami tidak harus berobat. Karena itu kami tidak punya niat dan tidak akan bertobat demi tegaknya injil," kata Jones seperti dikutip dari  harian Brisbane Times edisi online, Jum'at (17/9).

Jones juga mengatakan pihaknya tidak melanggar hukum dan belumlah membakar Alquran. Tetapi, kata dia, kekerasan tetap berlangsung di seluruh dunia. "Hal itu merupakan wajah Islam radikal," tegasnya. Dia pun mengkritik gereja AS dan seluruh dunia lantaran tidak memiliki keberanian membela agama Kristen. "Mereka telah kehilangan keberanian untuk membela agama Kristen. WEA merupakan contoh dari hal itu," kritik Jones menanggapi pernyataan pimpinan The World Evangelical Alliance (WEA), Geoff Tunnicliffe yang dinilai naif.

Jones yang kini mendapat pengamanan dari pihak Kepolisian Florida dan menjadi incaran media di AS dan dunia menilai usahanya tidaklah gagal. Dia bahkan menyatakan usahanya akan diteruskan. Dia mengaku telah menghubungi jemaatnya untuk bersiap melakukan aksi di kemudian hari. Jones juga menginstruksikan kepada jemaatnya untuk berhati-hati, mengunci rapat pintu gereja dan melakukan pemeriksaan terhadap jemaat yang datang ke gereja.

"Saya selalu membawa pistol. sama seperti yang telah saya lakukan di masa lalu," ujarnya. Jones menambahkan, dirinya sempat terpikir untuk memindahkan gereja menuju St. Petersburg, Florida. Pemindahan itu dilakukan guna menemukan audiens yang lebih besar. "Rencana itu sudah ada dari awal," ungkap Jones.

Semenjak kembali ke Florida, tidak ada satupun pemuka Kristen yang mendukung rencananya.  WEA yang merupakan tempat seharusnya Jones merujuk tidak juga memberikan dukungan. Pimpinan WEA bahkan mengatakan ide yang dilakukan Jones merupakan bentuk kesalahpahaman terbesar dari usaha umat Kristen dalam membangun perdamaian. "Ia telah meninggalkan ajaran Injil," kata Dr Geoff Tunnicliffe kala itu.

Jones merupakan pastor gereja kecil yang berlokasi di Gainsville, Florida, AS. Namanya mendadak terkenal diseantero dunia lantaran mengobarkan ide pembakaran Alquran kepada gereja-gereja di AS. Ide itu muncul dalam benak Jones sebagai rasa simpatinya terhadap korban tragedi 11 September 2001. Oleh Jones, umat Islam dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab. Jones pun berasumsi, dengan membakar Alquran dirinya telah membantu keluarga korban tragedi. (republika.co.id. 17/09/10)


Menjadi Sahabat Yang Menyenangkan

_Ats@. Secara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan (ithmi’nân/thuma’nînah) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Allah Swt., Zat Yang mencurahkan cinta dan kasih-sayang kepada manusia. 
 
Hampir setiap Mukmin mempunyai harapan yang sama tentang keluarganya, yaitu ingin bahagia; sakînah mawaddah warahmah. Namun, sebagian orang menganggap bahwa menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta langgeng adalah hal yang tidak gampang. Fakta-fakta buruk kehidupan rumahtangga yang terjadi di masyarakat seolah makin mengokohkan asumsi sulitnya menjalani kehidupan rumahtangga. Bahkan, tidak jarang, sebagian orang menjadi enggan menikah atau menunda-nunda pernikahannya.

Menikahlah, Karena Itu Ibadah

Sesungguhnya menikah itu bukanlah sesuatu yang menakutkan, hanya memerlukan perhitungan cermat dan persiapan matang saja, agar tidak menimbulkan penyesalan. Sebagai risalah yang syâmil (menyeluruh) dan kâmil (sempurna), Islam telah memberikan tuntunan tentang tujuan pernikahan yang harus dipahami oleh kaum Muslim. Tujuannya adalah agar pernikahan itu berkah dan bernilai ibadah serta benar-benar memberikan ketenangan bagi suami-istri. Dengan itu akan terwujud keluarga yang bahagia dan langgeng. Hal ini bisa diraih jika pernikahan itu dibangun atas dasar pemahaman Islam yang benar. 

Menikah hendaknya diniatkan untuk mengikuti sunnah Rasullullah saw., melanjutkan keturunan, dan menjaga kehormatan. Menikah juga hendaknya ditujukan sebagai sarana dakwah, meneguhkan iman, dan menjaga kehormatan. Pernikahan merupakan sarana dakwah suami terhadap istri atau sebaliknya, juga dakwah terhadap keluarga keduanya, karena pernikahan berarti pula mempertautkan hubungan dua keluarga. Dengan begitu, jaringan persaudaraan dan kekerabatan pun semakin luas. Ini berarti, sarana dakwah juga bertambah. Pada skala yang lebih luas, pernikahan islami yang sukses tentu akan menjadi pilar penopang dan pengokoh perjuangan dakwah Islam, sekaligus tempat bersemainya kader-kader perjuangan dakwah masa depan. 

Inilah tujuan pernikahan yang seharusnya menjadi pijakan setiap Muslim saat akan menikah. Karena itu, siapa pun yang akan menikah hendaknya betul-betul mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk meraih tujuan pernikahan seperti yang telah digariskan Islam. Setidaknya, setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, harus memahami konsep-konsep pernikahan islami seperti: aturan Islam tentang posisi dan peran suami dan istri dalam keluarga, hak dan kewajiban suami-istri, serta kewajiban orangtua dan hak-hak anak; hukum seputar kehamilan, nasab, penyusuan, pengasuhan anak, serta pendidikan anak dalam Islam; ketentuan Islam tentang peran Muslimah sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga, juga perannya sebagai bagian dari umat Islam secara keseluruhan, serta bagaimana jika kewajiban-kewajiban itu berbenturan pada saat yang sama; hukum seputar nafkah, waris, talak (cerai), rujuk, gugat cerai, hubungan dengan orangtua dan mertua, dan sebagainya. Semua itu membutuhkan penguasaan hukum-hukum Islam secara menyeluruh oleh pasangan yang akan menikah. Artinya, menikah itu harus didasarkan pada ilmu.

Jdilah Sahabat yang Menyenangkan

Pernikahan pada dasarnya merupakan akad antara laki-laki dan perempuan untuk membangun rumahtangga sebagai suami-istri sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sesungguhnya kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah kehidupan persahabatan. Suami adalah sahabat karib bagi istrinya, begitu pula sebaliknya. Keduanya benar-benar seperti dua sahabat karib yang siap berbagi suka dan duka bersama dalam menjalani kehidupan pernikahan mereka demi meraih tujuan yang diridhai Allah Swt. Istri bukanlah sekadar patner kerja bagi suami, apalagi bawahan atau pegawai yang bekerja pada suami. Istri adalah sahabat, belahan jiwa, dan tempat curahan hati suaminya.

Islam telah menjadikan istri sebagai tempat yang penuh ketenteraman bagi suaminya. Allah Swt. berfirman:
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya. (QS ar-Rum [30]: 21).

Maka dari itu, sudah selayaknya suami akan merasa tenteram dan damai jika ada di sisi istrinya, demikian pula sebaliknya. Suami akan selalu cenderung dan ingin berdekatan dengan istrinya. Di sisi istrinya, suami akan selalu mendapat semangat baru untuk terus menapaki jalan dakwah, demikian pula sebaliknya. Keduanya akan saling tertarik dan cenderung kepada pasangannya, bukan saling menjauh. Keduanya akan saling menasihati, bukan mencela; saling menguatkan, bukan melemahkan; saling membantu, bukan bersaing. Keduanya pun selalu siap berproses bersama meningkatkan kualitas ketakwaannya demi meraih kemulian di sisi-Nya. Mereka berdua berharap, Allah Swt. berkenan mengumpulkan keduanya di surga kelak. Ini berarti, tabiat asli kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah ithmi’nân/tuma’ninah (ketenangan dan ketentraman). Walhasil, kehidupan pernikahan yang ideal adalah terjalinnya kehidupan persahabatan antara suami dan istri yang mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi keduanya.
Untuk menjamin teraihnya ketengan dan ketenteraman tersebut, Islam telah menetapkan serangkaian aturan tentang hak dan kewajiban suami-istri. Jika seluruh hak dan kewajiban itu dijalankan secara benar, terwujudnya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah adalah suatu keniscayaan. 

Bersabar atas Kekurangan Pasangan

Kerap terjadi, kenyataan hidup tidak seindah harapan. Begitu pula dengan kehidupan rumahtangga, tidak selamanya berlangsung tenang. Adakalanya kehidupan suami-istri itu dihadapkan pada berbagai problem baik kecil ataupun besar, yang bisa mengusik ketenangan keluarga. Penyebabnya sangat beragam; bisa karena kurangnya komunikasi antara suami-istri, suami kurang makruf terhadap istri, atau suami kurang perhatian kepada istri dan anak-anak; istri yang kurang pandai dan kurang kreatif menjalankan fungsinya sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga; karena adanya kesalahpahaman dengan mertua; atau suami yang ‘kurang serius’ atau ‘kurang ulet’ mencari nafkah. Penyebab lainnya adalah karena tingkat pemahaman agama yang tidak seimbang antara suami-istri; tidak jarang pula karena dipicu oleh suami atau istri yang selingkuh, dan lain-lain.

Sesungguhnya Islam tidak menafikan adanya kemungkinan terusiknya ketenteraman dalam kehidupan rumahtangga. Sebab, secara alami, setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti dihadapkan pada berbagai persoalan. Hanya saja, seorang Muslim yang kokoh imannya akan senantiasa yakin bahwa Islam pasti mampu memecahkan semua problem kehidupannya. Oleh karena itu, dia akan senantiasa siap menghadapi problem tersebut, dengan menyempurnakan ikhtiar untuk mencari solusinya dari Islam, seiring dengan doa-doanya kepada Allah Swt. Sembari berharap, Allah memudahkan penyelesaian segala urusannya.

Keluarga yang sakinah mawaddah warahmah bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Yang dimaksud adalah keluarga yang dibangun atas landasan Islam, dengan suami-istri sama-sama menyadari bahwa mereka menikah adalah untuk ibadah dan untuk menjadi pilar yang mengokohkan perjuangan Islam. Mereka siap menghadapi masalah apapun yang menimpa rumahtangga mereka. Sebab, mereka tahu jalan keluar apa yang harus ditempuh dengan bimbingan Islam.

Islam telah mengajarkan bahwa manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Allah, tidak pula ma‘shûm (terpelihara dari berbuat maksiat) seperti halnya para nabi dan para rasul. Manusia adalah hamba Allah yang memiliki peluang untuk melakukan kesalahan dan menjadi tempat berkumpulnya banyak kekurangan. Pasangan kita (suami atau istri) pun demikian, memiliki banyak kekurangan. Karena itu, kadangkala apa yang dilakukan dan ditampakkan oleh pasangan kita tidak seperti gambaran ideal yang kita harapkan. Dalam kondisi demikian, maka sikap yang harus diambil adalah bersabar!

Sabar adalah salah satu penampakan akhlak yang mulia, yaitu wujud ketaatan hamba terhadap perintah dan larangan Allah Swt. Sabar adalah bagian hukum syariat yang diperintahkan oleh Islam. (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 153; QS az-Zumar [39]: 10).

Makna kesabaran yang dimaksudkan adalah kesabaran seorang Mukmin dalam rangka ketaatan kepada Allah; dalam menjalankan seluruh perintah-Nya; dalam upaya menjauhi seluruh larangan-Nya; serta dalam menghadapi ujian dan cobaan, termasuk pula saat kita dihadapkan pada ‘kekurangan’ pasangan (suami atau istri) kita. 

Namun demikian, kesabaran dalam menghadapi ‘kekurangan’ pasangan kita harus dicermati dulu faktanya. Pertama: Jika kekurangan itu berkaitan dengan kemaksiatan yang mengindikasikan adanya pelalaian terhadap kewajiban atau justru melanggar larangan Allah Swt. Dalam hal ini, wujud kesabaran kita adalah dengan menasihatinya secara makruf serta mengingatkannya untuk tidak melalaikan kewajibannya dan agar segera meninggalkan larangan-Nya. Contoh pada suami: suami tidak berlaku makruf kepada istrinya, tidak menghargai istrinya, bukannya memuji tetapi justru suka mencela, tidak menafkahi istri dan anak-anaknya, enggan melaksanakan shalat fardhu, enggan menuntut ilmu, atau malas-malasan dalam berdakwah. Contoh pada istri: istri tidak taat pada suami, melalaikan pengasuhan anaknya, melalaikan tugasnya sebagai manajer rumahtangga (rabb al-bayt), sibuk berkarier, atau mengabaikan upaya menuntut ilmu dan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Sabar dalam hal ini tidak cukup dengan berdiam diri saja atau nrimo dengan apa yang dilakukan oleh pasangan kita, tetapi harus ada upaya maksimal menasihatinya dan mendakwahinya. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kita senantiasa mendoakan pasangan kita kepada Allah Swt. 

Kedua: Jika kekurangan itu berkaitan dengan hal-hal yang mubah maka hendaknya dikomunikasikan secara makruf di antara suami-istri. Contoh: suami tidak terlalu romantis bahkan cenderung cuwek; miskin akan pujian terhadap istri, padahal sang istri mengharapkan itu; istri kurang pandai menata rumah, walaupun sudah berusaha maksimal tetapi tetap saja kurang estetikanya, sementara sang suami adalah orang yang apik dan rapi; istri kurang bisa memasak walaupun dia sudah berupaya maksimal menghasilkan yang terbaik; suami “cara bicaranya” kurang lembut dan cenderung bernada instruksi sehingga kerap menyinggung perasaan istri; istri tidak bisa berdandan untuk suami, model rambutnya kurang bagus, hasil cucian dan setrikaannya kurang rapi; dan sebagainya. Dalam hal ini kita dituntut bersabar untuk mengkomunikasikannya, memberikan masukan, serta mencari jalan keluar bersama pasangan kita. Jika upaya sudah maksimal tetapi belum juga ada perubahan, maka terimalah itu dengan lapang dada seraya terus mendoakannya kepada Allah Swt. (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 19). Rasulullah saw. bersabda:

Janganlah seorang suami membenci istrinya. Jika dia tidak menyukai satu perangainya maka dia akan menyenangi perangainya yang lain. (HR Muslim).

Inilah tuntunan Islam yang harus dipahami oleh setiap Mukmin yang ingin rumahtangganya diliputi dengan kebahagiaan, cinta kasih, ketenteraman, dan langgeng. Wallâhu a‘lam bi ash-shawab. (Nurul Husna, Aktivis Hizbut Tahrir, Ibu Rumah Tangga)


Dimanakah al-Mu’tashim untuk Menghalangi Pembakaran al-Quran di Amerika?

Media massa memberitakan bahwa seorang pendeta yang disebut Tery Jones, seorang yang hina diusir oleh teman-temannya dari gereja Jerman. Sebelumnya ia telah divonis bersalah oleh pengadilan Jerman dan divonis bersalah telah melakukan manipulasi. Pendeta Tery Jones bertekad membakar mushhaf al-Quran al-Karim bersama dengan pendukungnya yang tidak lebih dari puluhan orang di Dove World Outreach Center sebuah gereja di Florida pada hari Sabtu dalam peringatan 11 September 2001. Sebagian pejabat barat meneteskan air mata penyesalan atas rencana perbuatan pendeta Jones itu untuk menampakkan protes dan kecaman mereka terhadap perbuatan itu seraya menegaskan bahwa mereka menghormati agama Islam.
 
Orang yang memperhatikan sejarah hubungan barat dengan Islam akan menemukan bahwa politik metodologis yang ditempuh sejak berabad-abad dan diterapkan oleh persekutuan kekuasaan gereja dengan kekuasaan politik bertujuan menciptakan kebencian yang berurat berakar di dalam hati barat terhadap Islam dan pemeluknya.

Contoh paling jelas dari hal itu adalah sikap Kanselir Jerman Angela Merkel yang menggambarkan rencana pembakaran al-Quran hari Sabtu dalam peringatan 11 September itu sebagai “sama sekali tidak menghormati, ofensif dan salah”. Ia mengatakan bahwa kebebasan “selalu berkaitan dengan tanggungjawab”.

Berkaitan dengan ucapannya itu, maka dahulu ia memberi penghormatan kepada penjahat Denmark yang menistakan Nabi saw ketika menyebarkan kartun penghinaan, ucapannya itu dikeluarkan dalam perayaan Rabu sore tanggal 8 September 2010 di depan federasi A 100 di depan berbagai media massa di kota Postdam Jerman. Kenyataannya, pendeta Jones itu, seandainya ia tidak mendapati semua dukungan dari berbagai organisasi berkuasa dan media-media massa yang menjadi kepanjangan tangan mereka yang menguatkan api kebencian dan kedengkian terhadap Islam dan kaum muslim, niscaya tidak ada seorangpun di dunia yang mendengarkan kedunguannya. Akan tetapi, langkah Jones itu sebenarnya bergerak dalam melayani politik imperialisme barat, di mana Amerika menghadapi serangkaian krisis yang ia tidak bisa keluar dari krisis itu kecuali di atas jasad dan darah umat Islam dan perampokan kekayaan mereka. Dari sini ada kebutuhan terus menerus untuk menciptakan hantu dan monster bahaya Islami setelah runtuh dan lenyapnya bahaya komunisme.

Pernyataan Merkel yang bernada tinggi di depan media massa itu merupakan bukti terbesar atas kemunafikan Merkel dan kemunafikan politik barat. Kemunafikan itu hanya bisa diimbangi oleh kemunafikan dan kebohongan pernyataan para pejabat Amerika bahwa mereka menghormati Islam, bahkan sebagian dari mereka pergi menghadiri buka puasa ramadhan.

Jhon Brennan penasehat senior Obama untuk urusan terorisme menyatakan dan ia memeriksa lembaran-lembaran dokumen strategi keamanan yang baru yang diumumkan oleh presiden Obama pada akhir bulan Mei lalu bahwa Amerika Serikat “tidak menganggap dirinya sedang berperang melawan Islam”. Ia mengklaim “kami tidak akan dan tidak akan pernah selamanya berada dalam perang melawan Islam”.

Adapun terbunuhnya ratusan ribu kaum muslim baik laki-laki, perempuan dan anak-anak di Irak, Afganistan, Palestina dan Lebanon maka kami tidak tahu semua itu dianggap apa oleh Mr. Brennan? Bisa jadi ia tidak menganggapnya lebih dari takdir (biaya) tak terelakkan (manifest destiny) –ungkapan Amerika sebanding dengan “beban laki-laki kulit putih” (The White man Burden), sebuah ungkapan Inggris yang menjustifikasi pembangunan kekaisaran Inggris di atas jutaan korban selama invasi imprialisme pada abad ke sembilan belas-. Perang terhadap Islam dan kaum muslim tidak pernah berhenti sejak Nabi saw diutus. Hal itu ditegaskan oleh mantan presiden AS, Bush, dengan menggambarkan sebagai “perang salib”. Saat ini kita hidup dalam bagian-bagian yang mengerikan dalam bentuk pendudukan, pembunuhan, pencacian Nabi kekasih kita, pembakaran al-Quran al-Karim, pelarangan hijab dan syiar-syiar Islam lainnya. Maha benar Allah SWT yang berfirman:

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآياتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS Ali Imran [3]: 118)

Wahai Kaum Muslim

     · Beredar dalam ucapan sebagian orang bahwa perbuatan orang rendahan itu menghinakan dan merendahkan dia dan kaumnya serta menelanjangi aib dan kemunafikan peradaban barat. Meski perkataan itu benar, namun itu bukan pokok bahasannya. Pokok bahasannya adalah hukum syara’ yang wajib ditebus oleh kaum muslim dengan darah dan nyawa, dan yang wajib menghalangi kelancangan orang-orang hina terhadap kehormatan agama bahkan kehormatan kaum muslim sebagaimana yang terjadi dalam kejadian pelanggaran yang dilakukan oleh seorang Yahudi terhadap kehormatan seorang wanita. Hal itu merupakan pelanggaran perjanjian bani Qainuqa’ dengan Rasulullah saw, maka Rasul pun mengusir mereka dari Madinah Munawarah.

     · Jika kaum muslim sibuk “berkoar” dibelakang tuan mereka yang ada di istana-istana barat dari pada membela agama Allah, bahkan mereka justru berlomba dalam memerangi Allah dan Rasul-Nya untuk menyenangkan Amerika dalam apa yang disebut perang melawan terorisme, maka kewajiban syar’inya adalah umat wajib mencabut para penguasa itu dan selanjutnya membaiat seorang imam yang memerintah menurut Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya dan menerapkan hukum-hukum syara’, melindungi kemuliaan kaum muslim dan mempertahankan kehormatan dan kemuliaan mereka, agar orang-orang hina tidak berani lancang terhadap mereka.

      · Kewajiban terendah dan segera bagi umat Islam seluruhnya adalah hendaknya mereka tidak tidur hingga para duta negara-negara imperialis diusir dari negeri-negeri kita. Dan hendaknya mereka mengumumkan jihad untuk mengusir semua pengaruh militer barat agressor di negeri-negeri kaum muslim. Kaedah syar’i menyatakan “suatu kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu hukumnya wajib”. Dan bahwa hal itu tidak akan sempurna di bawah penguasa yang menjual diri mereka kepada setan, maka Islam mewajibkan untuk mencabut kekuasaan mereka hari ini, bukan besok; dan membaiat seorang penguasa yang memerintah menurut apa yang telah diturunkan oleh Allah, menjunjung tinggi panji jihad, memimpin armada kaum muslim untuk membebaskan negeri-negeri yang diduduki di Irak, Afganistan, Palestina dan lainnya. Juga mengambil langkah tegas yang membuat para penguasa negara-negara barat berpikir ulang seribu kali sebelum berani lancang terhadap kehormatan dan syiar-syiar Islam baik dalam bentuk pembangunan masjid atau pelaksanaan kewajiban syar’i dalam berhijab dan lainnya. Pada saat itu seorang muslim tidak perlu hidup dalam kerendahan dan ketidakadilan di masyarakat barat yang menyerang agamanya pagi dan petang. 

Allah SWT berfirman:

كَتَبَ اللَّهُ لأغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS Mujadilah [58]: 21)

Utsman Bakhash

Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir
(sumber : Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir; No : 1431 H / 13; Tanggal: 30 Ramadhan 1431 H / 09 September 2010 M)  ( hizbut-tahrir.or.id/2010/09/13 )


Laporan Ingatkan Obama: Syariat Islam Ancaman Bagi Amerika

Pusat Kebijakan Keamanan AS mempublikasikan sebuah laporan dengan judul: “Syariat Islam… Ancaman bagi Amerika Serikat“.


Laporan ini menggambarkan syariat Islam sebagai “doktrin sosial dan politik yang komprehensif”. Bahkan laporan itu menyatakan bahwa, meskipun syariat Islam tegak di atas landasan spiritual, namun ia merupakan panduan komprehensif untuk aktivitas di bidang ekonomi, sosial, militer, hak asasi manusia dan politik.

Laporan itu disusun oleh sebuah tim yang terdiri dari 19 orang mantan pejabat keamanan, yang dipimpin oleh Jenderal William Boykin, yang dulu pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan AS Urusan Intelijen pada era mantan Presiden AS, George W. Bush.

Mengaitkan Islam Dengan “Terorisme”

Laporan tersebut menyatakan bahwa ada hubungan antara Islam dengan apa yang disebut “terorisme”. Dikatakan bahwa upaya Presiden Barack Obama untuk membangun hubungan dengan organisasi-organisasi yang beraktivitas untuk penyebaran syariat Islam, adalah karena “kurangnya pemahaman Obama tentang ancaman terorisme yang menjadi karakteristik Islam.”

Laporan itu juga mengecam kebijakan Presiden AS yang bertujuan untuk melakukan normalisasi hubungan dengan dunia Muslim. Bahkan menyerukan Obama untuk membuang jauh-jauh sikapnya yang sekarang terhadap Islam. Dikatakan bahwa kebijakannya dalam hal ini justru dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya tindakan “terorisme” baru di wilayah Amerika.

Mendukung Kelompok Moderat Dan Reformis

Laporan itu menyerukan Obama agar menerapkan skenario yang dulu pernah digunakan untuk melawan ideologi komunisme dalam Perang Dingin dengan Uni Soviet.

Laporan itu merekomendasikan supaya mendukung apa yang disebutnya sebagai kelompok-kelompok moderat dan reformis dalam Islam, “dan sebaliknya menentang orang-orang atau kelompok yang mencoba untuk memaksakan hegemoni Islam terhadap dunia.” (islammemo.cc, 16/9/2010)


17 September 2010

Keutamaan Shaum Syawal


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Siapa saja yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, ia seperti berpuasa sepanjang masa. (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah, an-Nasa’i, Ahmad, ad-Darimi, al-Baihaqi dan Ibn Hibban)

Imam Muslim berkata, hadis ini dituturkan dari Yahya ibn Ayyub, Qutaibah ibn Sa’id dan Ali ibn Hujrin; semuanya dari Ismail. Ibn Ayyub juga berkata, hadis ini dituturkan dari Ismail ibn Ja’far, dari Saad ibn Said ibn Qays, dari Umar ibn Tsabit ibn al-Harits al-Khazraji, dari Abu Ayyub al-Anshari ra., dari Rasulullah saw. 

Adapun Imam at-Tirmidzi meriwayatkan hadis tersebut dari Ahmad ibn Mani’, dari Abi Muawiyah, dari Saad ibn Said, dari Umar ibn Tsabit, dan dari Abu Ayyub al-Abshari. Imam Tirmidzi berkata, “Hadis Abu Ayyub ini hadis hasan sahih.” 

Dalam sanad hadis di atas terdapat satu perawi yang diperselisihkan. Imam at-Tirmidzi berkata, “Sebagian ahli hadis mempermasalahkan Saad ibn Said dari sisi hapalannya.” 

Al-Mubarakfuri1 berkomentar: Al-Hafizh Ibn Hajar berkata di dalam At-Taqrîb, “Saad ibn Said ibn Qays ibn Amru al-Anshari, saudaranya Yahya, adalah seorang yang jujur, namun hapalannya buruk, termasuk thabâqât keempat.” 

Sekalipun demikian, Imam at-Tirmidzi mensahihkan hadis di atas. Al-Mubarakfuri menjelaskan, “Yang jelas, bahwa pensahihan beliau adalah karena banyaknya jalan periwayatan hadis tersebut. Sudah dijelaskan dalam Muqadimah (mukadimah Tuhfah al-Ahwâdzî, pen.) bahwa adakalanya Imam at-Tirmidzi mensahihkan hadis karena beragamnya jalan periwayatan. Apalagi Saad (dalam hadis di atas) tidak menyendiri (dalam meriwayatkannya), tetapi diikuti oleh Shafwan ibn Sulaim.”

Terdapat banyak riwayat lain yang semakna. Di antaranya riwayat yang dituturkan oleh Abu Hurairah, diriwayatkan oleh al-Bazar, ath-Thabrani dan Abu Nu’aim. Menurut al-Mubarakfuri, riwayat al-Bazar dan ath-Thabrani tersebut adalah hasan. Al-Mundziri sendiri mengatakan, salah satu jalur riwayat al-Bazar adalah sahih. Demikian juga riwayat yang dituturkan oleh Tsauban, mawla Rasulullah saw, diriwayatkan oleh Ibn Majah, an-Nasai, Ahmad, ad-Darimi, al-Bazar, Ibn Hibban dan Ibn Khuzaimah di dalam Shahîh-nya. Juga riwayat yang dituturkan oleh Bara’ ibn Azib yang diriwayatkan oleh ad-Daraquthni.2



Makna
Dari berbagai riwayat tersebut, dapat di istinbâth bahwa puasa enam hari pada bulan Syawal hukumnya adalah sunah. Ini pendapat Ibn al-Mubarak, Hasan Bashri, asy-Syafii, Ahmad dan mayoritas ulama. Pelaksanaannya, menurut mayoritas fukaha, bisa dilakukan sepanjang bulan Syawal baik di awal, tengah maupun akhir. Pelaksanaannya bisa berurutan ataupun terpisah-pisah.

Adapun Imam Malik dalam al-Muwatha’ dan Abu Hanifah berpendapat, puasa enam hari pada bulan Syawal itu hukumnya makruh. Alasannya, karena Imam Malik tidak mengetahui seorang pun dari ulama dan fukaha salaf yang menjalankannya dan karena khawatir orang awam akan mengaitkannya dengan Ramadhan; atau alasan Abu Hanifah dan Malik, karena bisa jadi orang akan menganggapnya wajib. Pendapat tersebut adalah keliru.3 Alasannya: Pertama, jelas ada pemisah dengan puasa Ramadhan, yaitu hari Idul Fitri. Kedua, tidak adanya orang yang menjalankannya tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak as-Sunnah. Ketiga, karena sunnah puasa enam hari pada bulan Syawal itu dinyatakan di dalam as-Sunnah dengan sangat jelas.

Puasa Ramadhan diikuti enam hari pada bulan Syawal itu “seperti puasa sepanjang masa”—dalam riwayat lain dinyatakan “seperti berpuasa setahun penuh”—karena Allah Swt. berfirman:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
Siapa saja yang membawa amal yang baik, baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya (QS al-An‘am [6]: 160).

Dengan demikian, puasa Ramadhan sebanding dengan puasa sepuluh bulan, dan puasa enam hari sebanding dengan puasa enam puluh hari atau dua bulan sehingga genap dua belas bulan atau setahun penuh. Itu pula yang dijelaskan oleh riwayat Tsauban, mawla Rasulullah saw. Ia berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بِشَهْرَيْنِ فَذَلِكَ صِيَامُ سَنَّةٍ
Puasa Ramadhan sebanding dengan puasa sepuluh bulan dan puasa enam hari sebanding dengan puasa dua bulan, dan itu sebanding dengan puasa setahun (HR. an-Nasa’i)

Hadis yang semakna dengan redaksi sedikit berbeda diriwayatkan oleh Ahmad, Ibn Majah, ad-Darimi, Ibn Hibban dan al-Baihaqi. Jadi, puasa Ramadhan yang diikuti enam hari di bulan Syawal seperti puasa setahun penuh. Jika setiap tahun seseorang berpuasa demikian maka ia bagaikan berpuasa sepanjang masa. 

Wallâh a‘lam wa ahkam. [Yahya Abdurrahman]

 


Catatan Kaki:
1   Al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwâdzî, III/388-390, Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut. tt.
2   Al-Mubarakfuri, Ibid; Al-Haytsami, Majma’ az-Zawâ’id, III/183-184, Dâr ar-Rayân li at-Turâts- Dâr al-Kitâb al-‘Arabi, Kaero-Beirut. 1407; Asy-Syaukani, Nayl al-Awthâr, IV/322, Dâr al-Jayl, Beirut. 1973.
3   Al-Mubarakfuri, Ibid; asy-Syaukani, Ibid; an-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim, VIII/56, Dâr Ihyâ’ at-Turâts al-‘Arabi, Beirut, cet. II. 1392; Mahmud Abd al-Lathif ‘Uwaidhah, al-Jâmi’ li Ahkâm ash-Shiyâm, hlm. 146-147, Muassasah ar-Risalah, Beirut, cet. II. 2005.



Langkah Ku



Lantunan suara alam mengelus kedua pundakku...
Mata berkaca tangan menggenggam dengan erat...
Putaran waktu membuat kita berfikir ketika melangkah...
Apa yang kita inginkan tak seperti apa yang kita bayangkan...
Hanya Cahaya-Nya yang bisa menuntun kita...
Dan hanya petunjuk-Nya lah yang bisa memberikan kita jalan...


Putaran waktu yang beputar terlalu cepat tuk dirasakan
tapi lama tuk dipijaki...
Tabir terbuka tapi hijab semakin tebal...
Hiruk pikuk dunia melupakan dan melenakan dirinya...
mereka hidup tapi tak tau apa yang mereka lakukan,
bagai mayat hidup yang berjalan diatas bumi...
Hidup tapi Mati...
hidup-terbungkus hawa nafsu, mati-menutup akan al haq


Kulangkahkan kakiku dibumi ini dengan perlahan...
Kusisir jalan-jalan penuh dengan duri-duri yang tajam...
Kutengok kekanan dan kekiri penuh dengan mayat-mayat hidup yang berjalan...
Kupandangi langit malam terlintas cahaya kehidupan...
kutundukan wajahku dikala malam dengan mengharapkan ampunan dan pertolongan...
Kuyakin janji-Mu akan segera datang...




( C.Supriadi Ats Tsauriy )


 

Israel akan Kembali Lakukan Penggalian Baru di Bawah Masjid Al-Aqsha

Warga Palestina memberi peringatan terhadap skema baru Israel untuk aksi yahudisasi al-Quds (Yerusalem) bersamaan dengan rencana Tel Aviv mempersiapkan diri untuk melakukan penggalian di dekat Masjid Al-Aqsha yang sangat dihormati umat Islam.

Pemerintah Israel telah merencanakan penggalian besar di dekat Tembok Ratapan dan halaman di sebelah barat Masjid Al-Aqsha, lembaga Palestina untuk Warisan Budaya memperingatkan pada hari Rabu lalu.

"Pihak berwenang pendudukan merencanakan untuk melakukan Yahudisasi pada tembok Ratapan (al-Buraq) dan daerah sekitar masjid Al-Aqsha di atas dan di bawah tanah," kata lembaga ini dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Palestina Sama.

Komisi Perencanaan Pembangunan Daerah Israel diharapkan meratifikasi sebuah proyek untuk membangun di area seluas 600 meter persegi di atas dan di bawah tembok Ratapan, menurut pernyataan itu.

Pelaksanaan plot seperti itu, bersamaan dengan skema Israel lainnya, yang akan menjadi ancaman langsung terhadap al-Aqsha dan Tembok Ratapan sebagai bagian integral dari masjid, terutama karena penggalian akan dilakukan di bawah dasar masjid dan berdekatan dengan bangunan masjid.

"Pasukan pendudukan Israel dan fakta sehari-hari di lapangan terkait dengan kehancuran warisan Islam dan Arab al-Quds saat ini berpacu dengan waktu untuk yahudisasi area di bawah dan sekitar Masjid al-Aqsha."
Tembok Ratapan, terletak di sisi barat Gunung Bait Suci (Noble Sanctuary) di Kota Tua Israel yang menganeksasi al-Quds. (fq/prtv)

(eramuslim.com)

12 September 2010

Protes Rencana Pembakaran Quran: Muslim Inggris Bakar Bendera AS

Aktivis Muslim Inggris berencana untuk membakar bendera Amerika di luar kedutaan besar AS pada tanggal 11 September untuk menentang rencana pembakaran Al Qur’an oleh seorang pendeta Kristen AS pada hari yang sama.
 
Aksi ini diharapkan diikuti kelompok lain untuk melakukan pembakaran bendera AS di Amerika Serikat, Belgia, Irlandia, Libanon dan Indonesia.

Rencana pembakaran Qur’an pada ulang tahun kesembilan peringatan 11 September, menjadi perhatian di seluruh dunia dan sudah berlangsung protes di Afghanistan dan Indonesia, yang negeri muslim yang paling padat penduduknya di dunia.

Choudary, seorang aktivis Inggris keturunan Pakistan mengatakan: bahwa seorang Muslim tidak akan pernah membakar Alkitab atau kitab suci Yudaisme, Taurat, karena mereka percaya ini berisi firman Allah.
Bendera, sebaliknya, merupakan sasaran yang tepat.

Dia mengatakan: “Kami telah menyerukan masyarakat untuk membakar bendera Amerika sehingga bukannya dipermalukan atau menjadi diintimidasi mereka dapat membuat hari ini sebagai hari untuk mengingat kekejaman yang dilakukan di tanah-tanah Muslim dan untuk mengekspos agresor.”

Serangan 11 September terhadap kota-kota Amerika Serikat telah menjadi simbol dari “konflik antara Islam dan musuh umat Islam, saat ini diwakili oleh rezim Amerika, dan nyata terlihat penajajahan mereka terhadap tanah muslim,” kata Choudary.

Dia juga menyebutkan waktu untuk membakar bendera AS di London belum ditetapkan.
Sebuah website Islam, RevolutionMuslim.com, mengatakan peristiwa London akan berlangsung pada 13:00 waktu setempat. (mediaumat.com, 10/9/2010)


2 September 2010

Mengagungkan dan Mengamalkan Alquran

Bulan Ramadhan sudah beberapa hari kita jalani. Sebagian ulama berpendapat, Ramadhan adalah bulan agung (syahr ‘azhîm), bulan mulia (syahr ‘ali) dan bulan penuh berkah (syahr mubârak). Di antara keagungan, kemuliaan dan keberkahan bulan Ramadhan karena dalam bulan inilah Alquran diturunkan (QS al-Baqarah [2]: 185), selain karena dalam bulan ini pula biasanya kaum Muslim lebih banyak lagi membaca dan mengkaji Alquran.

Keagungan Alquran. Keagungan Alquran bukan hanya karena ia diturunkan pada bulan yang istimewa, yakni Ramadhan. Keagungan Alquran tentu saja karena ia adalah kalamullah. Sebagai kalamullah, Alquran adalah kitab yang tak ada tandingannya. Allah SWT berfirman (yang artinya): Tidakkah kalian memperhatikan Alquran? Seandainya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka bakal menjumpai banyak pertentangan di dalamnya (TQS an-Nisa’ [4]: 82).

Allah SWT pun berfirman (yang artinya): Jika kalian tetap dalam keraguan tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surah saja yang serupa dengan Alquran itu, dan ajaklah para penolong kalian selain Allah jika kalian memang orang-orang yang benar (TQS al-Baqarah [2]: 23).

Tidak aneh jika Baginda Rasulullah saw. pun bersabda, “ Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah…” (HR Ahmad).

Keutamaan membaca, mengkaji dan mengamalkan Alquran. Baginda Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR al-Bukhari).

Rasul juga bersabda, “Orang yang membaca Alquran dan dia menguasainya akan bersama-sama para malikat yang mulia dan baik. Adapun orang yang membaca Alquran secara terbata-bata dan merasakan kesulitan akan mendapatkan dua pahala.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Rasul pun bersabda, “Tak ada iri kecuali terhadap dua orang: orang yang Allah beri Alquran, lalu ia mengamalkannya siang-malam; orang yang Allah beri harta, kemudian ia menginfakkannya siang-malam.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dosa Mengabaikan Alquran. Jika membaca, mengkaji dan mengamalkan Alquran dianggap sebagai perbuatan mulia, maka mengabaikan Alquran tentu merupakan perbuatan tercela. Allah SWT berfirman (yang artinya): Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran ini sebagai sesuatu yang diabaikan.” (TQS al-Furqan [25]: 30).

Rasulullah SAW mengadukan perilaku kaumnya yang menjadikan Alquran sebagai mahjûr[an]. Mahjûr[an] merupakan bentuk maf‘ûl, berasal dari al-hujr, yakni kata-kata keji dan kotor. Maksudnya, mereka mengucapkan kata-kata batil dan keji terhadap Alquran, seperti tuduhan Alquran adalah sihir, syair, atau dongengan orang-orang terdahulu (QS al-Anfal [8]: 31). Bisa juga berasal dari al-hajr yakni at-tark (meninggalkan, mengabaikan, atau tidak memedulikan). Jadi, mahjûr[an] berarti matrûk[an] (yang ditinggalkan, diabaikan, atau tidak dipedulikan) (Lihat: at-Thabari, 9/385-386)

Banyak sikap dan perilaku yang oleh para mufasir dikategori hajr al-Qur’ân (meninggalkan atau mengabaikan Alquran). Di antaranya adalah-menurut al-Qasimi (7/425)-menolak untuk mengimani dan membenarkannya; tidak men-tadaburi dan memahaminya; tidak mengamalkan dan mematuhi perintah dan larangannya; berpaling darinya, kemudian berpaling pada lainnya, baik berupa syair, ucapan, nyanyian, permainan, ucapan, atau tharîqah yang diambil dari selainnya; sikap tidak mau menyimak dan mendengarkan Alquran; bahkan membuat kegaduhan dan pembicaraan lain sehingga tidak mendengar Alquran saat dibacakan, sebagaimana digambarkan Allah SWT (Lihat QS Fushshilat [41]: 26).

Alquran memberi syafaat. Alquran akan memberikan syafaat (pertolongan) pada Hari Kiamat nanti kepada orang yang biasa membaca, mengkaji dan mengamalkannya. Baginda Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah oleh kalian Alquran karena ia akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membaca dan mengamalkannya.” (HR Muslim).

Rasulullah bersabda, “Puasa dan Alquran itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada Hari Kiamat nanti. Puasa akan berkata, ‘Tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. Karena itu, perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya.’ Alquran pun berkata, ‘Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari. Karena itu, perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya.’ Lalu syafaat keduanya diperkenankan.” (HR Ahmad, al-Hakim dan ath-Thabrani).

Semoga kita yang saat ini sedang berpuasa Ramadhan dan banyak membaca Alquran, termasuk orang yang akan mendapatkan syafaat puasa dan Alquran pada Hari Kiamat nanti. Amin.Wa ma tawfiqi illah billah. [arief b. iskandar]

Muslim di Buleleng Dikepung Warga Hindu

Warga Muslim di Banjar Kauman, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng,  Bali terisolasi sejak kemarin (29/8). Mereka dikepung warga Hindu. Seluruh akses jalan ke perkampungan Muslim itu diblokir. Satu-satu akses yang masih terbuka hanyalah melalui laut.

Pengepungan Banjar Kauman ini diawali oleh perkelahian pemuda dari Banjar Kauman (Muslim) dan Banjar Pala (Hindu) saat menonton konser musik Bondan Prakoso di lapangan Kec. Seririt, Sabtu (28/8). Mereka kejar-kejaran dan saling lempar hingga Ahad (29/8) dini hari.

Tidak cukup di arena pertunjukan, warga Hindu terus mengejar pemuda Banjar Kauman hingga di perkampungan. Sekitar 29 rumah warga dirusak, termasuk satu sepeda motor. Delapan warga terluka.

Bentrokan antar warga itu sempat diredam apara kepolisian yang datang satu jam kemudian. Malam itu juga Kapolres Buleleng AKBP Muhammad Yudhi Hartanto bersama Dandim 1609/Buleleng Letkol (inf) Suhardi dan Kabag Humas Protokol Pemkab Buleleng Gede Gunawan AP serta pejabat kementerian agama Kab. Buleleng turun ke lapangan untuk menghentikan pertikaian itu.

Ahad sekitar pukul 14.00 WITA pemerintah daerah Kab. Bulelang berinisiatif mendamaikan pihak yang bertikai dalam sebuah pertemuan di Mapolsektif  Seririt. Pertemuan ini dipimpin Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Buleleng Nengah Widiana Sentosa dan dihadiri Camat Seririt Putu Karyaman serta Kapolsek Seririt I Wayan Wetem. Perdamaian tercapai.

Namun perdamaian itu tak berumur panjang. Ahad malam sekitar pukul 21.00 WITA, Masjid As-Sholihin tiba-tiba diserang oleh warga Banjar Pala. Saat itu warga Banjar Kauman sedang melaksanakan shalat tarawih.

Serangan itu membuat warga Banjar Kauman tak bisa menerima karena sebelumnya telah terjadi perdamaian. Warga mengejar pihak penyerang hingga ke perbatasan banjar. Polisi kembali datang dan memisahkan kedua banjar yang berbeda agama ini. Sejak saat itulah warga Banjar Kauman tak bisa ke mana-mana kecuali lewat laut.

Malah berkembang kabar, dua desa di sekitar Seririt yang mayoritas Hindu (Ds. Bubunan dan Ds. Petemon) akan ikut menyerang Banjar Kauman pada Senin (30/8) malam ini. Mereka akan melakukan itu karena ada isu bahwa Pura leluhur mereka dirusak warga Muslim. Padahal fakta di lapangan tidak ada Pura yang rusak.
Kini warga Banjar Kauman tegang. Mereka khawatir akan datang serangan dari warga Hindu. Mereka pun mempersiapkan diri dengan senjata apa adanya.

Jumlah kaum Muslimin di Banjar Kauman sekitar 350-400 KK. Desa ini dikelilingi perkampungan Hindu. Kejadian serupa sudah berlangsung yang keenam kali sejak tahun 2000. Kaum Muslimin yang minoritas-17 persen di Buleleng dan 7-8 persen di Bali-selalu dalam posisi terdzalimi.[] HAU ( media umat.com )


“Pembakaran Al Qur’an”: Rencana Keji Kaum Salibis

UNTUK ke sekian kalinya umat Islam diuji iman dan kesabarannya. Betapa tidak. Di bulan Ramadhan yang berkah ini umat dihadapkan pada propaganda busuk sekelompok kaum Kristiani (Salibis) di AS. Terry Jones, pendeta (pastor) senior Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, menyerukan ke seluruh gereja dunia dan warga Amerika untuk terlibat memperingati Tragedi 11 September 2001 (Penghancuran Gedung Kembar WTC) dengan menjadikannya sebagai “International Burn a Koran Day” (Hari Membakar Alquran Internasional). Hari tersebut kemungkinan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1431 H. 

Sebelumnya (akhir Juli lalu), propaganda keji dan permusuhan terhadap Islam mereka cetak dalam bentuk kaos bertuliskan “Islam is Of The Devil” (Islam adalah Setan). Kampanye juga dilakukan melalui jejaring sosial (Facebook) dan Youtube. Mereka menuliskan pesan kebencian dan tantangan terhadap umat Islam di laman Facebook-nya: “On September 11th, 2010, from 6pm - 9pm, we will burn the Koran on the property of Dove World Outreach Center in Gainesville, FL in remembrance of the fallen victims of 9/11 and to stand against the evil of Islam. Islam is of the devil (Pada 11 September 2010, mulai 6:00-9:00 kita akan membakar al-Quran milik Dove World Outreach Center di Gainesville, FL untuk mengenang korban yang jatuh 9/11 dan bersiap melawan kejahatan Islam. Islam adalah dari setan)!”

Ibarat gayung bersambut, seruan di atas mendapatkan respon cukup besar dari berbagai pihak, tidak kurang dari 6,690 orang lebih menyukai pesan di dinding facebook tersebut. Komentar yang muncul pun sangat kasar dan kental dengan aroma kebencian. Kata-kata kotor yang kurang ajar diumbar begitu saja, tidak hanya ungkapan yang melecehkan dan menghina al-Quran, tetapi juga menghina Baginda Rasulullah saw. dan Allah Rabbul ‘Izzati.

Pendeta Terry Jones mengatakan, dia telah menerima tawaran dari “ekstremis sayap kanan”, yang akan menerjunkan antara 500 sampai 2.000 anggota milisi sipil bersenjata, untuk melindungi tempatnya (gereja) pada tanggal 11 September. Menurut pernyataan yang diterima dari Gereja Dove World Outreach Center, pendiri organisasi bersenjata, Shannon Carson, berkata, “Kami sepenuhnya mendukung upaya Gereja Dove World Outreach Center untuk mengakhiri gagasan bahwa Islam adalah agama damai…Justru Islam adalah kultus kekerasan dengan tujuan dominasi dunia.”

Fakta juga berbicara, kecemasan melanda umat Islam di Amerika. Rasa aman mereka sebagai warga negara di negara yang katanya menjunjung tinggi HAM adalah omong-kosong. Umat Islam menjadi obyek tindakan rasialis oleh mayoritas non-Muslim (Kristiani Amerika). Tak jarang ancaman pembunuhan juga mengintai mereka setiap saat. Di Queens pada hari Rabu malam, misalnya, seorang pria mabuk masuk masjid dan kencing di sajadah sambil berteriak “Teroris!” Pada malam yang sama, di Fresno, California, sebuah masjid dirusak: jendela dipecahkan dan sebuah grafiti ditinggalkan. Bunyinya, “Tidak ada kuil untuk dewa terorisme.” (Republika.co.id, 30/8).

Kekerasan dan teror secara mental dan fisik terhadap kaum Muslim diperkirakan semakin meningkat menjelang Peringatan 11 September.

Alasan Bodoh Terry Jones

Pendeta Terry Jones, sebagaimana dilansir News.au, menuduh Islam dan hukum syariah bertanggung jawab atas aksi terorisme terhadap World Trade Center di New York pada 11 September 2001. “Islam adalah setan. Agama itu menyebabkan jutaan orang masuk neraka; agama menipu; agama kekerasan…,” katanya saat wawancara dengan CNN.

Dalam situsnya, mereka mengemukakan sepuluh alasan mengapa al-Quran harus dibakar. Di antaranya, al-Quran dianggap tidak asli, tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan dan mengajarkan totalitarisme kekuasaan. Islam juga dianggap tidak sesuai dengan demokrasi, HAM, dan Barat.

Penyakit Islamophobia 

Langkah Gereja Dove World Outreach Center menunjukkan betapa Islamophia (ketakutan terhadap Islam) merebak luas di kalangan orang Amerika. Langkah gereja itu tidak bisa dilepaskan dari rencana global untuk memojokkan Islam setelah Serangan 11 September 2001, yang diklaim dilakukan oleh ‘teroris’ Muslim. Sejak itulah Amerika melancarkan ‘perang melawan terorisme’ atau War on Terrorism (WOT), dengan menjadikan Islam sebagai sasaran. Padahal Theiry Meyssan, wartawan asal Prancis, dalam investigasinya menemukan bahwa apa yang dikatakan oleh pemerintah Amerika dan didukung oleh media massanya (yang 90 persennya milik Yahudi) adalah bohong besar. Ia mengungkap temuannya dalam buku berjudul 9/11 The Big Lie America. 

Jadi, aneh dan sinting jika Pendeta Terry Jones membuat logika: WTC runtuh dan pelakunya adalah Muslim yang terinspirasi oleh al-Quran, karenanya al-Quran harus dibakar sebagai simbol perlawanan. Nyata sekali, ini logika membabi buta dan mabuk. Kebencian dan permusuhan di mulut dan di dada merekalah yang menjadikan Islam tetap dianggap sebagai agama teroris.

Justru dunia menyaksikan bagaimana dengan semangat “Perang Salib” George W Bush menjadikan Amerika negara penjajah yang biadab: menghancurkan Afganistan dan Irak, membunuh lebih dari 1,5 juta orang sipil serta meninggalkan infrastruktur yang luluh-lantak dan derita nestapa yang belum ada ujungnya hingga saat ini. Jelas, Amerikalah teroris sejati

Kenyataan ini makin menegaskan kebenaran firman Allah SWT: 

وَلَن تَرضىٰ عَنكَ اليَهودُ وَلَا النَّصٰرىٰ حَتّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (QS al-Baqarah [2]: 120).

Allah SWT juga menegaskan lagi hakikat mereka itu dalam firman-Nya: 

لا يَألونَكُم خَبالًا وَدّوا ما عَنِتُّم قَد بَدَتِ البَغضاءُ مِن أَفوٰهِهِم وَما تُخفى صُدورُهُم أَكبَرُ

Mereka (kaum kafir) tidak pernah berhenti (menimbulkan) kemadaratan atas kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi (QS Ali Imran [3]: 118).


http://hizbut-tahrir.or.id/2010/09/02/pembakaran-al-quran-rencana-keji-kaum-salibis/

Bedah Survey: 87,9% Sepakat Penerapan Syariah

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap urgensi penerapan Syariah dan Khilafah semakin tinggi. Demikianlah benang merah yang dapat diambil dari kegiatan Bedah Survey Syariah yang diselenggarakan oleh DPC Hizbut Tahrir Indonesia Kec. Rancaekek, Kab. Bandung pada Ahad, 22 Agustus 2010.

Kesimpulan tersebut disampaikan Ust. Budi Harsanto, S.E., M.M. anggota HTI Kab. Bandung yang juga peneliti sekaligus penanggung jawab Survey Syariah Kec. Rancaekek di sela-sela berlangsungnya acara.  Beliau menyampaikan setelah pengolahan data yang cukup ketat akhirnya diketahui beberapa hasil menarik dari kegiatan Survey Syariah tersebut diantaranya bahwa tingkat penerimaan masyarakat di Kec. Rancaekek terhadap penerapan syariah Islam sebanyak  87,99%, sementara 85,92% masyarakat meyakini bahwa Syariah Islam akan menjadikan Indonesia lebih baik, tingkat pengetahuan masyarakat Kec. Rancaekek akan syariah pun cukup tinggi yakni 74,47%.

Survey yang dilaksanakan dari tanggal 24 Mei s.d. 6 Juni 2010 tersebut dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap syariah dalam scope kecamatan serta mengetahui gambaran pengetahuan dan penerimaan masyarakat Kecamatan Rancaekek mengenai Syariah Islam.

Sementara itu pembicara ke-2 Ust. Adam Romulo, S.Si DPD II HTI Kab. Bandung dalam paparannya menjelaskan bahwa tingginya tingkat dukungan masyarakat terhadap penerapan Syariah dan Khilafah, sejatinya diimbangi dengan kerja keras para pengemban dakwah untuk menyambut dukungan tersebut dengan cara menjelaskan kepada masyarakat mengenai detail Syariah Islam dan penerapannya seraya menyeru mereka untuk berada di garda terdepan dalam perjuangan menegakkannnya, sebab menurut beliau, jika hasil survey ini benar atau relevan dengan kenyataan di lapangan, maka tegaknya Syariah dan Khilafah hanya masalah waktu saja. “Kapan akan tegak akan dikembalikan pada kita mau kapan menegakkannya…” tuturnya.

Pada sesi testimoni tokoh Ust. Aries Alamsyah salah seorang tokoh masyarakat Rancaekek menyampaikan optimismenya terhadap makin dekatnya penerapan syariah Islam di Indonesia, beliau mengajak kepada semua kalangan terutama para pengemban dakwah untuk terus berjuang tanpa lelah dan menjadikan hasil survey ini sebagai pemompa semangat agar tegaknya Syariah dan Khilafah bisa segera terwujud melalui dukungan umat.***  (Humas HTI Kec. Rancaekek)

  • Profil Responden
o   Responden berjumlah 3.898 orang. Tersebar di seluruh desa yang ada di Rancaekek (13 desa).
o   Reponden laki-laki 47%, perempuan 53%.
o   Hampir seluruh responden (99,9%) beragama Islam.
o   Usia responden terbanyak pada rentang 31 sd 40 tahun (28,12%). Usia rata-rata 39%. Usia termuda 12 tahun. Usia tertua 97 tahun.
o   Pendidikan terakhir responden terbanyak adalah SMA (36%).
o   Pekerjaan responden terbanyak adalah lain-lain (termasuk Ibu Rumah Tangga) sebanyak 54% dan buruh/karyawan industri 19%.
 Penyerahan Hasil Survey Kepada Ketua DPC HTI Rancaekek
Peserta Akhwat Memadati Masjid
 
Ust. Adam Romulo, S.Si sedang memaparkan materi


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites