Pandangan Islam Tentang Asuransi

Asuransi syariah dikampanyekan sebagai alternatif bagi kaum muslim untuk menjalankan akad asuransi. Sesuai dengan fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) tentang Pedoman Umum tentang Asuransi Syariah disebutkan bahwa asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Yang Teristimewa Bagi Wanita

"...Wahai pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita. Tak usah jemu kau kabarkan bahwa mereka adalah lambang kemuliaan. Sampaikanlah bahwa mereka adalah aurat ..."

Sistem Pemerintahan Islam Berbeda dengan Sistem Pemerintahan yang Ada di Dunia Hari ini

Sesungguhnya sistem pemerintahan Islam (Khilafah) berbeda dengan seluruh bentuk pemerintahan yang dikenal di seluruh dunia

Video: Puluhan Ribu Warga Homs Suriah Berikrar, Pertolongan Bukan dari Liga Arab atau Amerika Tapi dari Allah!

.

Analisis : Polugri AS di Asia Tenggara

Secretary of State Amerika Serikat Hillary Clinton 21 Juli 2011 lalu berkunjung ke Indonesia. Sebelumnya, dia melawat dua hari ke India untuk ambil bagian dalam konferensi tingkat menteri ASEAN yang diselenggarakan di Bali 22 Juli.

Khilafah: Solusi, Bukan Ancaman

Berbagai macam dampak destruktif akibat penerapan sistem kapitalis-sekular telah mendorong manusia untuk mencari sistem baru yang mampu mengantarkan mereka menuju kesejahteraan, keadilan, kesetaraan dan kemakmuran. Dorongan itu semakin kuat ketika kebijakan-kebijakan jangka pendek dan panjang selalu gagal mencegah dampak buruk sistem kapitalis.

MIMPI PARA ULAMA BUKAN SEMBARANG MIMPI

Apakah Anda tadi malam bermimpi? Apa mimpi Anda? Kata orang, mimpi hanyalah kembang (bunga) orang tidur. Maksudnya, mimpi tidak bermakna signifikan. Tapi, sebenarnya tidak semua mimpi tak ada artinya.

Nasehat Imam Abdurrahman bin Amru al-Auza’iy :Empat Tipe Pemimpin

Ada nasihat berharga yang disampaikan Imam Abdurrahman bin Amru al-Auza’iy kepada Khalifah Abu Ja’far al-Manshur, ketika ulama besar itu dimintai nasihat.

Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan

15 November 2010

Klarifikasi Tifatul Soal Insiden “Salaman” dengan Michele Obama

Meski sebelumnya sudah mengklarifikasi di Twitternya soal insiden jabat tangan dengan istri presiden Obama, dengan menegaskan bahwa insiden tersebut murni tidak disengaja, dengan mengatakan: “Sdh ditahan2 tangan, eh bu Michele nya nyodorin tangannya maju banget…kena deh.

Namun insiden jabat tangan Tifatul dengan Michele Obama tersebut malah menjadi berita ‘besar’ di media-media asing. Tidak kurang media asing seperti Associated Press, situs The Washington Post dan Chicago Tribune, memuat berita tentang insiden tersebut.

Dan tak kalah menariknya media Arab nomor dua terbesar di Timur Tengah, Al-Arabiya juga menuliskan berita tersebut dalam salah satu headline di situs mereka dengan judul “Jakarta minister admits reluctant Michelle handshake“, berikut dengan rekaman video insiden salaman itu.

Klarifikasi terbaru dari Tifatul Sembiring kembali dirilis, seperti banyak diposting di milis-milis kader dan simpatisan PKS. Dan klarifikasi tersebut – yang berasal dari Twitternya – ingin menegaskan bahwa Tifatul tetap dengan keyakinannya sebelumnya bahwa berjabatan tangan dengan non Mahram adalah terlarang dalam Islam.

Berikut klarifikasi tersebut dari account twitternya Tifatul di @tifsembiring:

Soal insiden salaman dg bu Michele obama sy tegaskan sbb:

Sy tetap pada pendirian/sikap utk tidak bersalaman dg wanita yg bukan muhrim.

Ini pandangan fikih Islam yg sy fahami. Sy juga tahu ada tokoh2 besar muslim yg tetap bersalaman dg wanita bukan muhrim, itu urusan ybs.
  1. Namun kadang2 ada situasi terdadak (tiba2) atau bertemu dg org2 yg tidak tahu sikap saya ini.
  2. Biasanya dalam situasi acr kenegaraan atau kadang2 selepas mengisi pengajian di majelis taklim, ada bbrp ibu2 yg berebut mau bersalaman.
  3. Dalam keadaan begitu, sentuhan dan bersalaman tdk bisa saya hindari. Saya memaklumi situasinya, hal ini tdk merubah pendapat sy semula.
  4. Inilah yg terjadi ketika bertemu bu Michele Obama, beliau tamu negara, sy agk menahan tangan Obama saat bersalaman, lalu sampaikan pesan.
  5. Menyusul dg Bu Michele, ini yg saya sebut dg situasi terdadak. Saya majukan 2 tangan, spt cara org Sunda bersalaman.
  6. Dan terjadilah insiden salaman itu. Setelah kembali ke kantor, sy baca di twitter ada mention dari @unilubis.
  7. Kok Tifatul bersalaman dg bu Michele, tapi kalau dg kita2 perempuan tidak mau bersalaman.
  8. Saya jawab di TL sy: Sdh ditahan 2 tangan, eh bu michele nya nyodorin tangannya maju banget…kena deh. @unilubis jadi tersungging..?
  9. Saya merasa heran juga hal ini kemudian dikembangkan dan menjadi berita internasional.
  10. Fadjroel menuduh sy bohong, ini orang tdk pernah saya layani lagi, sy block, sebab selalu berpandangan negatif thd apapun yg sy lakukan.
  11. Lalu Metro TV mengulasnya, menurut saya agak berlebihan dg membuat judul “Dusta Tifatul”. TIDAK ada dusta disitu, itu prinsip saya.
  12. Dlm situasi tertentu ada hal2 yg saya tolerir dan hal tsb dalam Islam tdk termasuk Kabair (dosa2 besar). Mudah2an teman2 memakluminya.
Khusus untuk poin nomor tujuh, sepertinya agak berbeda dengan apa yang Tifatul sampaikan dengan fakta rekaman video yang telah diunggah di Youtube. (eramuslim.com)



11 November 2010

Salaman Menkominfo Mendunia dan Bermasalah

Tifatul Sembiring
Di luar kebiasaannya, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring bersedia bersalaman dengan perempuan yang bukan muhrimnya pada sore ini. Tifatul bersedia menjabat tangan First Lady Michelle Obama, yang menyodorkan tangannya dengan ramah.

Pemandangan yang ditangkap kamera TV itu langsung jadi topik pembahasan ramai di Twitter. Beberapa saat setelah kejadian, Avian Tumengkol, seorang pemimpin surat kabar di Medan, mempertanyakan ‘insiden salaman’ itu di akun Twitternya.

“Hahaa!! @tifsembiring salaman sama Michelle! Tapi sama rakyat Sumut yang perempuan tak pernah mau,” Avian menulis, Selasa, 9 November 2010.

Uni Lubis, anggota Dewan Pers yang juga Pemimpin Redaksi antv, juga mempertanyakan di akun Twitternya. “Ini menteri PKS mau juga salaman sama perempuan. Lihat Pak @tifsembiring salaman dengan Bu Michelle. Hayoo, sama kita-kita kok gak mau?”

Dan Tifatul yang mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu pun berupaya membela diri. Ia menyatakan, salaman dengan tamu kehormatan Republik itu tak disengaja.

“Cari-cari kesempatan? Astaghfirullaah!! Benar-benar tidak sengaja…,” Tifatul mengklarifikasi penuh penyesalan melalui akun Twitter-nya.

Tifatul mengaku sudah berusaha agar tak menyentuh tangan Michelle Obama yang disodorkan kepadanya. Namun tangan kanan Ibu Negara AS yang mantan pengacara itu, kata Tifatul, terlalu maju… dan “Kena deh. @unilubis jadi tersungging,” Tifatul menjawab, sembari bercanda. (adi/syiar-islam.web.id/10/11/10)

25 Oktober 2010

Warga Nonmuslim Ada yang Menjadi Pengurus PKS

Pengurus dari nonmuslim dinilai turut memperbesar partai ini. Mereka juga mempunyai kesempatan sama menjadi anggota legislatif.


Hidayatullah.com--Sejumlah warga nonmuslim di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjadi pengurus Dewan Pimpinan Ranting Partai Keadilan Sejahtera, karena relatif minimnya minat umat muslim menjadi pengurus PKS di desa bersangkutan.

"Saya pernah bertemu langsung dua orang Hindu dan Buddha yang menjadi pengurus PKS di tingkat desa di Kabupaten Konawe," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Sultra, Muhammad Poli di Kendari, Kamis (21/10).

Poli mengaku lupa nama orang dan desa itu, yang dominan dihuni transmigran dari Bali yang beragama Hindu dan Buddha. Kebetulan di desa bersangkutan, kaum muslim banyak menjadi partisipan partai lainnya.

Ia menyatakan, tidak masalah warga nonmuslim menjadi pengurus PKS karena sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang menetapkan PKS sebagai partai Islam yang terbuka.

"Bagi kami, semua orang mempunyai hak untuk berbuat baik dan memberi sumbangsih kepada masyarakat, tanpa membedakan agama, suku, ras, dan antargolongan," ujar anggota DPRD Sultra ini.

Adanya pengurus dari nonmuslim diharapkan turut memperbesar partai ini, karena mereka mempunyai kesempatan yang sama dengan yang muslim untuk menjadi anggota legislatif melalui partai Islam terbesar ini.

"Di Bali dan Nusa Tenggara Timur, banyak anggota DPRD dari Fraksi PKS yang nonmuslim," ucapnya.

Namun pengaderan melalui tarbiyah yang dilakukan PKS masih terbatas bagi kaum muslim dan belum bisa diselenggarakan pembinaan agama bagi nonmuslim. [ant/www.hidayatullah.com]
 
 
Sumber : One Ummah
 

13 Oktober 2010

~Kejujuran Dr. Daud Rasyid, MA (mantan petinggi PKS)~

Berikut ini ceramah salah seorang Doktor yang sangat menginginkan kebaikan bagi saudara-saudaranya -yang kini telah mabuk dengan khamr demokrasi-, sungguh sebuah kejujuran dan pengakuan yang tulus dari seorang tokoh pergerakan mengenai rusaknya manhaj haraki dalam mengatasi problematika umat di negeri ini… Allahul musta’an.

Dr. Daud Rasyid MA -semoga Allah menambahkan petunjuk kepadanya- (KIK Al Hikmah tanggal 16 November 2008)

Ba’da tahmid wa sholawat

Ayyuhal muslimuun, ikhwah fillah yang dirahmati Allah, syukur alhamdulillah yang tidak henti-hentinya kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih meneguhkan semangat kita walaupun dari sana sini SMS ataupun panggilan ataupun lobi-lobi untuk orang-orang tertentu agar tidak ikut dan tidak berhubungan dengan forum kader peduli, tetapi ternyata alhamdulillah ana lihat mesjid ini, dari sejak pertemuan yang lalu bahkan makin penuh. Ada apa ini, antum ini semua? Makin ditakut-takuti makin penuh, makin banyak yang hadir. Sebenarnya ini menunjukkan sebuah kerinduan kepada asshoolatudda’wah.

Kita ingin kembali kepada materi-materi yang dulu kita pelajari sejak awal. Al walaa-u lillaah, al baroo’ ‘an kulli ath-Thowaghit. Berpihak kepada Allah. Innama waliyyukumullaahu warrasuuluhu walladziina aamanu, sesungguhnya wali kamu itu adalah Allah, rasulNya dan orang-orang beriman.

Sekarang sudah menjadikan pahlawan orang-orang yang tak jelas arah hidupnya. Dijadikan sebagai tokoh, sebagai wali. Diangkat nama-nama orang yang dalam sejarah telah tercatat permusuhan mereka itu kepada Islam.

Kenapa dulu syari’at Islam terganjal pada tahun 45? Dalam Piagam Jakarta, kita semua tahu sejarah. Padahal pada waktu diproklamasikannya itu kemerdekaan, dasar-dasar daripada negara ini, itu didasarkan kepada Undang-undang Dasar 45 yang mengacu kepada Piagam Jakarta. Yang intinya, ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Tanggal 18, sehari, berubahlah itu, dicoretlah itu. Oleh siapa? Kelompok nasionalis yang kita tahu siapa. Mereka inilah yang ditokohkan sebagai pahlawan sekarang dan dalam iklan-iklan di televisi itu.

Jadi kita ini berubah 180 derajat, dari sebuah jama’ah (kelompok) umat Islam yang ingin mengerahkan wala’ nya kepada Allah menjadi berwala’ kepada syaithon dan thowaaghiit. Na’udzubillaahi min dzalik. Kita tidak mau. Saya yakin inilah yang mendasari kehadiran antum.

Sebenarnya ikhwah fillah, ana mencium perubahan ini sudah sejak awal, pada waktu adanya mukernas di Depok, di mana diundang berorasi bekas musuh kita — yang sudah meninggal — tokoh sekuler di Indonesia. Antum masih ingat? Disuruh, diminta, dihormati, diagungkan untuk berorasi. Saya tidak perlu sebut nama, karena antum semua sudah tahu, betul ndak?

Pada waktu itu hari Jum’at. Ana gak habis pikir, pusing kepala. Apa dasarnya ini orang diundang? Yang dulu kita ludahi, yang dulu kita hujat sebagai tokoh sekuler, tiba-tiba disambut, dihormati, diagungkan seperti guru. Laa hawla wala quwwata illa billaah. Pada saat itu betul-betul ana, secara pribadi, hati ini tersayat-sayat. Seperti meludah, dijilat kembali ludahnya.

Oleh karena itu, pada saat itu, ana ingat kembali ini ceritanya. Begitu dia naik, ana langsung keluar. Ditahanlah ana oleh tiga orang. “Ustadz, ustadz, tunggu dulu, sebentar saja ustadz!”
“Oh tidak ada. Tidak pantas bagiku untuk menghormati, menghadapi muka orang yang dulu memusuhi Islam. “
 
Waktu itu dia diagungkan, dijadikan rujukan sebagai bapak intelektual Indonesia. Dan seperti orang yang mengilhami gerakannya yang disebut dengan partai da’wah.

Dari situ saja, waktu itu, saya sudah mulai membayangkan, ini bagaimanapun ke depannya akan menjadi kelompok sekuler. Sudah mulai hilang rambu-rambu yang dipelajari, al walaa-u lillaah. Maka hari demi hari makin menunjukkan. Betul kata salah seorang ikhwah kita di dalam forum SMS itu, hari-hari ini belakangan terus akan memberitahukan kepada engkau, apa yang dulunya engkau tak tahu. Apa yang dulunya masih tertutup rahasia, hari ke depan akan makin lama makin tersingkap rahasia tabir-tabir yang dulu tersembunyi.

Kita mengira bahwa kita itu berjalan di atas sebuah thariiqudda’wah yang shahihah, thariiqul anbiya wal mursaliin, ‘ibadatullaahi wahdah, al kufru liththaghuut. Tetapi ternyata belakangan kitapun diajak berdamai, cair, lemah lembut. Menunjukkan wajah yang senyum kepada orang-orang mujrimin yang menghancurkan negara ini, yang menjual negara ini. Kitapun disuruh untuk berbaik-baik kepada mereka. Bagaimana mungkin seorang kader da’wah bisa menerima seperti itu?

Oleh karenanya ikhwah fillaah rahimakumullaah, mari kita tetap berpegang. Perbanyak antum tilawatil Qur’an, insyaAllah orang-orang yang terus senantiasa berpegang kepada kitabullah, ini tidak akan mau tergelincir. “Laa tajtami’u ummati ‘ala dhalaalah”, kata nabi kita SAW. “Tidak akan mungkin ummatku bersatu dalam sebuah kesesatan.”

Jadi mudah-mudahan kita ini penyelamat agar saudara-saudara kita yang lain tidak sampai sesat. Kita ini sebagai pengontrol mereka. Sekali lagi kita ingin tegaskan, kita ini bukan mau merebut sebuah qiyadah. Apa yang mau direbut? Kita ndak punya kemampuan apa-apa. Kita ini bukan mau mengganjal, kita ini bukan mau menggagalkan, tidak. Tetapi jalan da’wah yang sudah dari awal dibangun secara benar, ini jangan sampai miring, seperti orang yang mabuk, tidak lihat jelas jalannya yang mana yang harus ditempuh, ke kiri atau ke kanan. Kita tidak mau seperti itu, karena semuanya kita ini punya patokan, punya dasar kitabullah, sunnah rasulillah. Tidak akan lahir mujtahid-mujtahid baru yang akan mempunyai ta’wil-ta’wil untuk menjustifikasi kebijakan-kenijakan yang nyeleneh dan kontroversial. Tidak bisa itu, dan itu tidak akan kita biarkan. Dan kalau kita tetap dituduh sebagai orang-orang yang ingin menggembosi, yang ingin menciptakan jama’ah baru, biarlah mereka nanti tahu bahwa kita tidak punya keinginan untuk membuat apa-apa yang baru. Kita hanya ingin meluruskan jalan yang sudah ada.

Oleh karenanya mereka seharusnya membuka hati dan harusnya mereka itu berterimakasih ada yang mengingatkan. Kan begitu seharusnya? Mereka harusnya ruju’ kepada yang benar. Berterimakasih, bukan justru menteror, beberapa saudara kita diteror lewat SMS, dan seterusnya dan seterusnya. Maka oleh karena itu, kita tidak akan berhenti dalam menegakkan amal amru bil ma’ruf wan nahi ‘anil munkar, kapanpun dan di manapun.

Dan kita yakin, insyaAllah, dengan do’a-do’a kita, kita berdo’a agar ikhwah kita akan kembali seluruhnya ke jalan yang benar. Dan kita tidak perlu berdo’a agar mereka celaka, tidak. Mereka itu sedang menghadapi sebuah cobaan yang disebut dengan dunia. Supaya mereka sadar akan cobaan itu, dan tidak larut tergelincir, akhirnya mereka pun terpental dari jalan da’wah. Nanti, akhirnya yang disebut oleh Said Hawwa,al mutasaqithuuna fii thariiqidda’wah, jangan dibalik, jangan dibilang kita ini orang-orang yang berguguran di jalan da’wah. Sekarang ada pemutarbalikan istilah, orang lurus dibilang bengkok, yang bengkok dibilang lurus. Ini berarti kacamata sudah tidak benar. Kalau kacamata sudah tidak benar, itu memang betul. Hitam kelihatan putih, putih kelihatan hitam.

Jadi oleh karenanya, sekali lagi, mari kita tamassuk bi kitabillaah. Apa yang dulu biasa kita lakukan, tilawatil Qur’an adalah merupakan tugas seorang akh untuk berusaha mengkhatamkan Qur’an itu minimal satu bulan sekali. Ini adalah tugas-tugas kita sebagai akh di dalam jama’ah ini. Begitu juga ikhwah, kita menghidupkan sunnah, jangan kita anggap kecil, sepele sunnah-sunnah. Sunnah-sunnah nabi itu semuanya mulia. Rasulullah sudah berpesan kepada kita, jangan kamu anggap sepele. “Taroktu fiikum Amroini, Maa intamassaktum bihima Lan tadhillu ba’di abada”. Biar orang lain menyepelekan sunnah, menganggap bahwa dirinya sudah berubah, kita sudah maju, kita sudah meninggalkan masa lalu.

Oh tidak, kita tetap katakan, kita ini tetap dulu seperti yang dulu juga. Kapanpun dan di manapun kita hidup, tetap saja manhaj yang kita pakai manhaj yang lama. Manhajudda’wah anbiya wal mursaliin yang mengajak orang kepada ‘ibadatullaah, al waahidil qahhaar. Ikhwah fillah rahimakumullah, kalaupun awalnya kita mau berpartai tujuannya adalah untuk mengajak orang menyembah Allah, bukan mau mencari kekuasaan. Tak ada gunanya mencari kekuasaan. Apa gunanya kekuasaan kalau akhirnya membuat kita celaka. Karena Allah pun mengatakannya dalam al Qur’an

“Wa ‘adallaahulladzina amanu minkum wa ‘amilushshaalihaati, layastakhlifannahum fil ardhi, kamastakhlafalladzina min qablihim, wa layumakkinanna lahum diinahumulladzirtadha lahum, wa layubaddi lannahum min ba’di khawfi him amna ; ya’buduunani la yusyrikuuna bi syai-an”

Allah menjanjikan kepada orang beriman dan beramal sholeh. Antum ndak usah ribut, pusing kepala cari kekuasan. Itu sudah janji Allah, akan dikasihnya. Ndak usah sampai kamu mengorbankan idealisme menjual tokoh-tokoh orang. Akhirnya sekarang yang punya tokoh pada marah semua. Malu tidak itu? Malu sekali. NU nya marah, Muhammadiyahnya marah, orang nasionalisnya marah. Sudah tidak ada harga diri lagi. Tokoh orang disanjung-sanjung seolah-olah tidak punya tokoh kamu itu.

Padahal kita itu, qudwatuna Rasulullah SAW. Kita tidak perlu kepada tokoh-tokoh. Semua tokoh itu ada cacatnya, betul tidak? Yang bersih dari cacat Rasulullah SAW. Kenapa kamu sibuk menokohkan orang? Semua mereka itu punya cacat, yang cacatnya itu tidak tanggung-tanggung.

Oleh karenanya, kita kembali kepada manhaj, Allaahu ghayatuna, warrasul sa’iduna. Rasulullah itu pemimpin kita yang insyaAllah tidak akan ada sesuatu yang negatif pada diri Rasulullah SAW. Kenapa kita sibuk mencari tokoh di luar tokoh yang sudah diajarkan kepada kita?

Kembali kepada ayat yang tadi, Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal sholeh, akan diberinya kekuasaan. Nah ini dia… Jadi kamu tidak usah pusing, sibuk, menjilat ke sana ke mari mencari perhatian orang. Ada pepatah Arab, “Kullun yadda’i hubban bi Laila, wa Laila la tusirru bi waahid”, Semua laki-laki mengatakan Laila cinta pada saya, tetapi Laila tidak pernah mengakui satu orangpun diantara mereka. Malu sekali.

Jadi Allah akan memberikan yang namanya kekuasaan itu, layastakhlifannahum, istikhlaaf, sebagaimana yang diberikannya kepada ummat sebelum kamu, wa layumakkinanna lahum diinahumulladzirtadha lahum, akan memberikan tamkiin, akan memantapkan posisi diin ini di muka bumi, kemudian wa la yubadilannahum min ba’di khawfi him amna, akan diganti Allah rasa takut menjadi rasa aman, tapi syaratnya apa? ya’buduunani la yusyrikuuna bi syai-an.

Sekarang kita itu sudah mulai menyerempet-nyerempet ke syirik, betul tidak? Mengakui nasionalisme yang dibuat oleh orang-orang nasionalis yang tidak mengenal Allah, yang tidak bertauhid kepada Allah Ta’ala. Jadi kita sudah mulai nyerempet ke situ. Yang tadinya faham tentang tauhid, yang tadinya memusuhi syirik tapi sekarang sudah berubah. Bagaimana kita mau mendapatkan kekuasaan dari Allah Ta’ala? Yakin ana gak bakalan. Tidak bakal dikasih Allaah Ta’ala itu. Karena sudah dikatakan demikian, “ya’buduunani la yusyrikuna bi syai-an”. Mereka menyembah Aku dan tidak mensekutukan Aku dengan segala sesuatu apapun.

Oleh karena itu, apapun namanya kita ini, mau jam’iyah mau jama’ah mau hizbiyyah, tugas kita adalah mengajak orang untuk ‘ibadatillaahi wahdah. Sekarang sesudah jadi partai, berani gak mengajak orang ke tauhid? Berani gak mengajak orang supaya menyembah Allah? Tidak berani. Sesudah jadi partai akan berbicara dengan bahasa-bahasa politik.

Dipikir mereka, mereka akan bisa diberikan Allah kekuasaan. Oh tidak. Jadi selama kita tidak menempuh jalur, manhaj, cara, thariiqah yang dilakukan oleh para pendahulu kita dari ummat ini, maka Allah tidak akan kasih. Kalaupun dikasihNya nanti, ya kekuasaan yang akhirnya menghancurkan kita. Ada yang mau? Saya yakin semua kita tidak akan mau. Gara-gara kekuasaan iman kita tergadai. Gara-gara kekuasaan aqidah kita larut. Gara-gara kekuasaan yang haram menjadi halal. Tidak, lebih bagus kita tidak punya kekuasaan

Ikhwah fillah rahimakumullah, jadi pertemuan kita ini sebenarnya ingin menghidupkan kembali apa yang dulu, yang biasa kita pelajari. Syahadatain, memantapkan makna syahadatain itu kembali. Di mana lagi ada pengertian ilaah al marghuub fihi? Sudah ndak ada lagi itu materi-materi seperti itu. Pertemuan-pertemuan hanya dicekoki dengan pilkada di sini, pilkada di sana, menghadapi 2009, yang tidak ada hubungannya dengan keimanan.

Oleh karenanya banyak para ikhwah itu mengeluh, datang ikut liqo tetapi iman tidak terasa bertambah. Bahkan pulang liqo, pusing kepala. Kalau dulu datang liqo, pulang, semangat keimanan membara, kecintaan kepada Allah SWT. Sehingga habis malam itu dihabiskan untuk sujud kepada Allah dan berdiri di hadapan Allah. Sekarang, karena terlalu larut malam membicarakan masalah agenda-agenda, pulang tengah malam, tidur, subuhpun lewat. Apakah begitu kader da’wah?

Jadi oleh karenanya ikhwah fillah rahimakumullah, biarpun sebagian saudara kita menuduh ini sebuah upaya untuk menggembosi, kita katakan kepada mereka, tidak ada penggembosan. Yang ada adalah penyadaran. Ana, antum semua, mari kita sama-sama menyadarkan saudara-saudara kita yang sedang larut dengan dunia. Kembalilah wahai ikhwah ke jalan yang benar, dan kami semuanya saudaramu. Tidak ada keinginan diantara kami untuk memecah-belah dan untuk menimbulkan permusuhan. Apabila kembali jama’ah ini kepada khithah yang aslinya, insyaAllah, Allah akan memberikan kemenangan itu di luar yang kita perhitungkan.

Allaahu Akbar!

Catatan : Tulisan ini bisa dibaca di buku Pak Hartono Ahmad Jaiz ‘Rekayasa Pembusukan Islam’, penerbit Nahimunkar. Dan ia bersumber dari milis kader-kader PKS sendiri, di antaranya Forum Kader Peduli. Insya Allah bisa dipercaya keotentikannya.

Sumber : Adi Victoria

12 Oktober 2010

Eramuslim Ko Rasa PKS?

Tampilan Eramuslim Rasa PKS (Eramuslim Bajakan)

Eramuslim Rasa PKS

Menarik sekali saat penulis diberitahu seorang kawan alamat url Eramuslim yang biasanya www.eramuslim.com, kini berubah menjadi www.eramuslim.co.nr. Selanjutnya, penulis mengeklik alamat url tersebut. Tak berselang lama, penulis sudah berada di TKP. Sekilas saja, tampilan web “Eramuslim Rasa PKS” tersebut memang cukup mirip dengan tampilan web Eramuslim asli.

Selama ini, situs Islami Eramuslim termasuk media Islam dunia maya yang senior dan tergolong terdepan dalam mengusung dakwah melalui dunia maya. Berdasarkan penelusuran penulis melalui Alexa (situs pengukur statistik pengunjung sebuah situs), Eramuslim merupakan media Islam online tertinggi pertama di Indonesia, jika didandingkan dengan Hidayatullah, Arrahmah, dan Muslimdaily. 

  

Berdasarkan data statistik tersebut, boleh dibilang Eramuslim merupakan media Islam terdepan. Eramuslim bahkan sejajar dengan peran Republika, yang selama ini juga diidentikkan sebagai media perwakilan suara umat Islam karena lahir dari rahim ICMI. Republika sendiri saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Mahaka Group. Penulis juga dapat mengambil sebuah kesimpulan umum bahwa umat Islam cukup banyak yang menjadikan Eramuslim sebagai rujukan informasi.

Melihat fungsi strategis yang diusung Eramuslim tersebut karena telah menjadi salah satu media yang dipercayai oleh umat Islam, nama domain Eramuslim pun sering dicatut untuk kepentingan pihak yang mencatutnya. Sebagai informasi, Eramuslim yang mengusung jargon “Media Islam Rujukan” beralamat di [dot] com, yang berbeda dengan Eramuslim yang beralamat di [dot] net. Dan perbedaan kedua situs yang sama-sama mengusung informasi-informasi Islam dan dunia Islam tersebut sangat nampak sekali dari luar. 

Namun, saat beberapa waktu lalu penulis membuka Eramuslim.co.nr, sekilas desain web nya mirip dengan situs Eramuslim.com. Tak hanya mirip, bahkan pada logo desain header situs Eramuslim.co.nr, juga terlihat sekali meniru desain logo pada header Eramuslim.com. Jargon yang diusung Eramuslim.co.nr pun tanpa tedeng aling-aling mem-plagiat jargon Eramuslim.com, yaitu Media Islam Rujukan. Namun demikian, bagi yang telah terbiasa membaca isi dan materi serta konten Eramuslim.com, penulis yakin bisa membedakan antara Eramuslim.co.nr dan Eramuslim.com. 

Jika kita mencermati secara cermat materi-materi yang diinformasikan dalam situs Eramuslim.com, kita bisa melihat bahwa Eramuslim.com bukanlah media politik apalagi partisan. Eramuslim.com adalah sebuah media yang berisi konten-konten materi berita dan informasi serta wawasan keislaman. 

Eramuslim.com sangat mengutuk peran partai-partai di Indonesia, baik partai Islam maupun partai kafir (non Islam_pen). Hal tersebut bisa dibaca dalam nasehat-nasehat ulama dan dewan redaksi yang secara rutin menulis di situs Eramuslim.com. Dalam video yang ditampilkan pun, kita juga bisa mencerna arah kebijakan redaksi Eramuslim.com dalam menegakkan syariat Islam.

“Allah mencela orang-orang yang di satu sisi mengaku beriman namun di sisi lain tidak mau menjadikan kitabullah dan sunnah Nabi sebagai hakim dan pemutus perkara baik pribadi dan masyarakat. Bahkan, Allah mengancam orang-orang tersebut untuk dimasukkan ke dalam golongan orang-orang munafik.” demikian kurang lebih isi ceramah Ustadz Ihsan Tandjung, yang merupakan salah satu dari Dewan Redaksi Eramuslim.com, dalam satu edisi videonya. 

Dalam beberapa berita-berita pun, Eramuslim.com kerap mengkritik kebijakan-kebijakan partai Islam di Indonesia, khususnya Partai Keadilan Sejahtera, yang seringkali justru melenceng dari syariat Allah. Hal ini bisa dilihat dalam berita kritik yang diangkat Eramuslim.com saat mengkritik pernyataan PKS yang hendak melindungi Ahmadiyah sebagai sekte dan masih banyak lagi informasi-informasi lain yang disajikan Eramuslim.com.

Di sisi lain, Eramuslim.co.nr yang sengaja mem-plagiat Eramuslim.com dalam hal tertentu, dan sama-sama mengusung-ngusung jargon Media Islam Rujukan justru berisi berita-berita dan informasi-informasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tentunya satu hal lucu karena dua situs tersebut mengusung hal berkebalikan. Hampir dalam setiap posting artikel, berita, dan informasi-informasi yang disajikan di dalam situs Eramuslim.co.nr secara jelas mengusung tema PKS. Bahkan dalam rubrik nasehat ulama, yang dijadikan sebagai ulama-nya adalah ‘ulama-ulama’ PKS, seperti KH. Hilmi Aminuddin. Dalam pandangan penulis, jika memang Eramuslim.co.nr ingin mengusung tema PKS, penulis berpendapat agar mengubah jargonnya dari Media Islam Rujukan menjadi Media PKS Rujukan. 

Tampilan web eramuslim.co.nr sendiri, selain berisi informasi-informasi PKS juga sedikit berita-berita tentang Palestina. Selebihnya ada hiasan banner Forum Lingkar Pena (FLP) dan Asosiasi Nasyid Nusantara. Situs yang mengembangkan web-nya ini berdasarkan pengembangan konsep blog tersebut diakses cukup banyak netter. Hingga penulis menyelesaikan tulisan ini, eramuslim.co.nr telah dikunjungi lebih dari 4.000 netter. 

Penulis sendiri tidak mengerti dan tidak memahami apa motif admin eramuslim.co.nr menggunakan domain eramuslim sebagai informasi PKS. Sebagaimana telah banyak diketahui di kalangan aktivis harakah bahwa Eramuslim.com dulunya lahir dari rahim sebuah gerakan yang dikenal dengan jamaah Tarbiyah yang dianggap merupakan kepanjangan tangan Ikhwanul Muslimin di Indonesia. 

Jamaah Tarbiyah selanjutnya bermetamorfosis dalam ranah politik praktis menjadi Partai Keadilan kemudian Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pimpinan redaksi Eramuslim.com saat ini sendiri diamanahkan kepada ustadz Mashadi yang notabene pernah menjadi anggota DPR RI pusat mewakili Partai Keadilan. Ustadz Mashadi, saat itu dikenal sebagai anggota DPR RI yang paling sederhana dan mungkin miskin. Dalam kesehariannya, beliau rela naik bus umum meskipun telah menjadi anggota DPR RI. 

Namun di dalam perkembangannya, Eramuslim.com dan para pengurus-pengurus serta redaksi-redaksinya seperti mulai menampakkan sisi berlawanan dari kebijakan-kebijakan PKS. Dan hal ini memang bukan isapan jempol belaka. Dalam diskusi-diskusi dengan ustadz Mashadi, seorang kawan penulis pernah menceritakan kritik tajam ustadz Mashadi kepada PKS. Dalam pemberitaan pun, anda bisa melihat dan mencermati bahwa Eramuslim.com bukanlah media partisan sebagaimana yang telah penulis contohkan di atas.

Barangkali, melihat semakin hari semakin banyak kader partai PKS tersebut yang mulai tidak taat kepada partai, membuat sejumlah kader dan kalangan internal PKS tersulut emosinya. Sedikit banyak, peran Eramuslim.com dalam “menggembosi” PKS ada dan bahkan cukup besar karena banyak kader-kader PKS yang rutin membuka situs Eramuslim.com meskipun ada beberapa kawan penulis yang enggan lagi membuka situs ini karena dianggap sering memojokkan partai pilihannya, PKS. 

Sebagai penutup, penulis melihat dan berpendapat tindakan Eramuslim.co.nr mem-plagiat Eramuslim.com dalam motif apapun sebagai tindakan yang tidak etis. 

Bagi yang ingin melihat Eramuslim rasa PKS, silakan klik di sini.



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites