Pandangan Islam Tentang Asuransi

Asuransi syariah dikampanyekan sebagai alternatif bagi kaum muslim untuk menjalankan akad asuransi. Sesuai dengan fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) tentang Pedoman Umum tentang Asuransi Syariah disebutkan bahwa asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Yang Teristimewa Bagi Wanita

"...Wahai pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita. Tak usah jemu kau kabarkan bahwa mereka adalah lambang kemuliaan. Sampaikanlah bahwa mereka adalah aurat ..."

Sistem Pemerintahan Islam Berbeda dengan Sistem Pemerintahan yang Ada di Dunia Hari ini

Sesungguhnya sistem pemerintahan Islam (Khilafah) berbeda dengan seluruh bentuk pemerintahan yang dikenal di seluruh dunia

Video: Puluhan Ribu Warga Homs Suriah Berikrar, Pertolongan Bukan dari Liga Arab atau Amerika Tapi dari Allah!

.

Analisis : Polugri AS di Asia Tenggara

Secretary of State Amerika Serikat Hillary Clinton 21 Juli 2011 lalu berkunjung ke Indonesia. Sebelumnya, dia melawat dua hari ke India untuk ambil bagian dalam konferensi tingkat menteri ASEAN yang diselenggarakan di Bali 22 Juli.

Khilafah: Solusi, Bukan Ancaman

Berbagai macam dampak destruktif akibat penerapan sistem kapitalis-sekular telah mendorong manusia untuk mencari sistem baru yang mampu mengantarkan mereka menuju kesejahteraan, keadilan, kesetaraan dan kemakmuran. Dorongan itu semakin kuat ketika kebijakan-kebijakan jangka pendek dan panjang selalu gagal mencegah dampak buruk sistem kapitalis.

MIMPI PARA ULAMA BUKAN SEMBARANG MIMPI

Apakah Anda tadi malam bermimpi? Apa mimpi Anda? Kata orang, mimpi hanyalah kembang (bunga) orang tidur. Maksudnya, mimpi tidak bermakna signifikan. Tapi, sebenarnya tidak semua mimpi tak ada artinya.

Nasehat Imam Abdurrahman bin Amru al-Auza’iy :Empat Tipe Pemimpin

Ada nasihat berharga yang disampaikan Imam Abdurrahman bin Amru al-Auza’iy kepada Khalifah Abu Ja’far al-Manshur, ketika ulama besar itu dimintai nasihat.

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

20 Februari 2012

Seruan Kebangkitan Khilafah di Amerika Syarikat agar Derita Umat Islam di Syria Diselesaikan Segera

Chicago, 19 Februari 2012 - Umat Islam dari seluruh kawasan Chicago di negara utama kapitalis Amerika Syarikat telah menghadiri satu seruan pada hari Sabtu, 24 Disember 2011 yang lalu untuk menyokong perjuangan rakyat Syria terhadap rejim kejam yang menindas iaitu rejim Bashar Al-Assad.

Selama lebih lima dekad, keluarga Al-Assad telah menjalankan salah satu kerajaan yang paling kejam dan melakukan penindasan kepada rakyat Syria.

Pada masa yang sama, Syria juga telah digunakan sebagai kuasa talibarut oleh kuasa-kuasa Barat untuk mengekalkan kepentingan mereka di rantau tersebut dengan menjalankan operasi terancang di Lubnan dan Iraq untuk melindungi Israel.

Perhambaan kepada tuan-tuan mereka iaitu Amerika, Russia dan China, rejim Al-Assad telah menjalankan salah satu daripada pemerintahan diktator yang paling kejam, menjalankan pembunuhan beramai-ramai termasuk pembunuhan beramai-ramai Hama, membunuh lebih daripada 40,000 orang dan pembunuhan beramai-ramai terhadap penunjuk perasaan pada tahun ini.

Umat ​​Islam di Syria telah menuntut penyingkiran rejim yang menindas ini dan ingin mengembalikan keadilan Islam melalui tertegaknya kembali Negara Islam Global / Daulah Khilafah Islamiyah walaupun setelah beribu-ribu insan yang telah dibunuh dengan kejam.

Dengan menggunakan slogan-slogan dan memegang papan tanda, peserta perhimpunan aman di Chicago menyokong saudara-saudara mereka di Syria dan menyeru seruan yang sama untuk penyingkiran rejim Al-Assad, penyingkiran ejen Barat dan penubuhan semula Khilafah. [ hizb-america.org / arrayah.info / taman-langit7.co.cc ]

Sumber : http://hizb-america.org/activism/local/2270-photos-a-video-protest-support-the-people-of-syria

Video

15 Februari 2012

Dijerat Krisis Ekonomi, 5.000 Warga AS Hidup Menggelandang

Krisis ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kian parah membuat ribuan warga hidup menggelandang menjadi tunawisma, tanpa rumah dan tempat tinggal. Diperkirakan bahwa sedikitnya 5.000 orang di beberapa kota di AS menjadi 'kota tenda'.

Menurut dailycaller.com, beberapa 'Kota Tenda' di AS bermunculan di 50 kota, di antaranya, Portland-Oregon, Lakewood-New Jersey, Ann Arbor-Michigan, Pinellas Park-Florida, dan Bakersfield-California."Beberapa tahun belakangan, pengangguran tinggi telah menyebabkan sekitar 5.000 orang tinggal di kamp-kamp tenda di seluruh Amerika."

Menurut BBC news yang dilansir dalam Presstv, Rabu (15/2), sebagian besar penghuni rumah tenda tersebut adalah mereka yang digusur dari rumah mereka karena tidak mampu melunasi kredit perumahan atau menjadikan rumah mereka sebagai agunan. Sedangkan yang lain menghadapi penggusuran karena dianggap melanggar keamanan akibat menganggur dan frustasi.

Di kota Ann Arbor-Michigan, Kondisi perkemahan di kota itu digambarkan semakin tidak higienis. Dalam laporan BBC news, di lokasi perkemahan para tunawisma tersebut, tidak ada toilet dan listrik. Hanya tersedia dalam satu tenda komunal di mana kerumunan warga berkemah di sekitar tungku kayu untuk menghangatkan diri ditengah musim dingin.

Di masa Presiden Obama jumlah warga AS yang hidup dalam kemiskinan terus meningkat. Hampir empat puluh tujuh juta orang Amerika sekarang hidup di bawah garis kemiskinan, jumlah ini tercatat tertinggi dalam 50 tahun terakhir. Wartawan BBC menemukan seluruh keluarga tinggal di tenda, baik yang menganggur atau mereka yang bekerja dengan penghasilan yang hanya cukup untuk membayar sewa apartemen.

Saat ini, 13 juta orang Amerika menganggur, penambahan tiga juta orang selama Presiden Barack Obama terpilih. Angka pengangguran ini terbesar setelah depresi besar paska perang dunia ke II. Menurut laporan sensus tahun 2011, jumlah orang Amerika yang hidup dalam kemiskinan pada tahun 2010 mencapai 49,1 juta. Amerika Serikat telah kehilangan 32 persen lapangan pekerjaan manufaktur sejak 2000 pada pemerintahan bush dan ini terus berlanjut hingga saat ini. (presstv/republika/15/02/12/taman-langit7.co.cc)


13 Februari 2012

Warga Yaman Serukan Kebangkitan Islam, Kecam Kapitalisme

Sebuah pesan yang jelas bergemuruh di jalanan kota Sanaa setelah sholat Jumat, saat puluhan ribu demonstran Yaman menyatakan bahwa revolusi mereka akan terus berlanjut, bahkan setelah pemilu pada 21 Februari mendatang.
 
Para pengunjuk rasa pada hari Jumat (10/2) meneriakkan revolusi mereka akan terus berlanjut, hingga orang-orang Yaman yakin terhadap semua tuntutan mereka.

Ketika ditanya tentang pemilu tanggal 21 Februari mendatang, beberapa demonstran memuji itu, dengan alasan bahwa itu akan menjadi strategi politik untuk mengakhiri 33 tahun kekuasaan Ali Saleh. Namun banyak demontran mengatakan mereka akan menolaknya sebagaimana mereka menolak inisiatif GCC yang telah disepakati tahun lalu di Riyadh.

Para pengunjuk rasa juga menyatakan bahwa pemilu presiden mendatang adalah rencana para kapitalis yang bertujuan untuk memalingkan tuntutan rakyat Yaman yang sebenarnya.

Para demonstran ini mengatakan bahwa kapitalisme dan komunisme telah gagal, dan bahwa sekarang adalah waktu untuk kebangkitan Islam.

Menurut inisiatif kesepakatan perdamaian yang ditandatangani oleh anggota oposisi dan pejabat rezim, Mansour Hadi akan memikul kepemimpinan pada pemilu 21 Februari mendatang dan akan memimpin urusan negara selama dua tahun dengan bantuan pemerintah rekonsiliasi.

Pemilu adalah momen dimana semua warga Yaman berkumpul bersama untuk memilih calon presiden. Namun dalam pemilihan ini, warga Yaman tidak akan memiliki banyak pilihan, karena Mansour Hadi merupakan satu-satunya calon yang akan menjadi Presiden Yaman berikutnya. Banyak orang telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pemilu, dan akan terus turun ke jalan untuk menyerukan jatuhnya kapitalisme dan kebangkitan Islam. (mediaumat.com)

10 Februari 2012

Subhanallah!! Seorang Yahudi Radikal Bertobat Ingin Tegaknya Khilafah

PALESTINA – Mikhail Chernovska adalah seorang Yahudi Ekstrimis yang menyatakan keislamannya, mengungkapkan semangatnya ingin melihat Khilafah islamiyyah tegak dengan Al-Quds sebagai ibukotanya. “Sungguh aku telah mendapat petunjuk. Sebabnya hanya satu, karena aku ingin mencari kebenaran” ungkap Mikhail.Hal ini dismapaikan oleh situs harakatut tauhid Al-islamy selasa 8 November 2011.

Mikhail memiliki nama hijrah Muhammad Al-Mahdi mirip dengan nama seorang imam yang dijanjikan Rasulullah SAW di akhir zaman yang akan membawa keadilan dengan menegakkan Dinullah dimuka bumi. Mahdi adalah seorang Yahudi yang berasal dari Azerberijan yang kemudian hijrah ke Palestina setelah masuk Islam.

Tempat tinggal Mahdi sekarang tepat di kota Hebron tepi barat. Ia lahir di baku, Azerbeijan 37 tahun yang lalu. Pria asal Azerbeijan ini hidup ditengah-tengah keluarga yang ektrim. Ia hijrah ke Israel pada awal 90an.
....“Sungguh aku telah mendapat petunjuk. Sebabnya hanya satu, karena aku ingin mencari kebenaran”....
Hebron adalah tempat pembantaian seorang Yahudi radikal, Baruch Goldstein, di gua para leluhur. Pada saat itu ada sekitar 29 muslim yang merasakan pengaruh dari pembantaian tersebut. maka bersamaanitu Mahdi memutuskan untuk pindah ke pemukiman Kiryat Arba, dimana dia tinggal bersama pahlawan dalam pandangannya pada waktu itu, Goldstein, dan bergabung dengan pemukim ekstremis.

Dia menambahkan bahwa diskusi agama dan filsafat dengan seorang Palestina yang memiliki Kraja, untuk memperbaiki mobil di Hebron, membuatnya meninjau pandanganya secara bertahap, hingga masuk Islam dan kembali ke Baku dalam rangka menikahi seorang Muslimah. Mahdi mengungkapkan bahwa ia mendapatkan sambutan yang hangat dari tetangganya yang baru di Hebron, meskipun darahnya Yahudi.
....Ia sangat bersemangat untuk melihat Khilafah Islamiyyah tegak dengan Al-Qus sebagi ibukotanya....
Ia mengungkapkan kepada koresponden AFP saat mengunjunginya di rumah“Aku dulu pemukim ekstrimis dan bermusuhan dengan mereka, tapi mereka memperlakukan aku seperti seorang kakak bagi saya dan menawarkan bantuan”kenang Muhammad Al-Mahdi. Fakta yang mengacu pada kehidupan Mahdi, di Kiryat arba, seolah-olah tidak mungkin, setelah ia masuk islam dan menikah dengan Sabina muslimah. Yang memiliki 4 anak setelah hidup bersamanya. “Parta pemukim menyerang saya beberapa kali, dan melemparkan batu di rumah saya, dan menulis slogan-slogan di dinding mengundang saya untuk meninggalkan tempat itu” ujar pria berusia 37 tahun itu.

Dia menambahkan “Kemanapun kita pergi kita mengalami pelecehan, karena istri saya mengenakan jilbab, dan berulang kali dipertanyakan oleh pasukan keamanan, tapi yang aku peduli adalah bahwa anak-anakku hari ini adalah Muslim, dan mengikuti agama yang telah aku pilih”. Ia sangat bersemangat untuk melihat Khilafah Islamiyyah tegak dengan Al-Qus sebagi ibukotanya.

Ia menegaskan: ”Saya menyadari bahwa agama Yahudi ada banyak yang kontradiksi, dan bahwa Islam adalah agama kebijaksanaan dan kebenaran, saya telah mendapat petunjuk karena saya mencari kebenaran, itulah satu-satunya penyebab keislamanku” tandas Al-Mahdi seraya mengakui kebaikan temanya Zalloum, pemilik Karaj, yang telah menjadi sebab ia mendapatkan hidayah.

Zalloum mengakui bahwa sejak awal mengnal Mikhail yang mucul dalam [persepsinya adalah Mikhail orang yang baik tidak seperti pemukim kebanyakan di Kiryat Arba. Ia sering berdialog masalah agama dan filsafat dengan Mikhail sampai suatu saat ia berkata pada Mikhail: ”Kalau tidak aku menjadi Yahudi melalui kamu, kamu yang masul Islam melalui aku, setelah enam bulan diskusi, akhirnya ia mendapatkan hidayah masuk Islam” ungkap Zalloum.

Zalloum menambahkan: ”Memang benar bahwa Michael menjadi Muhammad al-Mahdi, namun ia tidak bisa melepaskan semua Budaya Yahudi, Fushm Bintang Daud di salah satu tangannya akan mengingatkan bahwa dia adalah seorang Yahudi, meskipun ia melanjutkan hari pada kinerja dari shalat wajib tepat waktu dan membaca Al-Quran”.(usamah/tawhid/voa-islam/taman-langit7.co.cc)

Mesir Siap Menjadi Inkubator Khilafah Islam

Kontroversi dan keributan besar pun muncul tentang Hizbut Tahrir, setelah wakil pendirinya mengatakan bahwa demokrasi kufur, dan kaum liberal kafir, serta parlemen (DPR) itu bid’ah, sebagaimana yang dipublikasikan oleh salah satu majalah.

Terkait dengan hal ini surat kabar Mesir “Al Wafd”-melaui dua wartawannya Ahmad Abu Shalih dan Muhammad ar-Rais-memutuskan untuk berdialog langsung dengan Syarif Zayad  juru bicara kantor media Hizbut Tahrir, yang menegaskan bahwa Hizbut Tahrir adalah partai politik yang berideologikan Islam, sementara dasar berdirinya, aktivitas dan tujuannya adalah melanjutkan cara hidup Islam (isti’nâf al-hayâh al-islâmiyah), serta mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad, setelah semuanya itu berhenti sejak runtuhnya Khilafah pada tahun 1924 di Istanbul.

Berikut rincian dari dialog tersebut:

Demokrasi itu kufur , kaum liberal itu kafir, Mesir harus keluar dari PBB, ide ide patriotisme dan nasionalisme itu kufur, parlemen (DPR) itu bid’ah kâfirah, Khilafah itu wajib, dan Mesir adalah wilayah yang tengah menanti seorang khalifah. Apakah semua ini benar-benar merupakan prinsip-prinsip yang menjadi dasar Hizbut Tahrir?

Untuk demokrasi, benar bahwa itu kufur, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam. Demokrasi itu semuanya bertentangan dengan Islam, baik keseluruhannya maupun bagian-bagiannya, termasuk sumbernya. Sumber demokrasi adalah manusia tidak ada hubungannya dengan wahyu dan agama. Demokrasi memberikan rakyat hak untuk membuat konstitusi merampas hak Allah. Selain itu, demokrasi tegak di atas doktrin (akidah) pemisahan agama dari negara dan kehidupan. Begitu juga, demokrasi tegak di atas ide kebebasan, seperti kebebasan berkeyakinan dan pendapat, berkepemilikan, serta kebebasan bertingkah laku. Sementara seorang Muslim segala tindakannya terikat dengan ketentuan syariah Islam.

Adapun pernyataan yang dinisbatkan kepada kami, bahwa kami mengatakan kaum liberal itu kafir, maka kami tidak mengkafirkan seorang pun di antara kaum Muslim. Namun kami hanya mengatakan bahwa pemikiran atau ide liberalisme itu adalah pemikiran atau ide kufur. Dan belum tentu bahwa orang yang mengemban pemikiran atau ide kufur itu kafir. Boleh jadi ia kafir jika ia menyakini bahwa pemikiran atau ide liberalisme itu yang terbaik, dan Islam tidak layak untuk era sekarang.

Sementara pemikiran atau ide patriotisme dan nasionalisme, maka itu merupakan pemikiran atau ide perusak yang telah mencerai-beraikan umat, serta berkontribusi dalam meleyapkan negara Islam. Namun kaum kafir Barat mampu merekrut di antara generasi umat untuk mengemban dan membelanya. Padahal ia merupakan pemikiran sampah dan rendahan yang tegak di atas fanatisme (ashabiyah) yang dilarang oleh Islam.

Sedangkan Khilafah, maka tidak ada keraguan bahwa ia jantung dakwah Hizbut Tahrir, karena kami menyakini berdasarkan dalil-dalil syara’, bahwa tidak mungkin melanjutkan cara hidup Islam (isti’nâf al-hayâh al-islâmiyah) kecuali dengan tegaknya Khilafah. Dan kami berusaha dengan segala ketulusan bahwa Mesir menjadi ibu kotanya.

Hizbut Tahrir kembali lagi setelah pelarangan terhadap 26 anggota di antara kader-kader Hizbut Tahrir di Mesir, termasuk tiga warga Inggris dan seorang warga Palestina yang diseret ke pengadilan pada 2002 oleh Keamanan Negara, karena mereka terbukti bergabung dengan partai terlarang di negeri ini. Mereka didakwa akan “menggulingkan rezim pemerintah dan berusaha untuk mendirikan negara Islam”?

Ini benar. Bahkan ini bukan masalah pertama bagi Hizbut Tahrir di Mesir. Akan tetapi Hizbut Tahrir senantiasa mengemban pemikiran dengan kuat. Hizbut Tahrir bertekad kuat untuk membawa pemikiran itu sampai pada kekuasaan. Perlu diingat bahwa Khilafah itu bukan khayalan yang membelai jiwa. Namun ia merupakan janji dan kewajiban dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar  mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” (TQS. An-Nûr [24] : 55).

Dan Rasulullah Saw bersabda: “… Kemudian akan ada Khilafah yang tegak di atas metode kenabian.” (HR. Ahmad).

Anda mengatakan bahwa Mesir siap menjadi wilayah bagi Khilafah Islam, magapa?

Benar, Mesir siap menjadi inkubator Khilafah Islam. Apakah Anda berpikir bahwa rakyat yang memilih kelompok Islam dalam pemilihan parlemen baru-baru ini ini mereka memilih agar diterapkan kepada mereka sistem yang diimpor dari Timur dan Barat. Mereka tidak memilihnya kecuali karena mereka berpikir bahwa ini adalah jalan bagi kembalinya Islam dalam pemerintahan. Sementara caci maki dan sumpah serapah yang keluar dari mulut para sekularis, serta upaya-upaya Dewan Militer untuk memaksakan sebuah rezim sekuler melalui piagam perdamaian, dan pembicaraan tentang prinsip-prinsip yang mengontrol Konstitusi, tidak lain adalah upaya untuk membajak kehendak rakyat yang menginginkan diterapkannya Islam. Begitu juga, revolusi 25 Januari telah memecahkan hambatan rasa takut yang menghalangi rakyat dari aktivitas mengembalikan Khilafah bersama dengan Hizbut Tahrir.

Anda mengatakan bahwa ide-ide politik yang ada di Mesir adalah buatan kaum kafir sejak perjanjian Sykes-Picot yang ditandatangani pada tahun 1916. Tolong jelaskan?

Tidak diragukan lagi bahwa Barat setelah melenyapkan negara Khilafah Islam, Barat meroberk-robek dunia Islam melalui perjanjian busuk ini. Barat berusaha untuk membuat kompromi politik-tidak hanya di Mesir saja, melainkan di negeri-negeri kaum Muslim lainnya-dengan kompromi yang merusak. Dalam hal ini, Barat hanya ingin untuk menjual semua pemikiran kufurnya. Sehingga, Barat pun melakukan serangan budaya terhadap dunia Islam, dan serangan misionaris untuk mengemban budaya dan pemikirannya seperti demokrasi, nasionalisme, kebebasan dan lain-lainnya. Akibatnya banyak kaum intelektual yang begitu mencintai budaya Barat dan memuliakannya. Sebaliknya mereka mengecam budaya Islam, dan syariah Islam jika bertentangan dengan budaya Barat. Lihatlah sekarang  perdebatan di saluran TV satelit yang banyak membahas syariah Islam, seperti haramnya bank dan pasar saham, serta tema tentang pariwisata, pornografi dan minuman keras.

Abdul Rahim Ali, Direktur Pusat Arab untuk Penelitian dan Kajian mengatakan bahwa Hizbut Tahrir menyerukan penggulingan kekuasaan melalui fitnah (perpecahan) dalam tubuh militer, komentar Anda?

Pernyataan ini setengah benar. Hizbut Tahri memang menyerukan penggulingan kekuasaan, karena kekuasaan yang ada tidak menerapkan apa yang diturunkan Allah. Namun hal ini tidak akan pernah terjadi melalui fitnah (perpecahan) dalam tubuh militer, melainkan dengan mengambil loyalitas militer untuk mendukung agama Allah dengan meletakkannya di tempat yang dapat menerapkan semua ketentuan agama, dengan memberinya pertolongan (nushrah) kepada Hizbut Tahrir setelah terbentu opini umum yang berasal dari kesadaran masyarakat terhadap Islam.

Ia juga mengatakan, bahwa Salafi Mesir melakukan perlawanan dan tidak senang terhadap Hizbut Tahrir?

Kami semua bersama. Setiap orang yang beraktivitas untuk kepentingan Islam memiliki ikatan persaudaraan Islam (ukhuwah islâmiyah). Dan semua Salafi yang kami temuinya mereka berpendapat bahwa Khilafah yang benderanya tengah kami emban merupakan kewajiban besar, dimana semua generasi umat yang mukhlis wajib ikut memperjuangkannya. Sementara jika ada beberapa orang yang tidak senang dengan kami, maka itu tidak mengkhawatirkan kami, sebab hanya ridha Allah yang menjadi tujuan kami. Dan kami tidak akan pernah melakukan pergolakan dengan mereka yang beraktivitas untuk Islam. Kami hanya akan melakukan pergolakan dengan ide-ide dan konsep-konsep kufur yang tengah dipasarkan oleh Barat di negara kami.

Di bawah judul “Percaya Atau Tidak: Hizbut Tahrir Tidak Mengakui Republik Arab Mesir , Dan Menuntut Kembalinya Khalifah” yang dipublikasikan oleh majalah “Asy-Syabab”. Apa komentar Anda?

Kami di kantor media Hizbut Tahrir telah mengirim pernyataan penjelasan kepada majalah “Asy-Syabab” untuk meluruskan beberapa ketidakakuratan terkait isi publikasi yang dinisbatkan kepada kami. Namun, mereka tidak mempublikasikannya. Pertama, kami tidak mengakui sistem republik, karena bertentangan dengan Islam, yang telah menjelaskan kepada umat bahwa yang mengurusi semua urusannya adalah para khalifah. Dan Khilafah adalah sistem pemerintahan yang tidak sama dengan sistem-sistem pemerintahan buatan manusia. Khilafah itu bukan republik, monarki, dan bukan pula kekaisaran. Adapaun perkataan bahwa kami menuntut kembalinya Khalifah, maka perkataan itu salah, dan kami tidak menyampaikannya . Sementara pernyataan yang benar adalah bahwa kami beraktivitas untuk melanjutkan cara hidup Islam (isti’nâf al-hayâh al-islâmiyah). Dalam hal ini, Anda kan tahu gaya media yang mementingkan judul untuk menarik perhatian.

Dari mana sumber pendanaan Hizbut Tahrir?

Dari sumbangan para syabab (aktivis) Hizbut Tahrir, dan dari para syababnya saja. Hizbut  Tahrir dengan tegas menolak untuk mengambil dana apapun dari negara, lembaga atau individu yang bukan syababnya.

Sejauh ini, berapa jumlah mereka yang bergabung dengan Hizbut Tahrir?

Hizbut Tahrir telah memiliki cukup banyak syabab yang melakukan aktivitas kepartaian seperti pembinaan atau pengkaderan (tatsqîf), mengemban dakwah, perjuangan politik, dan melakukan interaksi di dalam masyarakat Mesir. Sejauh ini eksistensinya hampir merata.

Sumber: alwafd.org, 6/2/2012.

31 Januari 2012

‘Kebangkitan Islam Mulai Pengaruhi Dunia’

Kebangkitan Islam saat ini tidak hanya terjadi pada bangsa-bangsa Arab, tetapi juga mempengaruhi perjuangan ke seluruh dunia. Demikian disampaikan Franklin Lamb, seorang pengamat dan pengacara internasional kepada Press TV, Sabtu (28/1) kemarin.

“Pemberontakan dan perjuangan ini berlanjut lebih luas dari hanya sekedar milik bangsa Arab dan saya pikir kami masih berada di permulaannya,” kata Lamb yang dikutip dari irib.ir, Ahad (29/1).

Menurutnya, kebangkitan Islam saat ini begitu luas dan begitu dalam. Gerakan ini tidak hanya terjadi di Timur tengah dan Asia, namun juga mempengaruhi publik Amerika Serikat, Eropa dan berbagai belahan dunia pada umumnya.

“Barat pun telah didorong oleh kebangkitan Islam dan mereka merespon itu,” ujar pengacara AS ini.

Lamb lebih lanjut mengatakan bahwa Barat saat ini telah belajar banyak dari pemberontakan dan perlawanan pejuang Islam di berbagai negara. Menurutnya, Barat akan belajar banyak tentang Islam dan semakin hormat.
Sejak Januari 2011, revolusi telah menyapu Timur Tengah dan Afrika Utara dan mengakhiri kekuasaan para diktator seperti, Zine El Abidine Ben Ali di Tunisia, Hosni Mubarak di Mesir, dan Muammar Qhaddafi di Libya.

Protes juga menyebar ke AS dan Eropa, di mana demonstran bangkit untuk melawan kapitalisme dan korporatisme. Sedangkan di sisi lain ekonomi Islam terus mendapat perhatian dunia barat menjawab sistem ekonomi baru ke depan. (republika.co.id, 29/1/2012)

Ekonom Inggris: Kapitalisme Biang Kehancuran Ekonomi Global

Demonstrasi anti kapitalisme di Roma
LONDON - Uni Eropa saat ini memerlukan perubahan seluruh sistem perekonomiannya untuk pulih dari krisis hutang. Pengamat ekonomi Inggris, Shabbir Razvi, menyebutkan masalah ekonomi dan krisis hutang Eropa adalah buah dari kapitalisme yang korup.

"Uni Eropa dan Yunani pada khususnya membutuhkan perubahan seluruh sistem," kata Razvi dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Ahad (29/1).

Razvi menambahkan bahwa Uni Eropa membutuhkan langkah-langkah berani untuk keluar dari krisis. Yakni, langkah perubahan secara keseluruhan sistem kapitalis yang korup tersebut.

Razvi menilai krisis akibat sistem kapitalisme ini harus dilihat dari perspektif bahwa paham kapitalisme busuk dan korup telah merusak para politisi. Sistem kapitalisme telah merusak seluruh tatanan masyarakat dengan cara bankir nakal seperti yang terjadi di setiap negara Eropa dan Yunani.

Seluruh masalah dalam sistem kapitalisme, jelas Razvi, adalah bentuk keserakahan dan kerakusan para bankir. Mereka mengejar bonus yang banyak dan gaji yang semakin tinggi tanpa memikirkan dampaknya dalam masyarakat. Pada gilirannya mereka merusak seluruh sistem perekonomian dengan memohon perlindungan dari para politisi.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, sebelumnya menyebut kapitalisme Barat adalah biang kehancuran ekonomi dunia. Ia juga mengatakan bahwa kapitalisme Barat saat ini di ambang kehancuran. Dunia harus menemukan sistem alternatif yang menjamin kesejahteraan dan keadilan.(republika.co.id/30/1/2012)

28 Januari 2012

Barat Hadir Untuk Berkonfrontasi Dengan Negara Khilafah

Tabloid Islam yang terbit di Yaman “Ash-Shahwah”, edisi Kamis 25 Shafar 1433 H / 19 Januari 2012 M, nomor 1310 mengutip sebuah artikel yang ditulis oleh Menteri Luar Negeri Jerman “Guido Westerwelle” di surat kabar Jerman “Frankfurter Allgemeine Zeitung”.

Dalam artikelnya ia mengatakan: “Ada tiga bahaya yang mengancam “musim semi Arab”. Pertama, berulangnya kembali rezim-rezim otokrasi yang digulingkan. Kedua, kegagalan ekonomi pendudukan yang akan menyebabkan eskalasi ketegangan sosial dan kerusuhan baru. Ketiga, penetrasi gerakan-gerakan ekstremis fundamentalis Islam terhadap gerakan demokratis dan mengkidetanya.

Kita harus mendukung semua proses transformasi di Afrika Utara dan dunia Arab secara politik dan ekonomi, yang memungkinkan kita untuk mencapai banyak hal dalam rangka meningkatkan prospek ekonomi dan peluang hidup bagi individu masyarakat melalui investasi, korporasi pendidikan dan pasar terbuka dengan lebih besar.”

Barat berpikir serius tentang bahaya yang akan mereka peroleh akibat jatuhnya rezim-rezim yang berkuasa di negeri-negeri kaum Muslim, yang ditanam dan dipeliharanya. Barat berusaha mereformulasi hubungan dan menanam rezim-rezim baru yang akan didukungnya dengan seluruh kekuatannya. Ia mengatakan: “Ada peluang bahwa kekuatan Islam moderat dapat menjaga posisinya dalam jangka panjang sebagai partai Islam demokrasi. Dan kami memiliki perhatian besar dalam mengokohkan model-model partai Islam demokrasi. Oleh karena itu, kami harus mendukungnya dengan segala kekuatan kami miliki.”

Untuk lebih melemahkan dan memecah kaum Muslim, di mana cara ini merupakan kebiasaan Barat paling menonjol akhir-akhir ini, maka penulis membagi kaum Muslim menjadi dua kelompok Islamis:
Pertama, kelompok Islamis yang akan menjadi mitra Barat, dan Barat akan mendorongnya. Kemudian penulis menggambarkan kecenderungan kelompok tersebut, bahwa “sejak awal ia tidak mencerminkan kelompok yang berpemikiran reaksioner, anti-modernisme, demokrasi dan kebebasan.”

Terhadap kelompok Islamis seperti ini, ia menyerukan untuk berdialog dengannya, sehingga dengan dialog ini dapat mendiktenya. Ia mengatakan bahwa “sangat penting kita berusaha untuk berdialog dengan kekuatan moderat ini seputar hubungan negara dengan masyarakat, politik dan agama.”

Bahkan ia mengisyaratkan sebuah rasa baru di samping dukungan yang lama bagi kelompok Islamis jenis ini, yaitu agar menyusun program-program politiknya sesuai dengan sudut pandang Barat. Ia berkata: “Kita harus merefleksikan program-program partai-partai Islam, dan kami secara khusus mengukur partai-partai itu melalui aktivitasnya. Dalam hal ini, perkara yang penting adalah mengakui demokrasi, supremasi hukum, masyarakat pluralistik, toleransi beragama, serta menjaga perdamaian dalam dan luar negeri. Inilah enam standar yang kami tetapkan dan kami tuntut. Dan siapapun yang berkomitmen dengannya, maka ia dapat mengandalkan dukungan kami.”

Kedua, kelompok Islamis yang tidak disebutkan ciri khasnya, namun ia memperingatkan untuk tidak melakukan dialog apapun dengannya. Dalam hal ini, ia beralasan dengan mengatakan: “Tidak akan pernah ada keberhasilan apapun berdialog dengannya.” Dan tujuan Barat selanjutnya adalah konfrontasi dan membenturkan di antara dua kelompok itu agar Barat tetap sebagai pemenang tanpa masuk ke dalam arena konfrontasi.

Dan ia membuat permintaan penting agar Barat senang panda Anda, yaitu Anda harus menerima demokrasi, “harus ada permintaan penting bagi kami, yaitu terkait sikap partai-partai politik Islam terhadap demokrasi.” Sungguh, Maha Benar Allah dengan firman-Nya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”(TQS. Al-Baqarah [2] : 120).
Penulis mengisyaratkan sebuah ancaman bahwa Barat memiliki partai-partai politik Kristen yang akan digerakkannya dalam konfrontasi dengan Islam. Dengan ini, Barat ingin agar kami menyerah dan menerima bahwa sejauh ini perubahan yang terjadi adalah perubahan  radikal, untuk mengalihkan perhatian kaum Muslim dari perubahan hakiki yang diimpikannya.

Dalam hal ini, sebanarnya Barat ingin membuat pembenaran terhadap dirinya dalam mendukung rezim-rezim penguasa yang zalim di negeri-negeri kaum Muslim. Sebab dukungan Barat ini diberikan dalam rangka untuk mencegah kembalinya Khilafah setelah Barat  menghancurkannya.

Sesungguhnya, dari dulu Barat sedang mempersiapkan untuk berkonfrontasi dengan kaum Muslim dalam negara Khilafah, dan Barat memobilisasi semua pasukan dan pendukungnya. Namun, penulis lupa bahwa Jerman memiliki hubungan dengan negara Khilafah Utsmani sebelum runtuhnya, bahkan hubungan Jerman dengan Islam tidak seperti negara-negara Eropa lainnya, semisal Inggris, Prancis dan Spanyol.

Sekarang ini adalah masa di mana kemenangan dan pertolongan dari Allah Tuhan semesta alam hampir diberikan kepada kaum Muslim dengan tegaknya Khilafah, dan luas wilayah kekuasaannya meliputi semua negeri-negeri Islam, kemudian dunia secara keseluruhan. Sungguh, alangkah bahagianya mereka yang beraktivitas untuk menegakkan Khilafah, dan menolongnya. Semoga Allah menerima dan merahmatinya pada hari pembalasan nanti. Sebaliknya, alangkah celakanya mereka yang memerangi dan memusuhinya, karena dengan perbuatannya ini, mereka tidak akan pernah menjadi kecuali sebagai di antara orang-orang merugi.

Allah SWT berfirman: “Dan di hari  itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (TQS. Ar-Rûm [30] : 4-5). [htipress/syabab.com/taman-langit7.co.cc]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 24/01/2012.


7 Januari 2012

Al-Jazeera Berusaha Kaburkan Revolusi Syam, Jumat Intanshurullaha Yanshurkum, Bukan Jumat Internasionalisasi

Rupanya media-media yang ada berusaha membajak revolusi Syam dengan mengarahkan opini revolusi sesuai dengan kepentingan mereka. Para aktivis revolusi menyayangkan media Al-Jazeera yang berusaha menyesatkan arah revolusi Syam sehingga tidak sesuai dengan kenyataan.

Ketika warga Suriah melakukan aksi dengan nama Jumat "Keturunanan Khalid", pada layar kaca malah ditulis Jumat "Persatuan Nasional". Hari ini, revolusi Syam digelar di mana dengan aksi besar-besar yang disebut dengan Jumat Intanshurllah Yanshurkan (Jumat Jika Kalian Menolong Allah Niscaya Ia Menolong Kalian), sementara al-Jazeera menyebutnya sebagai "Jumat Internasionalisasi".

"Takutlah kepada Allah, pertolongan ini dari sisi Allah saja bukan dari Dewan Keamanan atau yang lainnya," seru para aktivis pendukung revolusi mengingatkan.

Menjelang aksi massa besar-besar pada hari Jumat ini, ribuan orang telah berkumpul di beberapa tempat. Di Homs (Hims), salah satu pusat revolusi yang telah mengalirkan banyak darah para syuhada yang dibantai rezim al-Assad, ribuan orang berkumpul dan berbarsi dengan rapi di pusat kota Homs.

Di kota Khalid bin Walid ini, mereka menyanyikan yel-yel penyemangat serta kalimah dzikir kepada Allah. Bahkan, di tengah-tengah digelarnya aksi, sebuah layar besar menampilkan layar saluran satelit Al-Jazeera.

Sambil meneriakkan seruan-seruan dan dzikir, tampak para pengunjuk rasa mengibarkan panji-panji al-liwa, salah satu bendera Rasulullah yang akan menjadi bendera Khilafah masa depan.

Kerumunan massa sekalipun berjubel tetapi mereka tampak berbaris dengan rapi sambil meneriakkan yel-yel anti Bashar.

Sebelumnya, puluhan ribu kaum Muslim juga berkumpul di Homs untuk berikrar dan menyatakan bahwa pertolongan datang bukan dari Liga Arab, Tim Pemantau, Amerika, Obama atau Erdogan. Dengan penuh keyakinan mereka menegaskan bahwa pertolongan dan kemenangan datang hanya dari Allah bukan yang lain.

Demikianlah, revolusi Syam akan terus berlanjut dan tidak akan berhenti, sekalipun penguasa korup berusaha memberikan rasa takut, dengan pembunuhan dan penembakkan. Justru dengan ujian dakwah tersebut warga banyak yang bergabung untuk berdiri mengatakan kebeneran dihadapan penguasa korup.

Insya Allah, ketika Khilafah Rasyidah tegak kembali maka instisusi Khilafah akan menyatukan kaum Muslim sedunia serta menjaga kehormatan, jiwa dan dara mereka. Insya Allah, semakin dekat. [m/syam/syabab.com/www.taman-langit7.co.cc]

Lihat Video:

Vatikan Akhirnya Akui Islam Menjadi Agama Terbesar di Dunia

Kota Vatikan, markas besar Gereja Katolik Roma, akhirnya mengakui bahwa Islam sekarang telah menjadi agama terbesar di dunia.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita tidak lagi berada di posisi teratas: umat Islam telah menyusul kami," kata Monsignor Vittorio Formenti dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Vatikan L'Osservatore Romano.

Setelah menunggu lama secara resmi Vatikan akhirnya mengakui bahwa Islam adalah agama yang paling lazim di dunia, dan melewati kristen lebih dari tiga juta di seluruh dunia selama hampir setahun yang lalu, dan menjadi agama yang banyak dianut oleh warga barat menurut pernyataan Vatikan, karena jumlah Muslim di dunia telah melampaui 1,3 miliar jiwa.

Vatikan mencatat adanya permintaan yang luar biasa oleh warga Barat Kristen dan Yahudi serta agama-agama dan kepercayaan lain untuk masuk Islam dalam beberapa tahun terakhir, meskipun kampanye negatif terhadap Islam masiv dilakukan, dan sejumlah besar uang yang dihabiskan untuk mendakwahkan agama Kristen.(fq/iqra/eramuslim.com/www.taman-langit7.co.cc)

4 Januari 2012

Video: Puluhan Ribu Warga Homs Suriah Berikrar, Pertolongan Bukan dari Liga Arab atau Amerika Tapi dari Allah!

Kaum Muslim di negeri Syam tidak berhenti terus berjuang untuk mengatakan kebenaran di hadapan penguasa zhalim, Bashar al-Assad. Setelah ribuan kaum Muslim syahid dibantai pasukan rezim, puluhan ribu kaum Muslim di Homs, salah satu pusat revolusi di Suriah, berkumpul di pusat kota untuk berikrar, menyatakan bahwa pertolongan bukan datang dari Liga Arab, Amerika, Obama, atau Erdogan melainkan datang dari Allah.

Puluhan ribu kaum Muslim berkumpul di Homs pada hari Selasa, 27 Desember 2011 bersamaan dengan pemakaman salah seorang ulama yang syahid setelah ditembak rezim berkuasa. Aksi massa ini juga bertepatan dengan kedatangan tim pemantau Liga Arab yang telah dibeli rezim untuk memastikan stabilitas Suriah.

Warga di Homs, salah satu tempat di mana rezim melakukan pembantaian atas warga yang menentang rezim, menegaskan bahwa pertolongan datang bukan dari Liga Arab, Tim Pemantau, Amerika, Obama atau Sarkozy.

Mereka berikrar, bersumpah demi Allah Yang Maha Agung, bahwa mereka akan melindungi perempuan mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, para ulama, dan para syuhada hingga titik darah terakhir.

"Liga Arab, Tim Pemantau, rezim Suriah, Amerika, Obama, Sarkozi, dan siapa pun yang mendengar.. Kemenangan datang dari siapa?" tanya seorang pemuda yang memimpin puluhan ribu. "Dari Allah!" jawab kerumunan kaum Muslim sambil merapatkan barisan.

"Wahai para pemuda saya berbicara dengan al-Jazeera, seluruh dunia akan melihat anda katakan pada mereka adakah orang yang menanti kemenangan dari Obama?" tanyanya lagi

Secara serentak dan tegas, seluruh kerumunan kaum Muslim menjawab "Tidak!"

Dengan penuh keyakinan mereka menyatakan bahwa pertolongan datang dari Allah. Mereka pun secara bersamaan membaca surat an-Nasr yang menyatakan ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.

Partai Baath telah menguasai Suriah secara diktator dan dengan tangan besi selama lima dekade. Rezim ini dengan semua kekuatan yang dimilikinya terus-menerus melakukan tindakan kejam dan brutal terhadap rakyatnya untuk tetap berkuasa.

Selama lebih dari lima dekade itu, keluarga al-Assad telah menjalankan salah satu pemerintah paling kejam di Timur Tengah serta menindas rakyat Suriah. Selama waktu yang sama, Suriah telah digunakan sebagai negara mitra oleh kekuasaan Barat untuk mempertahankan kepentingan mereka di wilayah tersebut dengan melakukan operasi terencana di Libanon dan Irak dan dengan melindungi Israel.

Dalam perbudakan bagi tuan Amerika, rezim al-Assad telah menjalankan salah satu kediktatoran paling kejam, melakukan pembantaian, termasuk pembantaian di Hama, menewaskan 40.000 orang dan pembantaian terhadap para demonstran tahun in.

Sekalipun ditakuti dengan pembantaian, kaum Muslim Syam semakin berani dan tidak takut lagi untuk terus berbicara di hadapan penguasa dzalim budak Amerka tersebut. Sebuah video tentang ikrar puluhan ribu kaum Muslim tersebut dengan jelas menggambarkan fakta yang terjadi di Suriah, bahwa Islam memimpin revolusi. Fakta ini tentu saja akan sulit ditemukan dalam beberapa media Barat yang berusaha menutupi fakta kebangkitan Islam di bumi Syam tersebut.

Demikianlah, kejadian di Syam ini mengingatkan kita kepada Rasulullah Saw. tercinta yang telah menjelaskan kesucian tanah Syam ini sesuai riwayat Imam At-Tirmidzi dari shahabat Zaid bin Tsabit Al-Anshari RA yang menyatakan bahwa, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

‘Betapa diberkahinya Syam ! Betapa diberkahinya Syam !’ Lalu orang-orang bertanya,’Bagaimana ia diberkahi wahai Rasulullah ?’ Nabi menjawab,‘Para malaikat membentangkan sayapnya di atas Syam, dan para nabi telah membangun Baitul Maqdis (Al Quds).” Ibnu Abbas menambahkan bahwa Rasulullah bersabda, ‘Dan para nabi tinggal di Syam, dan tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana.” (HR At Tirmidzi). [f/z/fa/m/syababprod/syabab.com/www.taman-langit7.co.cc]

 Lihat Video:

29 November 2011

Para Imam di Libya Menuntut Penerapan Syariah Islam

Puluhan imam dan simbol-simbol Islam di Libya, pada hari Senin (28/11) menuntut agar Konstitusi bagi negara Libya yang baru berasaskan prinsip-prinsip syariah Islam.

Para imam menghimbau-selama konferensi yang diadakan oleh Kementerian Urusan Islam Libya, pada hari Senin di Tripoli, yang dihadiri oleh 250 ulama Muslim-kepada Majelis Transisi Nasional untuk melucuti senjata yang tersisa di tangan kaum revolusioner yang mereka sebut dengan “mujahidin”.

Jaringan berita Amerika “ABC News” menyebutkan bahwa para peserta konferensi yang memfokuskan pada pembahasan masalah-masalah mendesak di kancah Libya, menyerukan untuk mengakhiri ketegangan antara suku-suku Libya satu dengan yang lainnya.

Sementara Ketua Majelis Transisi Nasional, Mustafa Abdul Jalil  menegaskan dalam pidato yang disampaikan pada saat mengumumkan kemerdekaan Libya dari rezim Kolonel Muammar Gaddafi setelah kematiannya pada Oktober lalu, bahwa prinsip-prinsip syariah Islam moderat akan menjadi sumber utama Konstitusi dan perundang-undangan bagi Libya yang baru (islamtoday.net, 28/11/2011).

Imam Masjidil Haram Bicara Tentang Kebutuhan pada Khilafah Serta Kerusakkan Demokrasi pada Anak Muda

Semua sistem pemerintahan di seluruh dunia berada dalam konflik langsung dengan sistem pemerintahan Islam, sistem Khilafah. Tidak ada Khilafah di setiap bagian dunia hari ini di sisi Allah Swt yang telah mengirim manusia sebagai Khalifah-Nya. Imam Ka'bah Dr. Saud bin Ibrahim Ashareem mengungkapkan pemikirannya ketika berbicara dalam sebuah konferensi press di Mumbai, Jumat, 25/11/2011.

Imam yang bernama lengkap Dr. Syeikh Abu Ibrahim Sa'ud ibn Ibrahim ibn Muhammad ash-Shuraim An-Najdimengatakan bahwa karena ketidaktahuan generasi hingga mereka terjerumus ke dalam nilai-nilai demokrasi. Ia lebih jauh mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk membuat mereka menyadari ajaran Islam dalam rangka mengubah gaya hidup mereka karena sistem demokrasi telah membuat pikiran anak-anak muda bebas menyebabkan mereka mengabaikan Peradaban Islam serta mengadopsi ketidaktaatan.

Mengungkapkan kesukaannya untuk India, ia mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi negeri itu lagi dan lagi untuk menyebarkan Islam. Menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya tentang keadilan, ia mengatakan bahwa sistem keadilan dalam Islam telah berasal dari dua sumber. Salah satunya adalah al-Quran dan yang lainnya adalah hadits. Jika analisis sistem Islam dibuat, akan mengungkapkan bahwa beberapa sistem keadilan yang lazimnya di dunia seperti Islam tetapi dalam banyak kasus mereka menyimpang dari prinsip-prinsip Islam.

Konsep keadilan yang diberikan Islam tidak tampil dalam sistem apa pun. Dr. Saud mengatakan bahwa Islam memiliki konstitusi sendiri, yang Nabi Saw sendiri telah membingkainya. Kita harus menjalani hidup kita sesuai dengan sabda Nabi Saw.

Menjawab pertanyaan tentang terorisme, ia mengatakan bahwa agama telah mengajkarkan perdamaian dan memainkan peran penting dalam menghilangkan ketidaktahuan, tidak disalahkan untuk mempromosikan terorisme. Dia mengatakan bahwa tidak diizinkan untuk membunuh perempuan, anak-anak, dan orang tua dari musuh, bahkan memotong pohon dari musuh pun tidak diperbolehkan.

Ketika Islam mengajarkan ajaran-ajaran seperti itu, untuk menghubungkannya dengan terorisme adalah kejam. Meninjau kegiatan dari beberapa orang yang terlibat dalam kegiatan teroris, Imam mengatakan bahwa tindakan seperti itu adalah kegiatan mereka sendiri dan tidak ada kaitannya dengan Islam.

Dr. Saud mengatakan bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang memberikan hak-hak universal bagi perempuan. Hak tersebut tidak tersedia dalam agama mana pun. Dia mengatakan bahwa pria dan wanita diciptakan oleh Allah Swt. dan ditugaskan di dalam dan di luar rumah. Islam

Mengacu pada sistem peradilan Islam, ia mengatakan bahwa Islam memiliki sistem sendiri untuk menghukum pemerkosaan, pembunuhan, dll yang mencegah kejahatan. Hukum Islam tersebut ditentang oleh hukum-hukum lain di dunia yang tidak benar.

Masya Allah, laporan tentang pembicaraan Imam Masjidil Haram, Qari terkenal Syeikh Saud Ash-Shuraim, semoga Allah membalasnya, memberinya kekuatan untuk menghadapi penegakkan Khilafah, mempercepat rakyat melalui dirinya, dan membuat anti tesis kepada para ulama lainnya di masjid suci yang telah berpihak dengan tiran (Raja Saudi, Musharraf atas pembantaian Masjid Merah), dan lain-lainnya di mana mereka melanjutkan tur mereka untuk melakukan qiro'.

Laporan ini memberitahukan kepada kita pernyataan tentang Khilafah, kebutuhannya, ketiadaannya sesuatu yang menyerupai Islam hari ini (yang merupakan titik penting menerangkan penipu negara Saudi dan klaim-klaimnya), serta kebutuhan bagi pemuda Muslim untuk ditatsqif dalam nilai-nilai Islam dan untuk menghindari "nilai-nilai demokrasi".

Tentang komentar-komentar sang Imam tadi, ada yang mencatat bahwa "Kemungkinannya sang rezim akan mengatakan kepadanya untuk pergi seperti yang mereka lakukan kepada Syeikh Ali Al-Hudhaiyfi, mantan Imam Masjid Nabawi, karena berbicara dengan kalimat yang mirip."

Semoga Allah Swt. memberikan keberanian dan kekuatan kepada para ulama ini untuk berbicara lebih lanjut. Mereka berada di jantung sarang lebah dan posisi mereka tidaklah mudah. Insya Allah, mereka mampu memenuhi tanggungjawab mereka kepada Allah Swt, sekalipun ujian bisa saja menimpa, tetapi itu merupakan kenikmatan bagi mereka. Insya Allah, Khilafah semakin dekat saja! [m/f/fa/siyasi/np/syabab.com/taman-langit7.co.cc]


Aljazair Menutup 900 Masjid dan Mempersulit Para Imam

Penasihat Media Menteri Agama dan Wakaf di pemerintah Aljazair mengatakan bahwa otoritas Aljazair telah menutup 900 masjid dan musholla berdasarkan laporan keamanan. Otoritas menyatakan bahwa “beberapa dari masjid itu merupakan pusat-pusat pertemuan dan kajian oleh beberapa kelompok Islam, yang tidak diketahui tujuannya” serta menyatakan bahwa “beberapa dari masjid itu tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan sehingga membahayakan bagi para jamaah shalat,” katanya.
 
Kementerian Agama Aljazair telah mengeluarkan instruksi pada bulan Oktober lalu untuk para imam yang menyampaikan khotbah pada setiap masjid di semua wilayah yang jumlahnya mencapai 48 wilayah agar mereka “merekam khotbahnya untuk diserahkan kepada Kementerian Agama pada saat diperlukan” guna memastikan bahwa khotbah mereka “tidak provokatif” sesuai standar pemerintah.

Sungguh perilaku pemerintah Aljazair yang memusuhi masjid dan syiar-syiar keagamaan di dalamnya mengungkapkan akan kebenaran fakta bahwa negara Aljazair yang telah memerangi Islam dalam segala bentuk dan manifestasinya adalah alat represi dan tekanan terhadap kaum Muslim yang dieksploitasi oleh negara-negara kafir Barat penjajah dalam perang salib yang terus menerus terhadap Islam dan kaum Muslim.(Kantor berita HT, 26/11/2011).[htipress/taman-langit7.co.cc]

19 November 2011

Khilafah Buah Revolusi Yang Ditakuti Yahudi dan Barat

Pernyataan Kepala Pertahanan Keamanan dan Politik Israel, Jenderal Amos Gilad mengungkapkan akan kebenaran dari apa yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu revolusi yang menyapu kawasan Timur Tengah, khususnya revolusi Suriah, di mana hari demi hari semakin dekat tercapainya impian rakyat Suriah, yang selama ini diperjuangan dengan penuh kesabaran dan keteguhan.

Dalam hal ini, Gilad mengatakan bahwa “Jatuhnya rezim Presiden Bashar Assad akan mengakibatkan bencana yang akan memusnahkan Israel.” Dikatakan bahwa “Alternatif bagi rezim Assad adalah lahirnya imperium Islam di kawasan Timur Tengah.” Bahkan ia memperkirakan ketegangan hubungan dengan Mesir, “Kami sedang menghadapi gempa bumi, dan saya tidak melihat kekuatan gempa itu sedang mengalami penurunan.”

Penyataan ini dan pernyataan-pernyataan sebelumnya, seperti pernyataan Rami Makhlouf mengungkapkan bahwa rezim Assad yang selama beberapa dekade membanggakan perlawanan dan mengklaim adanya konspirasi Barat untuk menggulingkannya, adalah kepentingan Barat “Israel”. Rezim Assad seperti yang dilihat dunia secara riil benar-benar telah menyelamatkan perbatasan wilayah utara entitas Yahudi lebih dari 4 dekade tanpa ada satu tembakan pun dari Suriah yang memecah keheningan di Golan, sekalipun terjadinya karena sebuah kesalahan.

Penyataan itu juga mengungkapkan sebuah fakta yang akhir-akhir ini sering keluar dari lisan sejumlah pejabat tingi entitas Yahudi, bahwa kelangsungan hidup mereka tergantung pada rezim sekitarnya yang yang selama ini melindungi mereka. Jadi, rezim inilah yang telah menjaga keamanan Yahudi dan perbatasannya selama lebih dari enam puluh tahun, dan rezim ini pula yang telah membantu air dan gas, bahkan rezim ini yang mensponsori pronyek pendudukan Israel atas Palestina. Jika bukan kerena keberadaan rezim antek ini, niscaya entitas kangker Yahudi tidak bisa bertahan di tengah-tengah kaum Muslim, khususnya di bumi yang diberkati, tempat Isra’ dan Mi’rajnya rasulullah Saw.

Dang yang menyedihkan adalah bahwa Barat dan Yahudi sangat menyadari kenyataan ini, bahkan mereka berkerja tujuan semua ini, sementara Otoritas Palestina buta terhadap realitas dan perubahan di kawasan ini. Sehingga ia terus saja memberikan loyalitasnya pada entitas Yahudi, serta percaya dengan ilusi yang dibisikan Barat, di saat yang sama ia terus memperlihatkan permusuhannya terhadap upaya penerapan syariah Islam. Dalam hal ini, seolah-olah ia tidak mengerti sama sekali akan fakta yang sangat dimengerti oleh Barat!

Sunguh, tegaknya Khilafah merupakan buah dari pergerakan dan cita-cita umat. Dalam hal ini, sama saja apakah Khilafah berdiri sekarang atau setelah beberapa saat kemudian, maka Yahudi dan kekuatan Barat penjajah akan gemetar dan diselimuti ketakutan. Khilafah akan menyapu bersih entitas Yahudi dari Palestina, dan akan mengakhiri pengaruh Barat penjajah dari kawasan Timur Tengah dan negeri-negeri kaum Muslim. Mereka akan pulang ke negara-negara dalam keadaan hina tanpa menyisakan pengaruh sedikit pun di negeri-negeri kaum Muslim. Sesunguhnya hari esok itu dekat bagi yang melihatnya.

Allah SWT berfirman: “Lalu  mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: ‘Kapan itu ?’ Katakanlah: ‘Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat’.” (TQS. Al-Isra’ [17] : 51).

Sumber: pal-tahrir.info, 16/11/2011.

9 November 2011

Di Negeri Barack Obama, Rakyat Terus Bergerak Melawan Sistem Kapitalisme yang Hanya Menguntungkan Para Pemilik Modal

Aksi protes menentang sistem yang kini telah dirasakan kerusakkannya oleh rakyat, terus menjalar di negerinya Barack Obama. Sebagai protes atas kebangrutan sistem kapitalisme, para pengunjuk rasa Occupy Wall Street telah mengorganisir aksi anti kapitalisme besar di New York City untuk mengungkapkan kemarahan mereka atas ketidaksetaraan pertumbuhan di seluruh Amerika Serikat.

Para demonstran berbaris dari Northern Manhattan menuju Zuccoti Park pada hari Senin, 08/11/2011, memprotes kondisi ekonomi saat ini dalam komunitas mereka. Penyelenggaran long march 18 kilometer mengatakan bahwa mereka ingin menyebarkan pesan dari gerakan Occupy Wall Street di seluruh New York City.

Para demonstran juga bergabung dengan dua anggota DPR setempat, Senator New York Adriano Espaillat dan Penasihat New York Ydanis Rodriguez.

"Ribuan orang telah mengorganisir (reli) ini karena masyarakat kita belum dalam resesi permanen untuk puluhan tahun. Kami memiliki angka berlipat ganda pada tingkat pinjaman dan ada undang-undang layanan kesehatan yang tidak komprehensif. Kami memiliki kebutuhan yang sangat besar selama bertahun-tahun," kata Espaillat.

Dia menambahkan bahwa pesan protes anti-korporatisme di AS itu akan diteruskan pada generasi-generasi berikutnya.

Sementara itu, para pengunjuk rasa Occupy Wall Street diharapkan ikut serta melakukan long march dari Zuccotti Park menuju Federal Plaza di Broadway di Worth Street pada hari Selasa.

Selain itu, beberapa pawai bahkan merencanakan untuk memulai aksi jalan kaki 360 kilometer dari Taman Zuccotti ke Washington DC pada hari Rabu.

Para demonstran anti-korporatisme mengecam pengaruh berlebihan para pengusaha kaya dalam politik AS dan pendekatan menyesatkan keungan pemerintah.

Pasukan polisi Amerika juga terlibat dalam penumpasan brutal terhadap para pemrotes yang telah berdiri berdemonstrasi dan menduduki berbagai kota di AS sejak September.

Sebagai contoh, pada 25 Oktober, Scott Olsen, mantan marinir AS yang telah menjalani dua tugas di Irak, dipukuli kepalanya oleh tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi Oakland. Olsen menderita retak tengkorak kepalanya.

Ratusan ribu pengunjuk rasa juga memprotes korporatisme di beberapa negara Eropa, termasuk di Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Irlandia, dan Portugal.

Demikianlah wajah sesunggunya ideologi kapitalisme yang kini tengah dicengkramkan Barat di berbagai negeri. Para penduduknya kini mulai merasakan kerusakkan sistem yang sejak awal memang hanya menguntungkan para pemilik modal.

Kebangkrutan sistem kapitalisme yang memang telah rusak sejak kelahirannya, semakin nyata dan jelas. Jika di Amerika rakyatnya sendiri sudah muak dengan Washington yang nota bene menerapkan kapitalisme, sungguh sangat memalukan bila para pejabat di negeri Muslim malah merangkul ide-ide kapitalisme dan menyenangkan kepentingan para kapitalis tersebut.

Sungguh umat manusia dunia tengah mencari sistem yang adil dan menyejahterakan kehidupan manusia. Sistem itu tentu saja bukan komunisme atau kapitalisme yang telah gagal, melainkan sistem Islam yang berasal dari Sang Pencipta yang Mahatahu yang telah terbukti berabad-abad lamanya menyejahterakan dunia.
Tentu saja, sistem ini akan tegak secara sempurna kecuali di bawah institusi Khilafah Islamiyyah. Maka di tengah kerusakan kapitalisme itu, sudah semestinya kaum Muslim bahu membahu dan bersegera untuk bekerja mewujudkan institusi penerap syariah tersebut sehingga kesejahteraan pun akan terasa bagi seluruh umat manusia. Insya Allah, semakin dekat! [syabab.com/www.taman-langit7.co.cc]

2 November 2011

Allahu Akbar, Rakyat Libya Inginkan Penerapan Syariah Islam!

Ratusan orang berdemonstrasi pada hari Jum’at (27/10) di Benghazi, di sebelah Timur Libya. Mereka menuntut agar syariah Islam menjadi dasar bagi konstitusi Libya yang baru.
Para demonstran yang berkumpul di alun-alun Tahrir, tempat di mana revolusi rakyat terhadap Muammar Gaddafi dimulai, mengatakan: “Al-Qur’an adalah asas. Sehingga wajib konstitusi berdasarkan pada syariah.”

Ahmad Maghrabi, imam shalat pada salah satu masjid di Tripoli mengatakan: “Negeri kami adalah negeri Islam. Sehingga konstitusi negeri kami harus mencerminkan keyakinan agama.” Ia menambahkan: “Ingat, yang melakukan revolusi adalah orang-orang kami sendirilah, bukan Barat.”

Sementara Ali Shabri, salah satu koordinator aksi mengatakan: “Selama Gaddafi berkuasa, syariah tidak pernah diterapkan secara resmi. Namun, kami menerapkannya di rumah-rumah kami.”

Ia menambahkan: “Di Libya, ada banyak orang yang tidak menikah meskipun usianya sudah tiga puluh dan empat puluh. Juga ada ribuan janda yang kehilangan suami mereka ketika melawan Gaddafi, dalam rangka memulai hidup baru.” Ia berharap masyarakat dapat mempraktekkan poligami yang dibolehkan Islam, namun dilarang oleh rezim Gaddafi.”

Selama pengumuman “pembebasan” Libya pada hari Ahad lalu di alun-alun yang sama, di Benghazi, tiga hari setelah terbunuhnya Gaddafi, Presiden Dewan Transisi Nasional Mustafa Abdul Jalil mengulang perkataan bahwa syariah Islam akan menjadi sumber utama konstitusi di Libya setelah tumbangnya rezim Gaddafi. [islamtoday/htipress/taman-langit7.co.cc]

20 September 2011

Jangan Berharap Banyak Pada Rencana Reshuffle Ala SBY

Kabar soal reshuffle kabinet kencang terdengar. Namun jangan berharap banyak kabinet hasil reshuffle nanti akan diisi orang-orang profesional. Presiden SBY dinilai masih akan bermain aman. Harapan rakyat melihat menteri-menteri diisi orang-orang yang punya kemampuan di bidang masing-masing, masih jauh dari kenyataan.
 
“Reshuffle tidak akan berpengaruh banyak. SBY masih bermain aman. Kalau pun terjadi reshuffle, maka hanya akan mengganti orang dari partai yang sama,” ujar pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Senin (20/9/2011) malam.

Arya merasa pesimistis SBY akan melakukan terobosan besar di sisa masa jabatannya yang tersisa 3 tahun. SBY masih sangat memperhitungkan matematis dukungan politik di DPR jika ada perubahan drastis dalam reshuffle dan mitra koalisinya.

“Saya tidak begitu yakin SBY berani mengganti menteri-menteri di kabinetnya dengan orang profesional non-partai,” kata dia.

Arya berharap untuk kali ini, SBY mau mendengarkan keinginan publik untuk mengganti menterinya dengan orang yang benar-benar mampu bekerja. Bukan hanya orang-orang politik yang dipilih karena menjadi mitra koalisi Demokrat.

“Ini tren, kepuasan publik pada SBY terus menurun, kalau tidak membaca sinyal ini akan jadi petaka. SBY harus memperhatikan keinginan publik mengganti menteri yang lemah kinerjanya. Memberikan prioritas hasil penilaian UKP4, menyerap aspirasi publik dengan mengganti menteri yang lemah kinerjanya dengan orang-orang yang punya kemampuan dan punya rekam jejak yang baik,” katanya. (detiknews.com, 20/9/2011)

7 Agustus 2011

Khutbah Ramadhan dari Al Quds : Ramadhan ke-Delapan Puluh Setelah Runtuhnya Khilafah

Wahai manusia: Kita benar-benar telah kedatangan bulan suci Ramadhan al-Mubârak (yang diberkati), bulan yang membawa banyak sekali kebaikan, dan bulan yang membuat dekat kepada Tuhan Yang Maha Mulia lagi Maha Mengetahui. Namun ini tidak mengherankan, sebab bulan suci Ramadhan adalah bulan di mana pada bulan ini Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda .

Dengan bulan ini, kami menerima katalis bagi misi kaum Muslim untuk bersegera memperbanyak kebaikan, seperti puasa,  shalat malam, dzikir, memberi makan fakir miskin, memerintahkan pada kebaikan dan melarang kemungkaran, serta melakukan kerja keras dan luas untuk mengokohkan agama Allah dengan mendirikan Negara Khilafah.

Kita telah kedatangan bulan ini sudah sembilan puluh kali, namun kita melihat keadaan yang tidak membuat senang kawan, dan tidak membuat benci lawan. Kita temukan umat bukan umat yang dikenal pada bulan kebaikan dan berkah di era Rasulullah Saw, di era para shahabat yanyg mulia semoga Allah meridhai mereka semua, di masa tabi’in, dan era siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik selama masa Negara Islam yang agung dan mulia. Di mana mereka menyambut bulan suci Ramadhan dengan aman, tenteram dan damai. Namun kita sekarang menyambut Ramadhan benar-benar dalam suasa yang mencekam, dan diselimuti ancaman besar, lenyapnya pemerintahan yang menerapkan hukum Allah, serta hilangnya petunjuk dan sedikitnya berkah.

Kita memasuki bulan bulan puasa, namun kita melihat pelaksanaan puasa kita tidak bersatu dan teratur. Sebab, satu kaum sedang berpuasa, sementara kaum yang laim belum berpuasa, bahkan ada sejumlah orang yang terang-terangan tidak berpuasa, apakah ada yang memjatuhkan sanksi pada mereka?

Kita menyambut bulah al-Qur’an, namun kita melihat al-Qur’an justru disia-siakan, sunnah Rasulullah Saw tidak diterapkan, serta sunnah para Khalifah ar-Rasyidin dan al-Mahdiyin diganti dan dicampakkan. Hawa nafsu nasionalisme, mengejar kepentingan dan kapitalisme, serta para pemimpin idiot telah merobek kita menjadi sekitar enam puluh negara kecil yang tidak memiliki penopang kedaulatan sama sekali untuk dibanggakan. Dan kita dapati para penguasa menyia-nyiakan berbagai masalah umat, justru mereka bersekongkol, membunuh dan membantai umat.

Sebelumnya, kaum Muslim telah menyambut Ramadhan selama lebih dari seribu tiga ratus kali, di mana mereka sebagai pemimpin dunia, dan dalam berbagai bidang kehidupan kaum Muslim sebagai inovator yang tidak ada tandingannya. Mereka bersatu dalam satu negara, dan satu pemimpin, seperti bangunan  yang tersusu rapi dalam berjihad di jalan Allah.

Wahai manusia: Kita menyambut Ramadhan kali ini, sedang negeri-negeri kita terjajah, tempat-tempat suci kita diijan-injak, rakyat kita tercerai-berai, generasi kita telah teracuni pemikirannya, dan kekayaan kita dijarah. Kaum kafir memasang beban pada negeri kita, menancapkan pipa pada tubuh kita, memperkuat pengaruhnya, dan memperbesar dominasinya.

Kita menyambut Ramadhan, namun kita lihat tentara kaum Muslim-yang seharusnya melindungi negeri kita, dan membawa berdera dakwah kita-justru mereka berdiam diri saja melihat rubah-rubah melakukan makar untuk memangsa kita, bahkan mereka menjadi pelindungnya, dan menjaga kepentingan-kepentingan Barat yang menjarah kekayaan kita, serta melaksanakan perintahnya agar membunuh kita, menutup mulut kita, dan menekan kita.

Kita menyambut Ramadhan, namun kita dalam menetapkan mekanisme rukyahnya, memulai puasanya, dan mengakhirinya benar-benar berbeda dan tercerai-berai. Kita memasuki Ramadhan, sementara banyak masalah menjadi pekerjaan rumah (PR)kita, rumah kita diobok-obok oleh budaya Barat, kehidupan rumah tangga kacau, angka perceraian meningkat, dan anak-anak mulai membangkang dan memberontak pada kedua orang tuanya.

Bagaimana tidak? Di mana kenekatan sebagai pengendali sikap, kesembronoan peradaban sebagai kemajuan, dan mengikuti tradisi kafir sebagai budaya! Serta pesta-pesta yang diiringi musik dengan suara keras dan petasan yang diharamkan agama terlihat di mana-mana! Bahkan ada yang lebih besar dari itu, yaitu pembantaian meraja lela. Mereka melihat ini sebagai sesuatu yang biasa, padahal di sisi Allah itu merupakan sesuatu yang besar.

Wahai manusia: Sesungguhnya ritual puasa memerintahkan kita bersatu. Rasulullah Saw bersabda: “Puasalah kalian karena melihat (hilal Ramadhan), dan berbukalah kalian karena melihat (hilal Syawal).” (HR. Muslim)

Ketahuilah, bahwa hari puasa kita satu, hari berbuka kita juga satu, hilal kita satu, dan Tuhan kita juga satu. Di mana umat akan memulai puasa pada hari yang sama, ketika melihat hilal yang sama; mereka merasa bahagia juga di hari yang sama, serta sangat bahagianya mereka ketika menjumpai Tuhannya.  Kita semua harus bersatu dalam satu negara, sehingga umat tidak meninum dari cangkir-cangkir kehinaan yang disuguhkan para musuh, upaya mereka untuk menjadikan generasi kita berpikir prakmatis dan bermusuhan akan gagal, dan umat tidak dipimpin oleh para pembantai dan penjahat di antara para penguasa?

Wahai manusia: Umat Islam telah hidup beruntung dalam waktu lama, kemuliaannya terjaga, ditakuti oleh musuh disekitarnya, berwibawa di mata para musuhnya, ketika umat dipimpin satu orang, dan di bawah perintah seorang pemimpin saja. Namun, setelah menderita penyakit umat, tercerai-berai dan terpecah-belah, umat mulai jatuh dan mengalami kemunduran. Sehingga umat menjadi santapan para manusia terhina, dan mereka menghormatinya di atas orang mulia, dan ini telah mewujudkan apa yang menjadi harapan Iblis. Sementara kebenaran Islam hanya diikuti oleh segelintir orang beriman, maka benarlah Allah dengan firman-Nya: “Dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian.” (TQS. Al-Anfal [8] : 46).

Wahai manusia: Puasa itu adalah menahan dan mencegah. Ia butuh keinginan yang kuat. Saat ini kemauan yang kuat dan tekad yang membaja telah hilang, ketika tidak lagi memiliki misi hidup, dan tidak memiliki tekad, dan kemauan sudah begitu lemah bahkan tidak memiliki kemauan sama sekali. Puasa mendidik kaum Muslim memiliki sikap penolakan dan perlawanan, menciptakan dalam diri manusia semangat menentang dan ketabahan, ketika pada saat puasa ia melawan keinginan untuk makan dan minum, serta tabah dengan tuntutan naluri dan sahwatnya, yang pada akhirnya mendorong perlawanan yang sama terhadap para musuhnya. Penentangan ini akan berakhir dengan deklarasi kemenangan orang yang berpuasa dalam dua keadaan, yaitu ketika orang yang berpuasa itu memperoleh pahala dari Tuhannya, dan terwujudkan baginya janji Allah dengan kemenagan atas musuhnya. Sehingga itu menjadi pendorong untuk kebangkitan umat dan bertambahnya di masa sulit ini.

Wahai kaum Muslim, aku sampaikan kepada kalian kabar gembira, bahwa umat telah memutuskan untuk melakukannya. Dan segala puji hanya bagi Allah. Umat telah meletakkan kakinya di jalan perubahan radikal yang menjanjikan. Mereka menyebar menghadapi kematian di jalan-jalan dan alun-alun. Wahai Tuhan, bantulah umat megokohkan urusannya, dan menegakkan Khilafah melalui tangan-tangan generasi kita yang sedang berpuasa.

*** *** ***

Wahai manusia: Kita memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini dalam musim yang sangat panas. Dan pahala diberikan sesuai kadar kesulitan dan beratnya. Kita berpuasa dan tidak peduli dengan semua itu. Sebab dengan puasa di musim yang sangat panas ini, kita melindungi diri dari panas dan kobaran neraka jahannam.
Suatu hari Hajjaj mengundang seorang Badui untuk makan bersamanya. Badui itu berkata pada Hajjaj: “Sungguh, aku telah diundang oleh orang yang lebih utama dan mulia dari Anda.” Hajjaj bertanya: “Siapa orang yang lebih utama dan mulia dari saya, hai Badui?” Badui berkata: “Aku puasa hari ini dan aku diundang ke meja hidangan Allah SWT.”  Hajjaj berkata padanya: “Apakah Anda puasa di hari yang sangat panas ini?” Badui berkata pada Hajjaj: “Aku berpuasa untuk hari yang lebih panas dari hari ini.” Hajjaj berkata padanya: “Puasa besok saja. Sekarang makan bersama saya.” Badui berkata: “Hai Hajjaj, apakah Anda tahu perkara ghaib. Sehingga Anda menjamin bahwa aku akan hidup hingga besok?”

Wahai manusia: Bulan Ramadan memiliki pengantar, isi dan kesimpulan (hasil): Pengantar Ramadhan adalah sabda rasulullah Saw: “Bahwa Allah SWT memperhatikan ciptaan-Nya pada pertengahan malam bulan Sya’ban (nishfu Sya’ban). Kemudian Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang: orang yang suka bertengkar dan orang musyrik.” Ini merupakan isyarat untuk mempersiapkan jiwa menyambut Ramadhan dengan jiwa yang baik, bertaubat, beribadah dan beriman. Adapaun isinya, adalah puasa di siang hari, shalat tarawih di malam hari, bersedekah, berdikir, melakukan amar makruf nahyi mungkar, berbagai aktivitas dakwah, dan berjihad di jalan Allah. Sedang kesimpulan (hasilnya) adalah ampunan, pembebasan dari neraka, mengalahkan jiwa dan musuh, dan menyebarkan agama Allah di muka bumi.

Sungguh, kami memohon kepada Allah untuk mewujudkan bagi umat ini kemuliaan, keunggulan dan kemenangan yang diimpikan, serta menjadikannya tergenggam kokoh dalam genggaman orang-orang yang bepuasa. Dan semoga Allah menjadikan hilal Ramadhan kali ini sebagai hilal terakhir sebelum berdirinya Khilafah Islamiyah Rasyidah II yang tegak di atas metode kenabian. Ya Allah, jadikan kami di antara para saksi berdirinya Khilafah, tentaranya, dan di antara orang-orang yang bekerja dengan ikhlas untuk mendirikannya (Materi Khuthbah Syaikh Isham Amira).

Sumber: al-aqsa.org, 29/07/2011.

5 Juni 2011

Derita Muslim Bulgaria: Karpet Masjid Dibakar, Ditimpuk Batu dan Telur Saat Hendak Shalat Jumat

Bentrok berlatarbelakang agama terjadi di ibu kota Bulgaria, Sofia, Jumat (20/5). Kaum Muslim yang hendak shalat Jumat dipukuli oleh segerombolan pendukung partai nasionalis, Ataka.

Para penyerang melempar jamaah dengan batu dan telur. Sejumlah jamaah luka-luka. Kelompok Ataka lantas membakar karpet sajadah di depan Masjid Agung Banya Bashi, Sofia.

Kini kaum Muslim di Bulgaria masih merasa diteror akibat serbuan pendukung Ataka. Selain menyerbu warga yang ingin shalat, Ataka juga memaksa pengurus masjid untuk menyetel lagu-lagu nasionalis di pengeras suara yang biasa untuk adzan.

Saat ini ada sejuta umat Islam di Bulgaria. Pemerintah Bulgaria, meski mengakui Islam namun lamban bertindak terkait kerusuhan berbau agama ini. Pemerintah juga sebelumnya melarang foto paspor bagi perempuan yang mengenakan kerudung. Pemerintah juga melarang sejumlah literaltur Islam beredar di negara bekas komunis itu. (republika.co.id, 3/6/2011)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites