Pandangan Islam Tentang Asuransi

Asuransi syariah dikampanyekan sebagai alternatif bagi kaum muslim untuk menjalankan akad asuransi. Sesuai dengan fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) tentang Pedoman Umum tentang Asuransi Syariah disebutkan bahwa asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Yang Teristimewa Bagi Wanita

"...Wahai pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita. Tak usah jemu kau kabarkan bahwa mereka adalah lambang kemuliaan. Sampaikanlah bahwa mereka adalah aurat ..."

Sistem Pemerintahan Islam Berbeda dengan Sistem Pemerintahan yang Ada di Dunia Hari ini

Sesungguhnya sistem pemerintahan Islam (Khilafah) berbeda dengan seluruh bentuk pemerintahan yang dikenal di seluruh dunia

Video: Puluhan Ribu Warga Homs Suriah Berikrar, Pertolongan Bukan dari Liga Arab atau Amerika Tapi dari Allah!

.

Analisis : Polugri AS di Asia Tenggara

Secretary of State Amerika Serikat Hillary Clinton 21 Juli 2011 lalu berkunjung ke Indonesia. Sebelumnya, dia melawat dua hari ke India untuk ambil bagian dalam konferensi tingkat menteri ASEAN yang diselenggarakan di Bali 22 Juli.

Khilafah: Solusi, Bukan Ancaman

Berbagai macam dampak destruktif akibat penerapan sistem kapitalis-sekular telah mendorong manusia untuk mencari sistem baru yang mampu mengantarkan mereka menuju kesejahteraan, keadilan, kesetaraan dan kemakmuran. Dorongan itu semakin kuat ketika kebijakan-kebijakan jangka pendek dan panjang selalu gagal mencegah dampak buruk sistem kapitalis.

MIMPI PARA ULAMA BUKAN SEMBARANG MIMPI

Apakah Anda tadi malam bermimpi? Apa mimpi Anda? Kata orang, mimpi hanyalah kembang (bunga) orang tidur. Maksudnya, mimpi tidak bermakna signifikan. Tapi, sebenarnya tidak semua mimpi tak ada artinya.

Nasehat Imam Abdurrahman bin Amru al-Auza’iy :Empat Tipe Pemimpin

Ada nasihat berharga yang disampaikan Imam Abdurrahman bin Amru al-Auza’iy kepada Khalifah Abu Ja’far al-Manshur, ketika ulama besar itu dimintai nasihat.

Tampilkan postingan dengan label Orbit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orbit. Tampilkan semua postingan

10 Desember 2010

Wahai Anakku, Kami Menginginkan Pahala Itu

Ya Bunayya,..engkau buah hati kami. Padamu tergantung masa depan kami. Dunia kami dan akhirat kami. Hilang letih dan lelah kami ketika melihat engkau beranjak dewasa tumbuh dengan akhlak mulia. Wahai anakku,… engkau hidup di penghujung zaman yang semakin banyak kerusakan dan fitnah yang menyambar setiap detik nafasmu. Jikalah tidak engkau bergantung pada Zat Yang Maha Kuat dan Kuasa pada siapa lagi engkau kan berlari.

Kami tidak perduli melihat para orang tua yang sibuk memilih dunia untuk belahan jiwa mereka. Yang berkorban dengan apa saja agar anak-anaknya berhasil meraih pangkat dan kedudukan di hati manusia. Yang bila mana kami lupa memanggil anaknya dengan nama biasa, maka mereka akan segera tergesa-gesa meralat,.. maaf anak kami adalah seorang dokter panggillah nama depannya dengan jabatannya.

Duhai penyejuk hati yang gundah,… kami menginginkan dunia hanya sebagai bekal untukmu menuju akhirat yang abadi. Karena itu kami tidak kecewa bila mendapati nilai C pada matematikamu atau fisikamu. Tetapi sungguh kami akan menangis dan berduka bila engkau lalai pada perintah Rabbmu.

Duhai penyejuk mata,…. di hari yang semakin mendekati kepunahan. Tak lelah kami mendidikmu dengan Al-Qur’an. Betapa engkau sangat kami inginkan menjadi penghafal dan pengamal Al Qur’an. Siang malam kami bersabar dan tak kecewa membetulkan bacaanmu yang yang tertatih-tatih dan terlupa dari satu ayat Al-Qur’an.Demikian pula doa senantiasa kami panjatkan untuk kalian agar Allah memberi kemudahan.

Untukmu bunayya,… bersabarlah di hari yang sulit ini. Sungguh engkau akan menikmati jerih payahmuketika dewasa nanti.Janganlah engkau lupakan kami dalam doamu .Semoga Allah di kemudian hari, memberi kelapangan pada kubur kami yang sempit nanti.

Ya bunayya,…. engkau pasti kan bertanya, mengapa orang tua kami melakukan hal ini untuk kami? Jawabnya,… karena ia adalah suatu kebiasaan yang telah di wariskan oleh para pendahulu kita(salafus shalih).Begitu pula telah kami dapati dalam ucapan Nabimu yang mulia shalallahu alaihi wassalam diriwayatkan dari Buraidah bin Hushaib radhiyallahu anhu ia berkata: “Pernah ketika aku sedang berada di sisi Rasulullahshalallahu alaihi wassalam maka aku pernah mendengar beliau bersabda,

“Al-Qur’an itu akan menemui ahlinya pada hari kiamat ketika kubur telah terbelah seperti seorang laki-laki yang berwajah putih berseri. Ia berkata pada laki-laki tadi,”Apakah kamu mengenaliku?” dia menjawab,”Aku tidak mengenalimu” Ia berkata,”Aku adalah temanmu, Al-Qur’an yang dulu selalu membuat kering tenggorokanmu di siang hari dan begadang di malam hari. Dan setiap pedagang tentulah mengharapkan keuntungan dari barang dagangannya, dan kamu pada hari ini mendapatkan keuntungan dari usahamu.”Kemudian di berikan untuknya kerajaan di tangan kanannya dan keabadian (surga) ditangan kirinya, di letakkan mahkota kebesaran di kepalanya, dan dikenakan bagi kedua orangtuanya dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya berkata: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu” Kemudian diperintahkan kepadanya, Bacalah (Al-Qur’an) dan naikilah tangga-tangga surga dan masuklah ke kamar-kamarnya” Maka dia terus naik (derajatnya) selama dia membacanya dengan cepat atau dengan cara tartil (perlahan-lahan)” (HR. Ahmad  dalam kitab Al-Musnad, 5/238)

Dan juga dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang marfu’ (sampai) kepada Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda,

“…. dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia dan seisinya. Keduanya berkata, “Ya Rabb, Bagaimana kami bisa mendapatkan balasan seperti ini !! dikatakan :”Dengan mendidik Al-Qur’an kepada anak-anakmu” (HR. Ath-Thabrani dalam kitab Al Ausath, 6/51, hadits no.5764).

Wahai bunayya,.. betapa kami menginginkan pahala itu. Kami-pun menyadari tidaklah mudah untuk mendapatkannya. Karena memang segala sesuatu harus diraih dengan kerja keras yang gigih dan kesabaran yang tak bertepi. Lelah dan letih kami akan di hargai-Nya karena Allah Yang Maha Mulia telah berfirman:

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya (39) dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya (40) Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna” (41). (An-Najm :39-41).

Sungguh kami yakin wahai bunayya,… jika sekiranya para orangtua mengetahui keutamaan dan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya karena mengajarkan Al-Qur’an pada buah hati mereka, niscaya mereka akan berlomba-lomba untuk mengajarkan anak-anaknya Al-Qur’an, membimbing mereka untuk selalu membaca, menghayati maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan yang fana ini. (jilbab.or.id)

Sumber bacaan :
  1. Tafsir Ibnu katsir jilid 9 , Pustaka Imam ASy-Syafi’i, Jakarta, 2008.
  2. Keagungan Al-Qur’an Al-karim, Syaikh Mahmud Al Dosari, Maktabah Darus salam, Riyadh, 2006.

7 Desember 2010

LIVE NOW : Konferensi Mahasiswi Jawa Barat on USTREAM

BKLDK – DKM Unpad – Kalam UPI – HATI ITB – LSPI UIN Sunan Gunung Djati - LDK UMI Unikom – FASIH Unisba, dengan bangga mempersembahkan:


Konferensi Mahasiswi Jawa Barat
“Mahasiswi Jawa Barat Bicara: Kontribusi Kampus untuk Kebangkitan Jawa Barat dan Indonesia”


Tanggal : Selasa, 7 Desember 2010
Pukul : 07.30 – 12.00 WIB
Tempat : Aula Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung

Menghadirkan:

Keynote speech:
1. Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, D.E.A. (Rektor Universitas Padjadjaran) *
2. Hj. Netti Prasetiani Heryawan (Ibu Gubernur Jawa Barat)

Intellectual speech:
1. Dr. Hendri Saparini (Pengamat Ekonomi Nasional)
2. Prof. Dr. Ina Pramiana (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Padjdajaran)
3. Indira S. Rachmawaty, S.IP., M.Ag. (Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati)
4. Iffah Rochmah (Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)

Orasi Perwakilan Mahasiswi Unpad, ITB, UIN SGD, Unikom, dan kampus-kampus lainnya.

Dihadiri oleh 1.000 mahasiswi seluruh Jawa Barat kembalikan peran sebagai agent of change yang bertanggung jawab dan ambil bagian dalam membuat arus perubahan menuju Jawa Barat dan Indonesia bangkit dengan Syariah dan Khilafah.

LIVE :


2 Desember 2010

Prakata PENA

أجمل الكلمات هي "الدعوة" وسائل الاعلام الجيد هو "القرآن" والجمباز وصحية هو "الصلاة" هو غذاء مثالي الصوم" نظافة منعشة هو "ودو" هو رحلة جميلة "الحاج" خيال تعي جيدا "الخطيئة والتوبة

Perkataan yang indah adalah "Dakwah"
Media yang baik adalah "Alqur'an"
Senam yang sehat adalah "Sholat"
Diet yang sempurna adalah "Puasa"
Kebersihan yang menyegarkan adalah "Wudhu"
Perjalanan yang indah adalah "Haji"
Khayalan yang baik adalah ingat akan "Dosa dan Taubat"

Sebaris langkah seakan terbaca dalam sebuah realita yang penuh akan dusta, gemerlap kilau dunia palsu berslimut dengan tipu daya, merayu para Pengemban perubahan peradaban demi menyelamatkan kedudukan. ketika keindahan fatamorgana di tawarkan membungkus racun-racun yang di hidangkan. Sungguh munculnya kerusakan(fasad) yang ada akibat tatanan peradaban yang hina, yang mengemban ideologi sampah(kapitalis), yang membuat hidup tak terarah bagai binatang tak berakal yang memakan sampah.

Dengar.. dengarkanlah hembusan angin dikala malam, banyak suara harapan yang berterbangan dilangit nan tenang. tapi terkadang banyak yang lupa akan hal itu, karena tak sadar akan ke fasadan yang ada dihadapan. padahal Allah Swt telah mengingatkan dalam firman-Nya.

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Berbagai hiruk pikuk kehidupan yang seharusnya membuat kita peka akan  hal itu, karena deretannya begitu sangat jelas dan sangat nyata, orang mengais hidup tanpa tertata, berjalan bagai air bah tanpa batas tak terarah yang hanya mengurusi isi perutnya saja, miris demikian adanya.

Sebuah kata yang dirangkai dan di tata nan sedehana, dengan mengunakan berbagai gaya bahasa yang ada seakan tiada guna tanpa makna bila tanpa rasa dan asa. Namun itu semua hanyalah prakata pena.

C. Supriadi Ats Tsauriy.

25 November 2010

Feminisme Tak Membuat Perempuan Bahagia

Persamaan hak kaum perempuan dan laki-laki  menjadi isu yang tidak pernah berhenti dibahas di kalangan aktivis perempuan.

Kalangan feminis memanfaatkan istilah "hak asasi" dan "pemberdayaan" perempuan untuk menyuarakan gerakan feminisme.

Sekilas, konsep feminisme tidak bermasalah karena bertujuan untuk mengangkat derajat kaum perempuan yang selama ini dianggap didiskriminasikan dan dilanggar hak-haknya oleh kaum lelaki.

Tapi konsep feminisme yang notabene berasal dari Barat dan menggunakan standar-standar kehidupan perempuan Barat yang cenderung bebas.

Belakangan diketahui banyak menimbulkan masalah bagi kaum perempuan itu sendiri. Mereka justeru tidak bahagia dalam hidupnya, bahkan banyak diantara kaum perempuan yang terjerumus dalam tindak kriminal.

Sahar El-Nadi, seorang instruktur profesional dan penceramah di bidang komunikasi antar budaya dalam artikelnya "The Other Side of Feminism" mengungkap konsep feminisme ala Barat yang bermasalah itu.

Ia mengatakan, konsep feminisme jadi problem karena dengan alasan persamaan hak dan kesetaraan, sadar atau tidak sadar perempuan ditanamkan pemikiran dan pandangan bahwa kaum lelaki adalah manusia yang agresif, emosional, memonopoli lapangan kerja dan menutup kesempatan bagi kaum perempuan untuk memiliki banyak pilihan selain hanya mengurusi urusan rumah tangga.

Agenda feminisme yang dikedepankan kaum feminis sekarang ini, tulis El-Nadi, adalah persamaan hak yang cenderung membuat perempuan "identik" dengan laki-laki.

Mereka menolak argumen bahwa kaum lelaki dan perempuan memiliki perilaku yang berbeda karena peran mereka dalam hidup pun berbeda. Kaum feminis akan menyebut orang-orang yang beragumen demikian sebagai orang yang 'seksis', dikriminatif, pendukung "agenda chauvinis kaum lelaki" dan ingin mengendalikan kaum perempuan dalam sebuah sistem masyarakat yang patriarkis.

Kesetaraan menurut konsep feminisme, bahwa laki-laki dan perempuan harus memiliki kehidupan yang sama, tanggung jawab yang sama dan pada akhirnya mengalami tekanan hidup yang sama. Apakah konsep itu membuat kaum perempuan bahagia? Ternyata tidak.

Semakin perempuan merasa berhasil menjalankan standar-standar feminisme itu, kenyataannya semakin mereka merasa sengsara. Lembaga General Social Survey pernah melakukan penelitian tentang hal ini di kalangan masyarakat AS.

Mereka meneliti bagaimana mood masyarakat AS dari mulai tahun 1972 hingga sekarang, dan hasilnya, kaum perempuan AS yang notabene menganut konsep feminisme, kehidupannya lebih suram dibandingkan kaum lelaki.

Perempuan mengalami kondisi yang lebih buruk, karena mereka diminta untuk memainkan dua peran bukan satu peran bahwa tugas perempuan di dalam rumah dan tugas laki-laki mencari nafkah di luar.

Dibawa 'revolusi feminisme' kaum perempuan menang dalam mendapatkan apa yang disebut kebebasan dalam dunia laki-laki, sementara kaum lelaki banyak yang mengalami krisis jati diri.

Sehingga tak heran jika sekarang banyak kaum lelaki yang 'feminim', berpakaian dan bertingkah laku seperti perempuan. Perubahan semacam ini bisa dipahami, karena konsep kesetaraan itu, sejak kecil anak-anak perempuan didorong untuk belajar berani dan agresif seperti anak-anak laki.

Gaya mendidik seperti ini akan terbawa sampai anak perempuan tadi dewasa. Mereka akan tumbuh dengan pendekatan untuk menjadi "manusia yang egois" di dunia.

Konsep feminisme yang sekarang berkembang, membuat kaum perempuan, utamanya di negara-negara maju jadi meremehkan peran perempuan sebagai isteri dan ibu.

Banyak diantara mereka yang tidak mau direpotkan dengan kewajiban-kewajiban sebagai isteri dan ibu sehingga mereka cenderung memilih melakukan seks bebas tanpa komitmen, memilih membesarkan anak-anak tanpa kehadiran seorang ayah bahkan menikah sesama jenis.

Semuanya dilakukan atas nama "hak asasi perempuan." Jika sudah demikian, maka lenyaplah perang kaum perempuan dalam masyarakat.

"Sebagai seorang muslim, saya sedih melihat makin banyak kaum perempuan di berbagai penjuru dunia yang berlomba-lomba mengikuti jalan feminisme akhirnya jatuh ke jurang yang sama.

Bagi para muslimah, Al-Quran dengan jelas menyebutkan bahwa Allah Swt menciptakan berbeda antara kaum lelaki dan kaum perempuan. Masing-masing dianugerahkan peran yang berbeda pula untuk saling mendukung sebagai satu tim, dan bukan untuk saling bersaing," tulis El-Nadi.

"Tak seorang pun yang ingin mencerabut hak-hak kaum perempuan, tapi kita harus memahami bahwa kebebasan bukan berarti harus mendegradasikan kaum perempuan dan persamaan hak bukan berarti harus 'identik'.

Kaum perempuan membawa karunia dan nilai-nilai yang unik bagi dunia. Peran perempuan dalam memulihkan nilai-nilai keluarga dalam kehidupan masyarakat yang modern bisa membuat kaum lelaki, anak-anak bahkan perempuan itu sendiri, hidup bahagia," papar El-Nadi.

Nah, para muslimah, rasanya tak perlu silau dengan propaganda kesetaraan gender dan persamaan hak asasi yang digaungkan para aktivis feminisme. (eramuslim.com)

16 November 2010

Karya Hanung Bramantyo dipenuhi ide Komunis

Tampaknya bangsa ini tidak kapok-kapok dengan sepak terjang kaum Komunis yang telah membunuh 100 juta manusia di 76 negara seluruh dunia selama 74 tahun kekuasaannya (1917-1991), atau 1,350 juta orang pertahun atau 3.702 orang perhari, sebagaimana disebutkan Taufiq Ismail dalam bukunya “Katastrofi Mendunia, Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma dan Narkoba”.

Sementara di Indonesia kaum Komunis telah dua kali menggerakkan kudeta (1948 dan 1965) yang akhirnya gagal total.

Meski tindakannya selalu brutal dan menghalalkan segala cara, ternyata masih ada manusia Indonesia yang menjadi pengagum Komunisme bahkan berusaha memperjuangkannya  melalui film-film yang selama ini dibuatnya, seperti yang dilakukan sutradara muda, Hanung Bramantyo, suami aktris Zaskia Adya Mecca, yang merupakan istri keduanya setelah ribut di Pengadilan Agama dengan istri pertama.  Adapun film garapan Hanung yang sangat kental bau Komunisnya sekaligus Sepilis (Sekularis, Pluralis dan Liberalis) serta menghina Islam adalah Perempuan Berkalung Sorban (PBS).  Saking kagumnya dengan Komunis, sampai-sampai ringtone hand phone Hanung bernada lagu khas Gerwani PKI, Genjer-Genjer. Hanung juga pernah membuat film yang sangat kental bau komunisnya, Lentera Merah, kalau diplesetkan menjadi Tentara Merah.

Film yang dibintangi aktris Revalina S Temat (Annisa) tersebut diambil dari Novel PBS karya Abidah El Khaleqy. Novel PBS sebelumnya mendapat penghargaan dari The Ford Foundation, sebuah NGO  yang memperjuangkan faham Sepilis dan dikendalikan kaum Zionis Yahudi AS. Film tersebut mengisahkan kebobrokan pesantren dan kiyainya. Pesantren dan kiyainya dicitrakan kotor, sumber penyakit, sangat bengis, mudah main pukul, mengekang perempuan, mengekang hak berpendapat, menempatkan perempuan pada martabat yang rendah, suka main bakar buku-buku komunisme, suka main hukuman rajam secara serampangan dan sebagainya.

Dikisahkan, seorang santriwati yang juga putri kiyai pesantren, Annisa, dan tinggal di kompleks pesantren, frustasi karena ulah suaminya yang juga anak seorang kiyai yang sering melakukan kekerasan, akhirnya memutuskan untuk kembali dalam pelukan mantan pacarnya, Khudori, seorang alumnus sebuah perguruan tinggi di Kairo, Mesir. Bahkan Annisa yang sudah kebelet, mengajak Khudori untuk melakukan adegan ranjang di sebuah kandang kuda di pesantren tersebut, padahal kandang itu penuh dengan kotoran kuda. “Zinahi aku…Zinahi aku…!”, desak Annisa kepada Khudori sambil melepaskan jilbab dan pakaiannya satu persatu.

Ketika kedua insan lain jenis dan bukan suami istri tersebut sedang melakukan perzinahan, akhirnya datang rombongan santri dan suami Annisa mengerebeknya. Lalu keduanya mendapat hukuman rajam dengan dilempari batu oleh para santri. Lemparan batu baru berhenti setelah ibu Annisa berteriak sambil mengatakan, “ yang boleh melempar batu hanya orang yang tidak pernah melakukan dosa!”, padahal tidak ada orang yang tidak pernah melakukan dosa. Kata-kata dari ibu Annisa ini jelas mengutip dari cerita Kristen dari Kitab Injil, dimana dikisahkan seorang pelacur, Magdalena, dihukum rajam dengan dilempari batu. Kemudian datang Nabi Isa (Yesus) untuk menyelamatkannya dengan mengatakan, “yang boleh merajam hanya yang tidak punya dosa”. Jadi selain berbau Sepilis dan Komunis, film PBS juga beraroma Kristiani dan berusaha menghancurkan Islam lewat pintu budaya melalui film.

Jelas dengan menampilkan hukuman rajam yang sebenarnya tidak ada dalam novel aslinya, Karl “Hanung” Mark ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk membenci syariat Islam dan pesantren, sebab sejak dulu pesantren merupakan basis terkemuka dalam melawan gerakan PKI di Indonesia. Padahal itu hanya utopia dirinya sendiri, sebab selama ini belum pernah ada satupun pesantren di Indonesia yang melakukan hukuman rajam kepada santrinya yang melakukan perzinahan. Seolah-olah pesantren merupakan negara dalam negara dengan menegakkan hukumnya sendiri. Jelas ini merupakan distorsi terhadap hukum Islam dan upaya mengadu domba umat Islam dengan pemerintah. Dengan membuat film PBS, sesungguhnya Karl “Hanung” Mark telah melakukan anarkhisme psikis, yakni melakukan penyerangan secara psikis terhadap umat Islam dan pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia. Karena dendam terhadap pesantren yang telah berjasa menghancurkan PKI, maka Hanung menyalurkan perlawanannya lewat film PBS. Hanung dengan sengaja telah menebar virus ganas Sepilis dalam film, tujuannya untuk menimbulkan citra buruk terhadap Islam dan umatnya sambil menebalkan kantong koceknya.

Sebagaimana dalam film Lentera Merah, dalam film PBS Karl “Hanung” Mark all-out mendukung Komunisme alias PKI isme. Terbukti dalam film PBS ada adegan pembakaran buku-buku karya Karl Mark dan sastrawan kiri Pramoedya Ananta Toer seperti Bumi Manusia, oleh para santri di lingkungan pesantren. Padahal dalam novel aslinya, jalan cerita tersebut tidak ada sama sekali. Bahkan buku-buku karangan Pramoedya seperti Bumi Manusia dan Anak Segala Bangsa sepertinya dijadikan bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya. Hal ini menunjukkan Hanung selain pengagum Karl Mark juga pengagum Pramoedya. Padahal banyak sastrawan sekaliber Pramoedya dan karya-karyanya malah lebih bermutu seperti Buya Hamka. Mengapa Hanung tidak menjadikan buku-buku Buya Hamba sebagai bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya, justru buku sastrawan yang pernah menghuni penjara di Pulau Buru itu dijadikan bacaan wajib.

Dengan demikian, sudah sangat jelas dalam film PBS terdapat motif ideologi Komunis yang dimaksudkan untuk memperjuangkan kembali tegaknya Komunisme di Indonesia meski dalam bentuk lain. Hanung mafhum betul bahwa satu-satunya jalan untuk mengembalikan ajaran Komunisme di Indonesia adalah mendiskreditkan ajaran Islam dan umatnya, dimana sasaran pertamanya adalah pondok pesantren yang selama ini menjadi basis kaum Nahdhiyyin dengan memojokkan para kiyai NU.

Adapun sasaran berikutnya adalah mendiskreditkan para pemimpin Islam di Muhammadiyah. Sebab kedua Ormas Islam ini mempunyai pengikut terbesar di Indonesia. Maka tidaklah mengherankan jika Hanung akan meluncurkan film KH Ahmad Dahlan “Sang Pencerah” tepat pada pelaksaan Muktamar Muhammadiyah ke 46 di Jogjakarta 2-8 Juli ini. Namun anehnya justru para pemimpin Muhammadiyah tidak curiga sama sekali akan sepak terjang Hanung selama ini yang selalu mendiskreditkan Islam dan para pemimpin Islam seperti dalam film PBS. Sekarang sudah terbukti, pemeran utama sebagai KH Ahmad Dahlan dalam film “Sang Pencerah” adalah Lukman Sardi, putra seorang komponis muslim dan  pemain biola kawakan Idris Sardi namun sekarang telah murtad dari Islam dan menjadi Kristen. Bayangkan, seorang ulama besar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan kok diperankan oleh seorang murtad, jelas ini suatu penghinaan terang-terangan terhadap Islam dan Muhammadiyah itu sendiri. Apa Ketua Umum dan 12 Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang terpilih dalam Muktamar nanti tidak malu ketika melihat pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dilecehkan dan direndahkan pribadi dan martabatnya oleh Karl “Hanung” Mark?

Coba simak wawancara dengan sastrawan senior Taufiq Ismail, cek disini:( www.suara-islam.com )

So, waspadalah kawan!



8 Oktober 2010

Sutera Kasih


Kian lama terpenjara
Mencari makna cinta
Dalam ungkap kata bersulam dusta

Bila gerbang rahmat terbuka

Menjelma cinta suci
Sehalus dan selembut sutera kasih
Terbentanglah tersingkap kebenaran
Terlerailah terbenam kepalsuan
Tuhan pada-Mu ada kedamaian
Diribaan-Mu kebahagiaan
Tiada lagi rasa kesangsian di hati
Cinta Mu cinta tulus suci murni
Kasih-Mu nan abadi

Bertautlah bercambahlah cinta

Mengharum dalam jiwa
Menemukan kerinduan syahdu
Pada yang Maha Esa

Sutera kasih membelai

Membalut kelukaan itu
Sutera kasih melambai
Mengisi kekosongan pengharapan

Rela pasrahkan kehidupan

Mengharungi cabaran
Rintangan perjalanan di hadapan

Doa dan titis air mata

Mendamba sutera kasih
Agar terus bersemi selamanya

 
( In Team ) 

5 Oktober 2010

Semua Karena Cinta


Ya Rabb..
Hamba-Mu yang melarikan diri telah kembali ke pintu-Mu..
Hamba-Mu yang telah berbuat maksiat telah kembali kepada perbaikan..
Hamba-Mu yang telah berdosa telah datang kepada-Mu dengan memohon maaf..

Maafkanlah aku dengan segala Kemurahan-Mu..
Terimalah permohonanku dengan keutamaan-Mu dan pandanglah aku dengan RahmatMu..

Ya Rabb..
Ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan peliharalah sisa-sisa umurku..
Sesungguhnya kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu dan engkau maha Pengasih dan Penyayang terhadap kami..

Di jalan ini, kita mencari ridha Allah swt, kita melangkah untuk meraih surga Allah swt, surga yang luasnya melebihi keluasan langit dan bumi..

Kita ingin meminang surga yang menjadi puncak dari rangkaian mimpi-mimpi kita, di mana kita ingin memperoleh ridha-Nya, cinta-Nya, yang menyebabkan kemenangan dunia dan akhirat..

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (QS. Al’Ashr:1-3) 

Entah sudah seberapa jauh atau tambah menjauh diri ini dari-Mu Ya Rabb..
Ketika diri ini merasakan yang namanya 'cinta' sebuah kata yang sangat sederhana, namun dapat memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi proses perjalanan hidup ini..

Berawal dari Cinta, diri ini menjauh dari-Mu, berawal dari pemaknaan cinta, kemaksitan itu bermula..
Sungguh sebuah kata sederhana yang telah membawa dampak yang sangat tidak sederhana bagi diri ini..
Atas nama cinta kita dapat merubah suatu hal yang “diharamkan”, menjadi suatu hal yang “dihalalkan” menurut kita,..atas nama cinta diri ini memaklumi setiap hal yang dilakukan, bahwa ini merupakan suatu proses guna mendapatkan cinta yang sejati buat diri ini..

Ketika diri ini berbicara atas nama cinta, ketika ruhani ini ringkih karena cinta..

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali ‘Imran:14)

Apakah kau masih ingin berbicara atas nama cinta, ketika Allah swt telah mengingatkan kita, melalui Surat Cinta-Nya, yang dijadikan pedoman hidup bagi kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini..

Penafsiran Cinta yang telah membuat diri ini menjauh dari-Mu Ya Rabb, Cinta yang telah membuat diri ini bermaksiat pada-Mu, Cinta yang telah membuat diri ini berdosa pada-Mu, entah sudah berapa banyak kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan diri ini, hanya karena cinta..

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah:24).

Bahagia diri ini ketika memiliki cinta yang telah dipuja, dicari, dan bahkan dikejar, kemana pun cinta itu pergi dan berada, indah terasa ketika cinta masuk dan memenuhi relung hati kita, hingga hati pun tak dapat lagi membedakan mana yang ”haram” untuk diri ini, dan mana yang “halal” untuk diri ini dan karena cinta kita lupa pada-Nya..

Sesungguhnya Kebahagiaan itu adalah Anda hidup untuk fikrah kebenaran yang lahir dari aqidah yang sangat agung dengan kesadaran yang lurus, dari mana aku datang, ke mana aku akan pergi, untuk apa aku diciptakan dan apakah aku akan kembali. Aqidah akan menyebar ke dalam jiwa yang yakin, ia akan mengajarkan pemikiran yang lurus, menciptakan akhlaq yang terpuji dan ia mendatangkan manhaj yang benar. Kematangan aqidah bagi orang-orang yang bahagia merupakan asas dan sendi. Barang siapa yang hidup dengan memikul aqidah dan mengumandangkan sebutannya, Maka dialah orang yang berbahagia ” (DR. Yusuf Qardhawi)

Apakah kau masih akan terus, dan terus mengejar cinta, berbicara atas nama cinta, bahkan melupakan-Nya karena cinta?

Apakah tidak cukup, kesalahan, kekhilafan, kemaksiatan, dan kemudharatan yang kau timbulkan, karena cinta?

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, (QS. Al Hujuraat:7). (ds/eramuslim.com/05/10/10)

NB: Maaf ketika diri ini Menjauh DariNya, melibatkan dirimu yang sedang menuju JalanNya

3 Oktober 2010

Empat Kata Penambah Rasa Cinta

Bismillahirrohmanirrohiim, empat kata ini tertanam kuat dalam nurani, pesan indah orang tua dan para guru, dosenku, Saya menerima tausiyah ini sewaktu awal menjadi seorang ibu. 

Setelah Saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari, memang sungguh terasa sekalibeda nuansa di hati, maklumlah, kita sebagai manusia, biasanya sering menganggap remeh perihal kedekatan dan keakraban dalam keluarga, sahabat, maupun teman dekat, apalagi bila ikut terpengaruh dampak “cara hidup cuek bebek” akibat perputaran zaman, sehingga seringkali di zaman sekarang ini, masih banyak kita temui orang yang kesulitan lidahnya untuk mengatakan maaf atau terima kasih, saking terkena penyakit “gengsi”.

Empat Kata yang merupakan tata tertib dalam hati alias sesuai dengan semua norma kehidupan, ternyata hal ini benar-benar dapat memperdalam rasa cinta dan sayang kita, terutama dalam kehidupan berumah tangga dan persahabatan, yaitu :

1. Berbalas salam, “Assalamu‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”, nikmatnya mendengar kata ini, yang kemudian kita wajib membalasnya, “Wa ‘alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh”. Kita sudah tau betapa indah arti do’a yang selalu ditebar kaum muslimin tersebut. Subhanalloh, Telah bersabda Rasulullah shollallahu ’alaihi wa sallam: “Kalian tidak bakal masuk surga sebelum kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mengasihi satu sama lain. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang bila kalian kerjakan bakal menyebabkan kasih sayang di antara kalian? Sebarkan ucapan salam di antara kalian.” (HR Muslim)

2. Tak perlu malu mengatakan “Tolong…”, sekecil apa pun bentuk meminta pertolongan itu. Ibuku pernah berkata, “tolong tutup pintunya, sayang…”, dan Bapakku juga demikian, “nak… tolongin bapak donk, tolong dilap lantai bekas roda sepeda motor yang becek ya say...”,

Kurasakan perbedaan kalimat itu, jika kata “tolong” hilang, rasanya menjadi “suruhan yang kurang enak didengar”. Kebiasaan ini tidak pernah hilang, sekalipun beliau orang tuaku memberi tugas kepada pembantu atau bawahan di tempat kerja.

Namun jangan lupa, bahwa tolong-menolong harus berada dalam rel kebenaran. Allah SWT mengingatkan dalam ayat cintaNYA QS. Al-Maidah : 2, “…Namun tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya”.

3. Terima Kasih, dimanapun kita berada, ucapan terima kasih alias syukron, atau thanks atau gracias merupakan penghargaan tinggi buat orang yang telah memberikan pertolongan atau pelayanan tugasnya kepada kita. Contoh-contoh kecil saat berjual-beli, berada di antrian tiket kereta api, saat di kantor pos, di halte, di rumah sakit, dll. Si kecil pun riang sekali jika setelah merapikan susunan sepatunya atau kalau sudah membersihkan tempat tidurnya, dll, lalu Saya ucapkan kata mujarab ini, “terima kasih cintaku…”, aduhai romantisnya hubungan anak dan orang tua, jadi terkenang masa kecil pula.

Bagi kita muslimin, ada pesan Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khair (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukur (terima kasihnya).” (HR. At-Tirmidzi ,2035).

4. “Maaf”, setiap manusia memiliki celah, perbedaan persepsi, latar belakang yang berbeda, dan berbagai khilafiyah lainnya. Kalbu yang bersinar biasanya tak hanya mudah beristighfar dan menangis di hadapanNYA, melainkan juga memiliki kebiasaan meminta maaf dan memaafkan. Allah SWT memiliki sifatNya yang “Pemaaf” dalam empat makna; Al-Ghafuur, Al-Ghaffaar, Al-‘Afuuw dan At-Tawwab. Meminta maaf dan memberikan maaf adalah ciri mukmin sejati, di dalam untaian ukhuwah yang tentu diridhoi Allah SWT. “…Tetapi hendaklah memberikan maaf dan pengertian sebaik-baiknya terhadap mereka(berlapang dada)! Apakah kamu tidak ingin mendapat ampunan dari Allah? Dan sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang." (QS. An Nur: 22)

Dalam kegiatan sehari-hari, tentu kita merasa berbeda ketika mendengarkan kalimat-kalimat semisal ini, “ummi…maaf yah, tadi bekalnya belum habis, tak sempat dimakan semua saat istirahat di sekolah, sekarang akan kuhabiskan, kok…”, atau, “sayang, maaf yah…abang pulang kantor agak telat, sebab ada rapat mendadak sekitar satu jam…”, atau, “maaf yah nak, abi lupa membelikan buku pesananmu…”, atau jutaan kalimat lain, yang sebenarnya bagi sebagian orang ‘tidak perlu’, sebab sudah saling memaklumi internal keluarga atau sahabat dekat, sebagian juga sering berbuat pura-pura tak ingat akan kesalahannya, sehingga saat berjumpa, bersikap seperti tak terjadi apa-apa, sedangkan kita harus yakin bahwa lidah dan langkah ini tak menyakiti siapapun, termasuk orang-orang & teman di sekitar kita. Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yangberhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari), senada dengan itu, Abu Musa radhiyallahu’anhuma berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yanglebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya.‘(HR. Bukhari).

Semoga Allah SWT menambah keeratan rasa cinta dalam diri kita semua saat merajut untaian ukhuwah, dalam lingkungan keluarga, persahabatan, maupun bentuk muamalah lainnya, rasakan energi cintaNYA yang luar biasa saat kalian menerapkan empat kata ini dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana jejak langkah yang Saya tapaki.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman& beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (QS.Al ‘Ashr: 1-3)
Wallohu’alam bisshowab.


(bidadari_azzam/eramuslim.com)

17 September 2010

Langkah Ku



Lantunan suara alam mengelus kedua pundakku...
Mata berkaca tangan menggenggam dengan erat...
Putaran waktu membuat kita berfikir ketika melangkah...
Apa yang kita inginkan tak seperti apa yang kita bayangkan...
Hanya Cahaya-Nya yang bisa menuntun kita...
Dan hanya petunjuk-Nya lah yang bisa memberikan kita jalan...


Putaran waktu yang beputar terlalu cepat tuk dirasakan
tapi lama tuk dipijaki...
Tabir terbuka tapi hijab semakin tebal...
Hiruk pikuk dunia melupakan dan melenakan dirinya...
mereka hidup tapi tak tau apa yang mereka lakukan,
bagai mayat hidup yang berjalan diatas bumi...
Hidup tapi Mati...
hidup-terbungkus hawa nafsu, mati-menutup akan al haq


Kulangkahkan kakiku dibumi ini dengan perlahan...
Kusisir jalan-jalan penuh dengan duri-duri yang tajam...
Kutengok kekanan dan kekiri penuh dengan mayat-mayat hidup yang berjalan...
Kupandangi langit malam terlintas cahaya kehidupan...
kutundukan wajahku dikala malam dengan mengharapkan ampunan dan pertolongan...
Kuyakin janji-Mu akan segera datang...




( C.Supriadi Ats Tsauriy )


 

16 Agustus 2010

Kekasih Ku ...


“Bila waktu telah berakhir teman sejati hanyalah amal…”

“Kekasihku…sesungguhnya aku takkan abadi bersamamu
engkau hanyalah washilah (sarana) bagiku untuk semakin

mendekat pada-Nya
Kekasihku…sesungguhnya engkau hanyalah rekanku 

sementara waktu
selama aku masih diberi kesempatan untuk tinggal di dunia

Rekan yang akan mendampingiku dalam menjalankan misi, menggapai keridhoan-Nya dalam setiap aktivitas hidupku…

Rekan yang akan selalu mengingatkanku ketika aku salah…
Rekan yang akan mendampingiku 
ketika aku resah dan lelah dalam mengemban amanah…
Rekan yang akan membantuku, 
meringankan bebanku ketika kita harus
melalui jalanan yang berliku…
Rekan yang akan menemaniku dalam membangun 
peradaban baru…

Namun sungguh kau takkan akan abadi bersamaku…
Karena kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita masing-masing…

Kau dan Aku… tak selamanya bersatu 

Karena itu…

Siapapun kekasihku kelak…kekasih kita kelak…
Kau adalah orang terbaik yang Allah persembahkan 

bagiku untuk menjalankan misiku”



(tabirjodoh.wordpress.com)

11 Mei 2010

POTRET PELAJAR ISLAM (giat menuntut ilmu)


 Mungkin kita pernah mendengar kasus seorang siswayang rela menghabisi nyawa gurunya karena kesal abis dimarahin dan tersinggung. Belum lagi cerita seorang murid yang bertutur kata yang kurang enak didengar gurunya. Ditambah lagi dengan adanya kasus tawuran, seks bebas sampai narkoba dikalangan pelajar serta seabrek masalah lainnya. Kalo kita mau jujur memang fakta ini sangat menyedihkan buat kita. Kita juga bingung kenapa dinia pendidikan sepertinya tidak bisa merubah perilaku dan kepribadian mereka. Barangkali kita mulai harus berbenah diri serta berfikir kembali, salah siapakah ini? 
             
          Sebanarnya, kalo kita perhatikan pada saat ini, hubungan antara guru dengan  siswa masih ada jaraknya. Guru asyik sibuk dengan tugas mengajar dan beban yang cukup berat, sementara siswanya malah lebih enjoy bicara dan curhat dengan teman-teman sebayanya. Seringkali dimata siswa, gurunya kelihatan jahat dan killer atau sok jaim(jaga image). Kita tak sepenuhnya bisa salahkan guru, karena boleh jadi seorang guru bersikap seperti ini dikarenakan tugas guru yang mengharuskannya tampil sebagai orang yang memiliki wibawa didepan siswa-siswinya, walaupun adakalanya menimbulkan kekakuan dalam berinteraksi. Anggapan inilah yang kemudian membuat siswa malas membuka hubungan yang lebih dekat dengan gurunya, apalagi untuk berbagi masalah. Parahnya lagi, kadang malah sampai menimbulkan antipati pada gurunya hingga pelajarannya dan berujung pada kemalasan untuk belajar.
            
           Bicara tentang ’malas’, ini juga lagi tren-trennya dikalangan pelajar. Pasti ada saja alasan untuk tidak buat PR, bolos sekolah atau ga serius mengikuti pelajaran atau tidak konek-konek juga ketika guru nerangin pelajaran (abis malas mikir!). Tapi setidaknya ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi mereka. Padahal dulu, karena rajinnya, Syafi’i muda telah hafal Al Qur’an pada usia sekitar 9 tahun, dan mulai diminta ijtihadnya pada usia kira-kira 13 tahun, sebelumnya akhirnya ia menjadi mujtahid, imam madzhab yang terkemuka. Kini, kira-kira apa yang dilakukan dan dipikirkan pelajar berusia 8 hingga 18 tahun? Mejeng, Tawuran, foya-foya? Lalu belajarnya kapan?

            Padahal sebagai seorang remaja muslim, citra yang harus ditonjolkannya adalah kesungguhannya dalam menuntut ilmu. Islam sangat mendorong umatnya untuk mencintai, mengkaji dan mengembangkan ilmu. Rasulullah Saw yang mulia pernah bersabda :

” Jadilah kalian sebagai orang yang alim atau orang yang menuntut ilmu atau sebagai orang yang mendengarkan (ilmu) atau orang cinta(terhadap ilmu), akan tetapi janganlah kalian menjadi orang yang kelima (orang yang bodoh), nanti kalian akan binasa.”

            Dr. Abdu Salam, seorang pemenang hadiah nobel, karena teori unifikasi gaya yang disusunnya, berkata: ”al qur’an mengajarkan kita dua hal : tafakur dan tasyakur” Tafakur adalah merenungkan ciptaan Allah dilangit dan dibumi, sedangkan Tasyakur adalah memanfaatkan nikmat dan amanah karunia dengan menggunakan akal pikiran, sehingga kenimatan itu makin bertambah. Sehingga tidak ada istilah malas-malasan bagi pelajar muslim untuk belajar, belajar dan belajar.

            Disini hebatnya pendidikan islam, karena dalam islam tidak hanya untuk menghasilkan murid yang hebat dan mantap dalam urusan akademis, tapi semestinya juga memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami dalam kehidupan. Dr. Abdu Salam adalah bukti nyata bahwa ia tidak hanya menguasai sains dan teknologi, tetapi juga memiliki kepribadian yang islami.

            Harapan kita, tentunya pelajar-pelajar muslim pada saat ini hendaknya memiliki kepribadian yang islami, mendalam pemahaman islamnya, kokoh imannya, islami perbuatannya, menguasai ilmu kehidupan yang tinggi komitmennya terhadap kemajuan islam. Ingatlah, banyak alasan untuk menjadi baik, tapi sedikit alasan untuk menjadi tidak baik . Wallahu ’alam bish shawab.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites